Selasa, 19 Oktober 2010

Program Studi Sarjana BIOLOGI Sekolah Ilmu & Teknologi Hayati (SITH)-Institut Teknologi Bandung



Abad 21 telah dinyatakan sebagai Abad Biologi karena penanganan berbagai masalah dan tantangan dalam bidang kesehatan, pangan, lingkungan dan energi akan membutuhkan latar belakang pengetahuan biologi yang kuat. Pengetahuan dan pendekatan aplikasi biologi, misalnya melalui bioteknologi, kini terus berkembang pesat untuk menjawab tantangan ini. Selain itu, Indonesia sebagai negara tropis memiliki potensi keragaman hayati (hewan, tumbuhan, mikroba) yang sangat tinggi, sehingga diperlukan kepakaran khusus untuk mempelajari, melestarikan, mengelola, dan memanfaatkan sumber daya hayati ini secara berkelanjutan.

Program Sarjana Biologi, salah satu program studi Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB, bertujuan untuk menghasilkan sarjana biologi unggul yang menguasai prinsip-prinsip pemersatu biologi, mampu menganalisis dan mengatasi permasalahan ilmu kehayatan dengan pemikiran dan pendekatan terkini, serta memiliki kompetensi pendukung untuk dapat bersaing, mengembangkan diri, dan menyesuaikan diri terhadap kemajuan IPTEK dan perkembangan masyarakat. Melalui kurikulum dan pendekatan pembelajaran yang selalu mengikuti perkembangan keilmuan, para lulusan akan siap bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional.  
Pendekatan pembelajaran pada program studi Biologi SITH didasarkan pada perkembangan ilmu biologi yang cenderung mengarah pada tingkat molekuler di satu sisi, dan pada tingkat biosfer di sisi yang lain. Walaupun tertuju pada obyek yang sangat berbeda dan membutuhkan pendekatan teknologi yang berbeda, keduanya memerlukan pengembangan yang didukung oleh riset-riset dengan skala yang mengglobal. Bioteknologi, bioinformatika, bioengineering, bionanoteknologi, biomonitoring, bioproses, biomanajemen adalah contoh-contoh pengembangan biologi. Jelas bahwa kepakaran biologi akan terus diperlukan untuk menangani berbagai masalah riil dan mendesak, antara lain karena:
  1. Pengetahuan tentang biologi tumbuhan, hewan dan mikroba menjadi pengetahuan dasar yang perlu diaplikasikan dalam pemenuhan kebutuhan pokok manusia, terutama pangan.
  2. Dengan krisis energi yang berkepanjangan, penelitian kini dialihkan untuk mencari sumber-sumber energi alternatif, termasuk energi dari sumber daya hayati (mis. biodiesel, bioetanol).
  3. Penanganan berbagai masalah lingkungan (mis. pemrosesan sampah organik, bioremediasi limbah/pencemaran, konservasi keragaman hayati) didasarkan pada pengetahuan tentang prinsip-prinsip biologi.
  4. Penanganan risiko lingkungan yang berasal dari agen biologis tentunya juga membutuhkan pengetahuan tentang aspek biologi dari agensia tersebut (mis. permasalahan terkini seperti flu burung, demam berdarah). Selain itu, biologi juga berperan penting dalam pengembangan ilmu kedokteran dan teknologinya (mis. embriologi, penanganan kanker, biomedical engineering).
http://www.sith.itb.ac.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar