Senin, 18 Oktober 2010

Studi Menunjukkan, Semangka Menurunkan Tekanan Darah

Banyak hal yang berguna dari sepotong semangka – manis, rendah kalori, serat tinggi, kaya nutrisi – dan sekarang, masih ada lagi kegunaannya. Bukti dari studi percontohan yang dipimpin oleh para ilmuwan makanan di Universitas Florida State menunjukkan bahwa semangka bisa menjadi senjata alami yang efektif untuk melawan prehipertensi, tanda-tanda untuk penyakit kardiovaskuler atau jantung.
Ini adalah penelitian yang pertama dari jenisnya terhadap manusia. Asisten Profesor FSU, Arturo Figueroa dan Profesor Bahram H. Arjmandi, menemukan bahwa apabila enam gram L-citrulline/L-arginine asam amino dari ekstrak semangka diberikan setiap hari selama enam minggu, terjadi peningkatan fungsi arteri, dan akibatnya menurunkan tekanan darah aorta pada semua sembilan subjek mereka yang menderita prehipertensi (empat pria dan lima wanita menopause, usia 51-57).
“Kami adalah yang pertama yang mendokumentasikan peningkatan hemodinamik aorta pada prehipertensi namun kebalikan hasilnya jika pria dan wanita paruh baya sehat menerima dosis terapi semangka ini,” kata Figueroa. “Temuan ini menunjukkan bahwa ‘makanan fungsional’ ini memiliki efek vasodilatory, dan merupakan salah satu yang dapat mencegah prehipertensi berkembang ke arah hipertensi penuh, faktor resiko utama untuk serangan jantung dan stroke.
“Mengingat bukti pendorongnya dihasilkan oleh studi awal ini, kami berharap bisa melanjutkan penelitian dan melibatkan kelompok partisipan yang jauh lebih besar di babak berikutnya,” katanya.
Mengapa harus semangka?
“Semangka merupakan sumber alami L-citrulline terkaya, yang erat terkait dengan L-arginin, asam amino yang dibutuhkan dalam pembentukan oksida nitrat, penting dalam pengaturan nada vaskuler dan tekanan darah yang sehat,” kata Figueroa.
Setelah berada di dalam tubuh, L-citrulline diubah menjadi L-arginin. Mengkonsumsi L-arginine sebagai suplemen makanan bukan merupakan pilihan bagi banyak orang dewasa hipertensi, kata Figueroa, karena dapat menyebabkan mual, ketidaknyamanan saluran pencernaan, dan diare.
Sebaliknya, semangka sangat bisa ditoleransi. Para partisipan dalam studi percontohan Florida State melaporkan tidak adanya efek samping. Dan, dalam menambah manfaat citrulline bagi vaskular, semangka menyediakan vitamin A yang melimpah, B6, C, serat, kalium dan likopen, sebuah antioksidan yang ampuh. Semangka bahkan dapat membantu mengurangi kadar glukosa serum, menurut Arjmandi.
“Penyakit kardiovaskular (CVD) terus menjadi penyebab utama kematian di Amerika Serikat,” kata Arjmandi. “Umumnya, warga Amerika telah lebih peduli terhadap kadar kolesterol darah dan asupan makanan berkolesterol, lebih daripada faktor-faktor risiko kesehatan jantung mereka secara keseluruhan yang mengarah pada CVD, seperti obesitas dan disfungsi vaskular yang ditandai dengan kekakuan dan penebalan arteri – isu-isu di mana makanan fungsional seperti semangka dapat membantu menguranginya.
“Dengan makanan fungsional,” kata Arjmandi, “kami mengartikan makanan tersebut sebagai yang terbukti secara ilmiah memiliki sifat-sifat yang menyehatkan atau bisa mencegah penyakit, di atas dan di luar nutrisi sehat secara intrinsik lainnya juga tersedia di dalamnya.”
Figueroa mengatakan, suplementasi L-citrulline secara oral memungkinkan pengurangan dosis obat antihipertensi yang diperlukan untuk mengontrol tekanan darah.
“Bahkan yang lebih baik lagi, hal ini dapat menghalangi perkembangan dari prehipertensi ke hipertensi sejak dini,” katanya.
Sementara semangka atau ekstrak semangka adalah sumber alami terbaik untuk L-citrulline, juga tersedia dalam bentuk sintetis dalam pil, yang digunakan oleh Figueroa dalam studi sebelumnya pada subjek pria yang lebih muda. Investigasi itu menunjukkan bahwa selama empat minggu pemberian L-citrulline dapat memperlambat atau memperlemah peningkatan tekanan darah aorta dalam menanggapi paparan dingin. Itu adalah temuan penting, kata Figueroa, mengingat adanya kejadian infark miokard yang lebih besar yang berhubungan dengan hipertensi selama bulan-bulan musim dingin.
“Individu dengan peningkatan tekanan darah dan kekakuan arteri – terutama mereka yang lebih tua dan mereka yang berpenyakit kronis seperti diabetes tipe 2 – akan mendapat manfaat dari L-citrulline, baik dalam bentuk sintetis atau yang alami (semangka),” kata Figueroa. “Dosis optimal tampaknya menjadi 4-6 gram per hari.”
Sekitar 60 persen orang dewasa di Amerika Serikat memiliki prehipertensi atau hipertensi. Prehipertensi ditandai dengan tekanan darah sistolik antara 120-139 milimeter air raksa (mm Hg) melebihi tekanan diastolik sekitar 80-89 mm Hg. “Sistolik” mengacu pada tekanan darah saat jantung mengalami kontraksi, sedangkan “diastolik” merefleksikan tekanan darah saat jantung berada pada periode relaksasi dan ekspansi.
Temuan-temuan dari studi percontohan terbaru Figueroa di Florida State dideskripsikan dalam American Journal of Hypertension. Salinan makalah (“Effects of Watermelon Supplementation on Aortic Blood Pressure and Wave Reflection in Individuals With Prehypertension: A Pilot Study“) dapat diakses secara online.
Penulis utama makalah ini, Figueroa, memegang gelar dokter, gelar doktor dalam ilmu fisiologis, dan gelar master dalam kedokteran olahraga. Ia telah menjadi anggota fakultas di Departemen Ilmu Gizi, Makanan dan Pelatihan Universitas Florida State  sejak tahun 2004. Rekan penulis dan kolega Figueroa, Arjmandi, menjabat sebagai ketua departemen, yang merupakan bagian dari interdisipliner College Human Sciences Florida State. Arjmandi juga merupakan penulis atau penulis mitra untuk badan ekstensif penelitian terpublikasi tentang manfaat kesehatan dari buah prem serta makanan fungsional lainnya.
Para penulis mitra makalah Figueroa-Arjmandi di American Journal of Hypertension, terdiri dari Marcos A. Sanchez-Gonzalez, mahasiswa doktor Florida State dalam fisiologi pelatihan, dan Penelope Perkins-Veazie, profesor hortikultura di Universitas North Carolina State.
Sumber: eurekalert.org
Referensi Jurnal:
Arturo Figueroa, Marcos A. Sanchez-Gonzalez, Penelope M. Perkins-Veazie, Bahram H. Arjmandi. Effects of Watermelon Supplementation on Aortic Blood Pressure and Wave Reflection in Individuals With Prehypertension: A Pilot Study. American Journal of Hypertension, 2010; DOI: 10.1038/ajh.2010.142

http://www.faktailmiah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar