Senin, 07 Februari 2011

Usia Ibu dan Berat Badan Bayi Saat Lahir

Wanita dengan usia yang lebih tua cenderung melahirkan bayi dengan berat di atas rata-rata. Sementara itu, wanita muda cenderung melahirkan bayi yang kecil.

Wanita berumur 30 hingga 35 tahun berpotensi 6 persen melahirkan bayi berukuran besar. Pada umur lebih dari 40, potensi itu meningkat hingga 10 persen. Wanita 30-35 tahun hanya berpotensi melahirkan bayi kecil 4 persen.

Sementara itu, studi yang dilakukan oleh peneliti Rachel Bakker dari Erasmus Medical Center di Rotterdam, Belanda, juga mendapati kalau wanita berumur di bawah 25 berpotensi melahirkan bayi kecil 7 persen.

Di Belanda, bayi yang lahir memiliki berat rata-rata 3,5 kilogram. Para peneliti menetapkan bayi kecil adalah bayi dengan berat di bawah 2,5 kilogram, sedangkan bayi besar adalah bayi di atas 4,5 kilogram. Penelitian dilakukan terhadap 8.568 wanita asal Belanda yang melahirkan antara tahun 2002 hingga 2006.

Dari hasil studi itu, terbukti bahwa wanita berusia lebih tua lebih berpotensi melahirkan bayi dengan ukuran yang lebih besar, sedangkan wanita yang lebih muda berpotensi melahirkan bayi yang lebih kecil.

Bayi dengan pertumbuhan tidak normal dalam rahim berisiko mengalami komplikasi kelahiran yang lebih tinggi. Pada usia dewasanya, bayi tersebut berpotensi menderita diabetes dan penyakit jantung.

Di barat, jumlah wanita berumur yang memiliki bayi terus meningkat. Menurut hasil studi oleh Pew Research Center, 14 persen bayi dilahirkan oleh wanita yang berumur lebih dari 35 pada tahun 2008. Jumlah ini meningkat dari 9 persen pada tahun 1990. 

Para peneliti belum dapat mengetahui secara pasti sebab kelahiran bayi besar pada wanita yang lebih berumur.

Sementara itu, kaitan antara usia muda dengan kelahiran bayi yang kecil dapat dikaitkan dengan faktor sosial, seperti etnis, tingkat pendidikan, dan berapa kali seorang wanita pernah melahirkan sebelumnya. Faktor gaya hidup, seperti konsumsi makanan, merokok, dan konsumsi alkohol, juga berkaitan. 

Penelitian lain mengukapkan faktor lain yang mungkin juga berperan penting memengaruhi kelahiran pada bayi mereka.  "Masih perlu penelitian selanjutnya untuk klarifikasi," kata Bakker. (Stephanie Silitonga, sumber: Reuters)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar