Selasa, 19 Oktober 2010

Studi Kimia, toksikologi dan farmakologi tumbuhan obat Indonesia jenis sarang semut yang lain, Hydnophytum formicarum (Rubiaceae)

Hydnophytum formicarum di Jawa disebut urek-urek polo dimana bentuk pastanya digunakan untuk mengobati pembengkakan, sakit kepala dan rematik. Sedangkan air rebusannya digunakan untuk mengobati hernia dan maag. Di Filipina, air rebusannya digunakan untuk mengobati liver dan masalah pencernaan. Di Thailand, serbuknya digunakan untuk antelmintik (obat cacing), tonik jantung, penyakit tulang, penyakit kulit, penyakit paru-paru, sakit di persendian dan sebagai bahan campuran untuk obat antidiabetes. Di Malaysia, air rebusannya digunakan untuk mengobati kanker. Di Vietnam, tumbuhan ini digunakan untuk mengobati hepatitis, rematik dan diare. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan ekstrak sarang semut dari jenis Hydnophytum cf. formicarum Jack sebagai antioksidan dan antikanker.


Tahapan penelitian meliputi preparasi sampel, ektraksi, partisi, uji penapisan fitokimia, uji aktivitas sebagai antioksidan dan uji aktivitas sebagai antikanker Leukemia L1210. Dari hasil uji penapisan fitokimia diketahui bahwa tumbuhan satang semut Hydnophytum cf. formicarum Jack mengandung senyawa golongan flavonoid, tanin, kuinon, saponin, triterpenoid dan karbohidrat. Nilai IC50 himage004asil uji sebagai antioksidan untuk ekstrak air, n-butanol dan etilasetat berturut-turut adalah 46,89 ppm ; 63,76 ppm dan 2,89 ppm artinya bahwa ekstrak etilasetat memiliki aktivitas sebagai antioksidan yang lebih aktif dibandingkan ekstrak lainnya dan aktivitas tersebut hampir sama dengan aktivitas vitamin C sebagai kontrol positif dengan nilai IC50 2,88 ppm. Sedangkan dari hasil uji in vitro aktivitas sebagai antikanker Leukemia L1210 diperoleh data bahwa ekstrak n-butanol memiliki aktivitas daya hambat yang lebih aktif dibandingkan dengan ekstrak air dan etilasetat dimana nilai, sedangkan ekstrak air lebih aktif dari ekstrak etilasetat dengan nilai IC50 masing-masing untuk ekstrak n-butanol 10,37 ppm, ekstrak air 17,79 ppm dan etilasetat 22,60 ppm.

image007Manfaat penelitian ini untuk menggali potensi sumber daya alam Indonesia khususnya tanaman obat yang memiliki nilai farmakologi potensial dan nilai ekonomis yang tinggi sehingga bisa dimanfaatkan dalam dunia kedokteran dan kesehatan dalam mengobati penyakit kanker dan degereratif lainnya. Dari hasil penelitian ini dapat direkomendasikan bahwa tumbuhan sarang semut Hydnophytum cf. formicarum Jack memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi obat fitofarmaka yang terstandarisasi dengan dilakukan penelitian-penelitian lanjutan yang mendukung akan hal tersebut. (DIPA 2009)
Last Updated on Tuesday, 12 October 2010 05:07 http://www.biotek.lipi.go.id 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar