Senin, 18 Oktober 2010

Jantung dan Pusat Akal Manusia

Jantung dan Pusat Akal Manusia
Pertanyaan:
Apakah pusat keimanan dan kesabaran manusia ada di
dalam jantung (Al-Qalbu) ? Dan jika demikian, maka
bagaimana keadaannya jika jantung itu dioperasi dan
digantikan dengan jantung buatan ? Dan apakah jantung
yang disebutkan di dalam Al-Qur'an dan Al-Sunnah sama
dengan jantung yang disebut dalam ilmu anatomi?
Jawaban:
Kami pernah meneliti permasalahan ini dan kami sudah menemukan
jawabannya. Sejak beberapa saat, kami mengutus seorang utusan ke Pusat
penelitian aktivitas jantung buatan di Amerika. Maka terjadilah dialog
sebagaiberikut:
Utusan kami: Kalau diperbolehkan, kami ingin bertemu dengan pasien (orang
yang baru diganti jantungnya dengan jantung buatan).
Para pakar jantung: Tidak boleh, Anda tidak diizinkan untuk mewawancarainya !!
Utusan kami: Kenapa tidak boleh, kami hanya ingin menemui dan bertanya
kepadanya ."
Maka para pakar jantung tersebut menolak dan terus menolaknya dengan keras.
Para pakar jantung: Informasi apa yang ingin anda peroleh dari pasien kami,
kami akan memberikannya kepada anda".
Utusan kami: Kalau Rabb kami Allah ta'alaa mengizinkan, maka informasi yang
kami peroleh akan menjadi bukti mukjizat kebenaran Al-Qur'an secara ilmiah dan
kami akan membicarakannya di waktu-waktu mendatang. Ini, insya Allah, akan
kalian saksikan dan kalian ketahui".
Maka kami pun menyepakati dan mengikuti. Dan ternyata di sana ada salah
seorang profesor dari Univ. Al-Mulk Abdul Aziz. Dia berkata kepadaku, "Apakah
anda belum mendengar informasi baru ?"
Utusan kami: Tentang apa?"
Profesor: Diberitakan di sebuah harian sejak 3,5 tahun yang lalu. Harian tersebut
mengatakan bahwa mereka telah berhasil mengungkap bahwa jantung bukan
hanya tempat bagi darah semata!!! Bahkan, juga merupakan pusat akal dan
berfikir manusia.
Utusan kami: Allahu Akbar, tunjukan kepada kami harian (koran) itu."
Maka kami pun menerima koran tersebut, dan sampai kini koran tersebut ada
padaku". Ini yang pertama.
Kemudian waktu pun berlalu, kami hadir di pusat penggantian jantung di
Yordania. Aku katakan bahwa negeri ini adalah negeri Arab, mungkin kita akan
lebih mudah insya Allah untuk mendapatkan informasi tentang hal itu. Dan
mungkin juga kita bisa melihat dengan mata kepala kita. Maka salah seorang
yang terus mengikuti pembicaraan ini berkata, "Apakah anda pernah mendengar
sebuah konferensi pers tentang orang pertama yang diganti jantungnya?"
Aku katakan, "Belum pernah."
Ia berkata, "Konferensi pers tersebut mengatakan bahwa andai anda bersama
dengan kami di dalam rumah tentu kalian akan melihat/menyaksikan perilaku ini ,
tentu kalian tidak mengira bahwa aku akan begini. Masih tersisa satu masalah,
akan tetapi hal itu di luar konteks pembahasannya.
Pagi hari ini, salah seorang dokter Saudi Arabia yang sedang sibuk konsentrasi
dalam penggantian jantung menghubungiku dan dirinya ingin kembali berbicara
tentang pembahasan yang tertinggal tersebut.
Maka aku pun menanyakannya: Aku ingin pembicaraan kita tentang perubahanperubahan
akal dan fikiran dan emosional yang terjadi, dan kemampuan untuk
memilih pada orang yang diganti jantungnya. Apa yang terjadi ?"
Dokter : Pertama, aku ingin katakan kepada anda satu informasi yang sedang
dihadapi para dokter yang melakukan penggantian jantung, bahwa jantung baru
yang dipasang pada tubuh pasien tidak memiliki emosi dan perasaan".
Saya berkata: maksudnya bagaimana?"
Dokter: "Orang yang dipasangi Jantung tersebut jika aku mendekatinya dengan
tiba-tiba, dia tidak merespon samasekali, seolah tidak ada sesuatu
mengancamnya, jantungnya seolah dingin tidak bisa mengirimkan merespon
apapun ke seluruh organ tubuhnya".
Aku berkata: Ini insya Allah akan mengungkap sejumlah hal yang merupakan
mukjizat Al-Qur'an dan akan menjelaskan apa yang selama ini kita teliti, sabarlah
sebentar, sebab masalah ini masih dalam permulaan dan mereka pun
mengatakan bahwa mereka telah berhasil mengungkap bahwa jantung, di
dalamnya terdapat hormon-hormon akal dan berfikir. Hormon inilah yang
mengirimkan perintah-perintah akal ke seluruh organ tubuh, dan sesungguhnya
jantung adalah pusat akal dan berfikir, danbukanlah sekedar tempat sirkulasi
darah semata. Allah benar-benar Maha Mengetahui, dan waktu yang kami
janjikan sudah dekat, insya Allah.
Allah berfirman:
Dan kami (Allah) telah jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin
dan manusia; mereka memiliki qulub (jantung) akan tetapi jantungnya tidak
mereka gunakan untuk memahami; mereka memiliki mata tapi tidak mereka
gunakan untuk melihat; dan mereka memiliki telinga akan tetapi tidak mereka
gunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka layaknya binatang ternak,
bahkan lebih rendah daripada itu, dan merekalah orang-orang yang lalai. (QS.
Al-A'raaf, 179)
( Sumber: Al-I'jaaz Al-Ilmiy fii Al-Qur'an wa Al-Sunnah ) ( 10122003M/14101424H
)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar