Senin, 18 Oktober 2010

Singapura Ingin Jadi Pusat Teknologi Ramah Lingkungan

Techno - Science
Singapura Ingin Jadi Pusat Teknologi Ramah Lingkungan
Selasa, 1 Juni 2010 - 20:21 wib

Achmad Senoadi - Koran SI

SINGAPURA - Singapura ingin menjadi produsen piranti pembangkit listrik tenaga matahari terbesar di dunia. Singapura menargetkan akan memproduksi berbagai piranti penangkap energi matahari seperti wafer, sel, dan panel surya. Bahkan, Singapura ingin menjadi pusat investasi, pengembangan dan pendidikan, serta pusat pasar karbon utama dunia. Pemerintah Singapura juga ingin secara bertahap berpindah dari negara pengguna energi terbesar di Asia menjadi lebih ramah lingkungan. Singapura juga akan menggarap potensi pasar barang dan jasa teknologi ramah lingkungan di Asia. "Kami percaya Asia akan menjadi pasar besar bagi produk dan solusi teknologi ramah lingkungan. Dan kita akan memastikan Singapura akan memasuki pasar ini secara totalitas," kata Direktur Teknologi Ramah Lingkungan, Dewan Pembangunan Ekonomi (EBD) Singapura Goh Chee Kiong, Selasa (1/6/2010). Singapura akan menghadapi kompetisi dari Jepang, Korea Selatan (Korsel) dan China. Saat ini, China merupakan produsen terbesar panel surya dan pasar utama pembangkit listrik tenaga baru (PLTB). Pemerintah India juga meningkatkan dukungannya atas energi terbarukan dan gedung ramah lingkungan. "Tingkat urbanisasi di Asia tercepat. Ini menciptakan beban tambahan pada kota-kota sehingga membutuhkan solusi ramah lingkungan," papar Goh.Untuk mensukseskan program ini, Pemerintah Singapura menjadikan sektor teknologi ramah lingkungan menjadi pilar utama negara. Saat ini, Singapura menjadi pusat jasa keuangan, petro kimia, semikonduktor, pendidikan, perkapalan, dan penerbangan. Sejak 2007, Pemerintah Singapura telah mengeluarkan berbagai instrumen invenstasi, insentif pajak dan insentif lainnya untuk mewujudkan keinginannya menjadi pusat aktivitas di Asia. Sektor teknologi ramah lingkungan Singapura mempekerjakan 10.000 orang dan akan ditingkatkan menjadi 18.000 orang pada 2015. Pemerintah Singapura telah menyediakan kawasan industri teknologi ramah lingkungan (REC). Kawasan ini berada di Tual dengan luas satu kilometer persegi dan telah mempekerjakan 1.200 orang. "Salah satu kriteria memilih Singapura adalah ketersediaan lahan," ujar Executive Vice President REC. (srn)

sumber : http://techno.okezone.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar