Senin, 18 Oktober 2010

Bersin dan Menguap

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta'alaa anhu, Rasulullah bersabda, "Sungguh
Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka
jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian
itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka
lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabil seseorang menguap dan terdengar
bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya". Shahih Bukhari, 6223.
Imam Ibn Hajar berkata, "Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta
dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam
hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori
kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang
yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan
terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan . Bersin bisa
menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan
orang itu malas (Fath-hul Baari: 10/6077)
Nabi menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan
memuji Allah agar membalas pujian tersebut.

Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Al-Hamdulillah,
dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu,
dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdikumullahu wa
Yushlihubaalakum (HR. Bukhari, 6224)
Dan para dokter di zaman sekarang mengatakan, "Menguap adalah gejala yang
menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan
nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada
otak dan tubuh. Dan hal ini terjadi ketika kita sedang kantuk atau pusing, lesu,
dan orang yang sedang menghadapi kematian. Dan menguap adalah aktivitas
menghirup udara dalam-dalam melalui mulut, dan bukan mulut dengan cara
biasa menarik nafas dalam-dalam !!! Karena mulut bukanlah organ yang
disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung. Maka, apabila mulut tetap
dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka masuk juga berbagai jenis
mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam
tubuh. Oleh karena itu, datang petunjuk nabawi yang mulia agar kita melawan
"menguap" ini sekuat kemampuan kita, atau pun menutup mulut saat menguap
dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri.
Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat
disertai hentakan melalui dua lubang: hidung dan mulut. Maka akan terkuras
dari badan bersamaan dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, haba'
(sesuatu yang sangat kecil, di udara, yang hanya terlihat ketika ada sinar
matahari), atau kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ
pernafasan. Oleh karena itu, secara tabiat, bersin datang dari Yang Maha
Rahman (Pengasih), sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh.
Dan menguap datang dari syaithan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh.
Dan atas setiap orang hendaklah memuji Allah Yang Maha Suci Lagi Maha
Tinggi ketika dia bersin, dan agar meminta perlindungan kepada Allah dari
syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap (Lihat Al-Haqa'iq Al-Thabiyah fii
Al-Islam: hal 155)
( alsofwah.or.id - 13 Ramadhan 1424/071103 )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar