Senin, 18 Oktober 2010

Bekam, Pengobatan Ala Nabi

"Berobatlah kalian wahai hamba-hamba Allah, karena Allah Ta'ala tidak
menciptakan penyakit melainkan juga menciptakan obatnya, kecuali satu penyakit
saja, yaitu penyakit tua." (Al hadist)
eramuslim - Sebagai metode pengobatan, bekam merupakan pilihan yang paling
tepat ketika dunia kedokteran tidak bisa mengatasinya. Tanpa teknologi canggih,
bekam, bahkan, mampu menyembuhkan 72 jenis penyakit.
Berawal dari sabda Rasullulah: "Jibril memberitahu padaku bahwa hijamah
merupakan pengobatan paling bermanfaat bagi manusia."
Berangkat dari ucapan Rasullulah tersebut membuat kaum muslimin tersentak dan
sekaligus memotivasi untuk menggali lebih jauh lagi keunggulan Islam dalam hal
pengobatan. Sebelumnya, Ibnu Sina telah menjadi pelopor dalam bidang
kedokteran Islam, tapi sayang, pemikiran-pemikiran beliau tentang pengobatan,
lebih banyak dipakai oleh negara-negara barat ketimbang kaum muslimin sendiri.
Hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya fakultas kedokteran di negara barat
yang masih menjadikan karya Ibnu Sina sebagai buku pegangan. Kairo, mungkin
bisa dikatakan sebagai pioner dalam hal pengobatan ala Nabi. Buku-buku
mengenai pengobatan nabi banyak sekali jumlah dan ragamnya. Bahkan, praktek
khusus bekam dapat dipelajari selama dua tahun di Karachi University Cairo Branch.
Untuk kawasan Asia, Malaysia menjadi motor pengobatan ini dengan dibuka diklat
di berbagai tempat di sana. Bekam, atau dalam bahasa Arab dikenal dengan
istilah hijamah, berarti membuang darah. Tapi, dilihat dari prakteknya, bekam
merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari
dalam tubuh melalui permukaan kulit.
Yang dimaksud dengan darah kotor adalah darah yang mengandung racun atau
darah statis yang menyumbat peredaran darah, mengakibatkan sistem peredaran
darah dalam tubuh tidak berjalan sebagaimana adanya, sehingga menyebabkan
terganggunya kesehatan seseorang, baik secara fisik maupun mental.
Bagaimana darah bisa kotor? Masuknya racun yang mengotori darah bisa melalui
makanan seperti: pestisida, insektisida, fungisida, zat pewarna, penyedap makanan,
hormon dan logam berat; melalui minuman seperti: zat pewarna, zat aromaessence,
logam berat, bahan kimia dan lain-lain;melalui pernafasan disebabkan
oleh asap kendaraan, asap pabrik, asap rokok dan sebagainya. Serta melalui obatobatan
yang berupa antibiotik, analgesik, anti pyrertic dan sebagainya.
Dari empat pintu masuk tersebut, darah kotor lalu menumpuk di bawah kulit. Jika
darah kotor tersebut tidak dikeluarkan, maka tubuh akan melemah dan terserang
penyakit. Untuk menyembuhkan penyakitnya, tidak ada cara yang paling efektif
selain bekam. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pengobatan
bekam merupakan suatu teknik detoksifikasi (pengeluaran racun dalam tubuh)
yang efektif menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit dari yang ringan
hingga berat sekalipun dengan menghilangkan sumber penyakitnya, bukan
gejalanya saja, tanpa memiliki akibat sampingan.
Di Arab, biasanya orang berbekam dengan cawan kaca atau mangkok tinggi,
sedangkan di Cina orang menggunakan tanduk. Yang menarik, orang Eropa, pada
abad 18 M, menggunakan lintah sebagai alat berbekam. Bahkan, pernah sekitar 40
juta lintah diimpor Perancis untuk tujuan itu. Lintah-lintah tersebut dilaparkan terlebih
dahulu, lalu ditempelkan pada tubuh manusia, dia akan menghisap terus hingga
terjatuh sebagai tanda kekenyangan.
Discovery Channel pernah menayangkan salah satu metode pengobatan dengan
lintah di sebuah rumah sakit mewah dan modern di Amerika untuk mengeluarkan
darah kotor pasien yang baru dioperasi. Cara itu dianggap efektif kendati
mengadopsi metode kuno. Sebagai suatu metode pengobatan, tentunya bekam
mempunyai khasiat. Di antaranya adalah:
1. Mengeluarkan darah kotor, baik darah yang teracuni maupun kdarah yang statis,
sehingga peredaran darah yang semula tersumbat menjadi lancar kembali.
2. Meringankan tubuh. Banyaknya kandungan darah kotor yang menumpuk di
bawah permukaan kulit seseorang akan mengakibatkan terasa malas dan berat.
Jika dibekam, maka akan meringankan tubuhnya.
3. Menajamkan penglihatan. Tersumbatnya peredaran darah ke mata
mengakibatkan penglihatan akan menjadi buram. Setelah dibekam, peredaran
darah yang tersumbat kembali lancar dan mata bisa melihat dengan terang.
4. Menghilangkan berbagai macam penyakit. Rasullulah SAW mengisyaratkan ada
72 macam penyakit yang dapat disembuhkan dengan jalan berbekam, seperti:
Asam urat, darah tinggi, jantung, kolesterol, masuk angin, migrain, sakit mata, stroke,
sakit gigi, vertigo, sinusitis, jerawat, sembelit, wasir, impotensi, wasir, kencing manis,
liver, ginjal, pengapuran dan lain lain.
Ketika berobat ke dokter, maka sederet pertanyaan harus dijawab pasien tentang
keluhan apa yang dirasakan, lalu sang dokter pun memeriksa, memberikan resep.
Kemudian, menyerahkan kuitansi yang harus dibayar. Tapi, ketika konsultasi dengan
praktisi bekam, melalui keahlian membaca telapak tangan, lidah dan iris mata,
praktisi bekam itu justru malah yang menguraikan penyakit yang sedang diderita si
pasien. Kemudian, menentukan berapa titik yang harus dibekam. Mengenai
pembayaran, umumnya mereka tidak menentukan tarif seperti dokter, terserah si
pasien saja. Ini sunnah Nabi yang harus disosialisasikan dan dilestarikan, begitu
alasannya.
Sebaiknya berbekam saat perut dalam keadaan kosong (berpuasa) karena bila
dilakukan dalam keadaan perut penuh, justru bisa mendatangkan penyakit.
Menurut Ibnu Sina dalam kitabnya Al Qanun, waktu paling baik untuk berbekam
adalam pada pukul 14-15 sore. Karena pada waktu itu pembuluh darah sedang
mengembang sehingga akan efektif dalam proses penyembuhan.
Proses pengobatannya hampir sama dengan akupuntur, bedanya titik saraf yang
menjadi simpul penyakit bukan ditusuk jarum seperti akupuntur. Tapi, dibekam,
disedot dulu dengan menggunakan gelas, setelah kulit terangkat lalu ditusuk-tusuk
dengan jarum atau pisau bedah ukuran 11 atau 13 untuk mengeluarkan darahnya.
Kemudian, ditutup lagi dengan gelas. Darah yang keluar dari setiap titik yang
dibekam berbeda-beda bentuknya. Ada yang sedikit, tapi ada juga yang banyak.
Umumnya darah yang keluar berwarna agak kehitaman, bahkan ada yang
mengental seperti marus.
Artinya, penumpukan racun yang menyumbat aliran darah begitu banyak dan
sudah terlalu mendekam di bawah kulit. Yang menarik, setelah seseorang dibekam,
ia merasakan badannya lebih segar dan tidur lebih nyenyak, serta ketergantungan
akan obat-obatan kimia mulai berkurang. (to/berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar