Jumat, 11 Februari 2011

Saintis Biologi

Ernest Haeckel

Ernst Heinrich Philipp August Haeckel
(16 Februari 18349 Agustus 1919) ditulis juga von Haeckel, merupakan ahli biologi ternama dari Jerman, seorang naturalis, filsuf, dokter, profesor dan seniman, yang menemukan, menjelaskan, dan menamakan ribuan spesies baru, membuat peta pohon genealogi hubungan semua makhluk hidup, dan membuat istilah biologi baru, seperti filum, filogeni, ekologi, dan kingdom Protista. Haeckel menyebarluaskan karya Charles Darwin di Jerman, dan mengembangkan teori rekapitulasi yang kontroversial.
 Barbara Mc Clintock


Pada saat mempelajari pewarisan sifat pada tanaman jagung pada 1940-an, Barbara McClintock mendapati unsur genetik tertentu (segmen DNA) yang dapat bergerak pada satu lokasi kromosom. Gerak gen dari satu kromosom ke kromosom lain ini dikenal sebagai “transposon”. Gen-gen ini dapat mengacaukan, contohnya pada jagung india, transposon mengacaukan gen-gen pigmen dalam sel sehingga dihasilkan biji berbintik-bintik. Setelah tahun 70-an, trasposon ditemukan dalam E. coli dan era rekombinasi DNA dimulai. Pada tahun 1983, beliau menerima hadiah nobel untuk hasil kerjanya.

Beberapa bukti terakhir menunjukkan bahwa semua organisme yang sama dengan prokariota dan eukariota mempunyai trasposon. Ahli biologi lain telah menemukan transposon kopi dan tempel, yang menginggalkan kopian asli di belakang ketika bergerak. Jenis trasposon ini bertanggung jawab pada  proliferasi penanggulangan kacau DNA pada genom manusia. Transposon bereaksi dengan mutagen alami. Berkat penemuan beliau, transposon-transposon tersebut kini dapat membantu menimbulkan keanekaragaman genetik, merupakan faktor penting evolusi, bahan, transposon telah berimplikasi dalam penanganan beberapa kasus kanker. Barbara McClintock adalah salah satu ahli biologi terbaik pada abad ke-20 ini.
S.A Waksman
Selman Abraham Waksman ialah biokimiawan Amerika Serikat kelahiran Ukraina yang memenangkan Penghargaan Nobel Kedokteran pada 1952 atas penelitiannya mengenai streptomisin. Pada 1910, ia memperoleh diploma matrikulasinya dari Gymnasium Kelima di Odessa, Imperium Rusia. Setelah lulus, ia berimigrasi ke Amerika Serikat, di mana ia lulus dari Universitas Rutgers pada 1915 dengan gelar S.Si. dalam pertanian. Dia mengadakan penelitian dalam bakteriologi tanah di bawah Dr. J.G. Lipman di Stasiun Penelitian Pertanian New Jersey sebelum dianugerahi gelar M.Si. pada 1916
Di tahun yang sama Waksman menjadi warganegara yang dinaturalisasikan dan diangkat sebagai anggota peneliti di Universitas California, Berkeley di mana ia menerima Ph.D.-nya dalam biokimia pada 1918. Ia kemudian bergabung dengan fakultas itu di Bagian Biokimia dan Mikrobiologi; ia diangkat sebagai lektor kepala pada 1925 dan guru besar pada 1930. Pada 1940, ia menjadi Profesor dan KaBag Mikrobiologi. Di Rutgers-lah Waksman menemukan beberapa antibiotika, termasuk streptomisin pada 1943, dan neomisin pada 1948. Pada 1949, Waksman menjadi direktur Lembaga Mikrobiologi, berhenti dari jabatan itu pada 1958. Beberapa studi Waksman termasuk populasi mikrobiologis tanah, penguraian sisa tanaman dan hewan, dan pembentukan bakteri di laut dan perannya dalam biologi kelautan. Waksman juga bekas pimpinan Kelompok Mikrobiologi Amerika. Ia telah menerbitkan lebih dari 400 karya ilmiah dan 18 buku. 3 dari buku Waksman termasuk: Enzymes (1926), Principles of Soil Microbiology (1938), dan sebuah otobiografi My Life with the Microbes (1954).
Susumu Tonegawa
Susumu Tonegawa lahir di Nagoya, Jepang dan masuk ke Sekolah Tinggi Hibiya, Tokyo. Ia menerima gelar sarjana dari Universitas Kyoto pada tahun 1963. Ia menerima gelar doktor dari Universitas California, San Diego. Ia mengerjakan karya pascadoktoral di Salk Institute, San Diego, di laboratorium Renato Dulbecco, lalu bekerja di Lembaga Imunologi Basel, Basel, Swiss, di mana ia mengerjakan eksperimen imunologi. Pada tahun 1981, ia menjadi profesor di Institut Teknologi Massachusetts, mendirikan dan memimpin Picower Institute for Learning and Memory, MIT.

Ilmuwan Jepang yang memenangkan Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1987 untuk "penemuannya atas asas genetika untuk pembangkitan ragam antibodi." Meski memenangkan Hadiah Nobel untuk karyanya dalam imunologi, Tonegawa ialah seorang biolog molekuler yang dilatih. Di tahun-tahun terakhir, ia banting minat ke basis molekuler dan selular atas pembentukan memori.
Tonegawa terkenal karena menjelaskan mekanisme genetika dalam sistem kekebalan tiruan. Untuk mencapai keragaman antibodi yang diperlukan untuk melindungi terhadap tiap jenis antigen, sistem kekebalan akan memerlukan jutaan pengkodean gen untuk antibodi-antibodi yang berbeda, jika setiap antibodi dikodekan oleh 1 gen. Sebagai gantinya, seperti yang ditunjukkan Tonegawa dalam serangkaian penelitian yang berawal pada tahun 1976, materi genetik dapat menyusun diri untuk membentuk kesatuan luas antibodi yang tersedia. Membandungkan DNA sel B (sejenis sel darah putih) pada anak tikus dan tikus dewasa, ia mengamati bahwa gen dalam sel B dewasa pada tikus dewasa dipindahkan ke sekeliling, direkombinasi, dan dihilangkan untuk membentuk keragaman kawasan antibodi yang tersedia.
Ian Wilmut


Ian wilmut lahir pada tanggal 7 Juli 1944 di Hampton Lucey, Inggris. Wilmut dan timnya adalah yang pertama melakukan cloning terhadap mamalia menggunakan sel dewasa. Hasilnya adalah Dolly, doma finn dorset berjenis kelamin betina yang berasal dari sel domba dewasa.

Keberhasilan cloning ini mengejutkan kalangan ilmuwan dan mengundang perdebatan public mengenai etika dan tujuan percobaan tersebut. Diluar segala kontroversi tersebut, Wilmut adalah tokoh yang berhasil membuktikan bahwa pada dasarnya semua sel dapat digunakan untuk menghasilkan klona.
Robert Koch
Heinrich Hermann Robert Koch adalah seorang dokter Jerman. Dia menjadi terkenal setelah penemuan anthrax bacillus (1877), tubercle bacillus (1882), dan kolera bacillus (1883) dan pengembangan postulat Koch. Dia diberikan Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada 1905 dan dianggap sebagai pendiri bakteriologi.

Pada 1883, Koch bekerja dengan tim riset dari Prancis di Alexandria, Mesir, mempelajari kolera. Koch mengidentifikasi bakterium vibrio yang menyebabkan kolera, meskipun dia tidak pernah membuktikannya dalam eksperimen. Pada 1885, dia menjadi profesor higinitas di Universitas Berlin, dan kemudian, pada 1891, direktur di Institut Penyakit Menular (Institute of Infectious Diseases) yang baru didirikan, dia mundur dari posisi tersebut pada 1904. Dia kemudian mulai berkeliling dunia, mempelajari penyakit ini di Afrika Selatan, India, dan Jawa.
Kemungkinan sama pentingnya dengan penemuan tuberkolosis yang membuatnya dihargai penghargaan Nobel, adalah Postulat Koch, yang menyatakan bahwa untuk menandakan sebuah organisme sebagai penyebab penyakit, dia harus:
  • ditemukan dalam seluruh kasus penyakit yang diperiksa
  • dipersiapkan dan mempertahankan dalam culture murni.
  • mampu memproduksi infeksi asal, meskipn setelah beberapa generasi dalam culture
  • dapat diambil dari hewan terinokulasi dan di"culture" lagi.
Tapi setelah kesuksesannya kualitas dari risetnya menurun (terutama setelah kegagalan obat penyembuhan TBC-nya tuberculin), meskipun muridnya yang menggunakan metodenya berhasil menemukan organisme yang bertanggung jawab atas diphtheria, typhoid, pneumonia, gonorrhoea, cerebrospinal meningitis, leprosi, wabah bubonik, tetanus, dan syphilis.
Scott Sherrington

Sir Charles Scott Sherrington
(Islington, London, 27 November 1857 - Eastbourne, 4 Maret 1952) ialah seorang fisiolog saraf, histolog, bakteriolog, dan patolog Inggris. Belajar kedokteran di Universitas Cambridge, ia lulus pada tahun 1885. Kemudian ia melanjutkan studinya di Berlin bersama dengan Robert Koch dan Rudolf Virchow lalu ke Straßburg di bawah F. Goltz. Pada tahun 1876 Sherrington bergabung dengan St. Thomas Hospital, menjadi "murid abadi". Kemudian ia meninggalkannya untuk mengerjakan penelitian di Brown Institution, bagian kedokteran hewan di Universitas London. pada tahun 1895, ia diangkat sebagai profesor di Universitas Liverpool. Lalu ia menjadi guru besar fisiologi di Universitas Oxford pada tahun 1913. Ia menjadi Presiden Royal Society antara tahun 1920-1925. Sherrington menerima Knight Grand Cross Britania Raya pada tahun 1922 dan Order of Merit pada tahun 1924. Ia pensiun dari kehidupan akademik pada tahun 1936. Pada tahun 1932, ia dianugerahi Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran untuk karyanya di bidang neurofisiologi: lokalisasi fungsi korteks serebri, penelitian refleksologi, dll.
 Charles Robert Richet

Charles Robert Richet (lahir di Paris, 25 Agustus 1850 – meninggal 4 Desember 1935 pada umur 85 tahun) adalah seorang ahli ilmu faal Perancis yang memulai berbagai penelitian seperti neurokimia (kimia saraf), hal pencernaan, regulasi suhu pada hewan berdarah panas atau homeotermis. Ia diberi gelar profesor di bidang ilmu faal oleh Collège de France pada tahun 1887 dan menjadi anggota Académie de Médecine pada 1898. Pada 1914, ia bergabung dengan Académie des Sciences.








Charles Louis Alphonse Laveran
Charles Louis Alphonse Laveran (18 Juni 1845 - 18 Mei 1922) adalah seorang ahli patolog, dan parasitolog asal Prancis yang menemukan parasit penyebab malaria pada manusia. Untuk ini dan pekerjaan pada penyakit protozoa ia menerima Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1907.

Menamatkan pendidikan di fakultas kedokteran Strasbourg, ia menjadi dokter bedah selama Perang Perancis-Prusia (1870-1871) dan mempraktekkan dan mengajarkan militer pengobatan sampai 1897, di mana ia menjadi anggota Institut Pasteur, Paris. Selama menjadi dokter bedah militer di Aljazair pada 1880, Laveran menemukan penyebab malaria dalam otopsi yang diadakannya pada korban malaria. Ia menemukan organisme kausatif menjadi protozoa yang dinamainya Oscillaria malariae, meski namanya kemudian diganti Plasmodium.
Laveran memiliki pengaruh kuat dalam pengembangan penelitian dalam ilmu kedokteran tropis, mengadakan kerja yang berhasil pada tripanosomiasis, leishmaniasis, dan penyakit protozoa lainnya, sebagaimana pekerjaan pentingnya pada malaria. Ia mendirikan Laboratorium Penyakit Tropis di Institut Pasteur (1907) dan Societe de Pathologie Exotique (1908).
Hasil karya tulisan Laveran termasuk Trypanosomes et trypanosomiasis (dengan Felix Masnil; 1904); Traite des fievres palustres avec la description des microbes du paludisme (1884); dan Traite des maladies et epidemies des armees (1875).
 Alfred Russel Wallace
Dikenal sebagai seorang naturalis, penjelajah, pengembara, ahli antropologi dan ahli biologi dari Britania Raya. Ia terkenal sebagai orang yang mengusulkan sebuah teori tentang seleksi alam, dimana kemudian hari malah membuat Charles Darwin lebih terkenal dari dia dengan teorinya sendiri.

Dia banyak melakukan penelitian lapangan, di sungai Amazon di tahun 1846 saat ia masih berusia 23 tahun dan kemudian di Kepulauan Nusantara. Pada perjalanan antara tahun 1848 hingga tahun 1854, Ia tiba di Singapura. Selama delapan tahun kemudian (1854 - 1862)ia menjelajah berbagai wilayah di Nusantara. Dari penjelajahan itu, ia membukukannya ke dalam sebuah catatan yang berjudul The Malay Archipelago

Dalam penjelajahannya di bumi Nusantara ia menemukan sebuah garis imajiner yang membagi flora dan fauna di Indonesia menjadi dua bagian besar. Garis ini dikemudian hari dikenal sebagai Garis Wallace, dimana di satu bagiannya, bentuk flora dan faunanya masih mempunya hubungan dengan flora dan fauna dari Australia dan memiliki ciri-ciri yang sangat mirip. Sedangkan di bagian yang lainnya sangat mirip dengan flora dan fauna dari Asia. Ia dianggap sebagai ahli terkemuka di abad ke-19 dalam bidang penyebaran spesied binatang dan kadang-kadang dikenal sebagai Bapak dari Biogeografi Evolusi, sebuah kajian tentang spesies apa, tinggal dimana dan mengapa Ia adalah salah seorang dari pemikir revolusioner pada abad ke-19 dan memberikan banyak masukan kepada pembangunan "teori evolusi" selain juga salah seorang penemu dari "teori seleksi alam". Termasuk didalamnya adalah konsep keanekaragaman warna dalam dunia fauna, dan juga "Efek Wallace", sebuah kesimpulan tentang bagaimana seleksi alam dapat memberikan kontribusi pada keanekaragaman fauna.

Surat Wallace dari Ternate kepada Darwin itu kemudian dikenal sebagai Letter from Ternate. Surat itu menjadi terkenal karena disertai makalah yang diberi judul On the Tendency of Varieties to Depart Indefinitelty from the Original Type. Dari makalah itu, Wallace mengemukakan pemikirannya mengenai proses seleksi alam mempertahankan suatu spesies di dunia. Spesies yang mampu bertahan disebut Wallace sebagai hasil kelangsungan yang terbaik atau yang paling memiliki kemampuan bertahan tidak akan punah.
Itulah kerangka dasar pemahaman seleksi alam yang diletakkan Wallace saat itu. Akhirnya pemikiran itu menunjang teori evolusi yang dipopulerkan Darwin melalui bukunya The Origin of Species tahun 1859, satu tahun setelah penulisan makalah Wallace. Pada tanggal 1 Juli 1858, kawan-kawan Darwin, Charles Lyell dan Joseph Hooker, merekayasa pertemuan ilmiah di Linnean Society dan mendeklarasikan Darwin dan Wallace sebagai penemu dasar evolusi.
Prof.Dr.dr.Poerwo Soedarmo

Prof. Dr. dr. Poerwo Soedarmo (1904-2003) dikenal sebagai bapak gizi Indonesia. Ia berjasa memperkenalkan dan mengembangkan ilmu gizi di Indonesia. Ia juga pencetus slogan “Empat sehat lima sempurna”.

Poerwo Soedarmo menamatkan pendidikannya di Indisch Arts Stovia, Weltereden (1927), dan Ika Dai Gakko, Jakarta (1941). Setelah bertahun-tahun menjadi dokter umum, ia tertarik untuk mendalami ilmu gizi. Saat itu, ia sedang meneliti penyakit malaria di Post Graduate Institute di London (1949).

Ia kemudian mendalami ilmu gizi di Institute of Nutrition, Menila (1950). Untuk menangani ketertinggalan masalah gizi masyarakat Indonesia, Dr. J. Leimena (menteri kesehatan saat itu) mengangkat Poerwo Soedarmo sebagai kepala lembaga makanan rakyat (1952)


Gabriel Fallopio


Gabriel Fallopio (1523-1562) adalah seorang ahli medis dan anatomi terkenal di abad 16. Selain itu, ia juga memperoleh gelar di bidang botani. Terutama meneliti tentang penyakit di bagian kepala, seperti penyakit di telinga dan kepala. Fallopio juga mempelajari organ-organ seksual pada pria maupun wanita dan mendeskripsikan tuba fallopi. Ia mengusulkan penggunaan kondom setelah melakukan penelitian tentang penyakit sifilis. Bukunya yang berjudul “Anatomy” diterbitkan pada tahun 1561. Kebanyakan karyanya diterbitkan setelah dia tiada.
                          Dr.Karl Landsteiner


Pada tahun 1900, Dr. Karl Landsteiner menemukan berbagai tipe darah manusia. Jika tipe darah yang berbeda dicampurkan, akan terjadi penggumpalan sel darah merah yang dapat menyebabkan kematian saat transfusi.

Pada tahun 1930, beliau mendapatkan hadiah nobel pada bidang kesehatan, atas hasil karyanya dalam menentukan dasar klasifikasi modern darah. Berkat jasanya dalam memberikan kemudahan dalam proses transfusi, angka kematian saat transfusi berlangsung dapat ditekan
Eric Richard Kandel


Eric Richard Kandel (1929), adalah seorang psikiater, ahli syaraf, serta professor biokimia dan biofisika di unifersitas Columbia.dia memenangkan penghargaan nobel untuk risetnya dalam bidang psikologi tentang dasar penyimpangan memori did ala neuson. Ia telah menulis banyak karya tentang psikoanalisis yang dikombinasikan dengan neurobiology. Kandel juga telah membantu menulis buku, misalnya Principles of Neural Science.Kandel menerima gelar kehormatan dari Sembilan universitas dan belasan penghargaan di bidang ilmu saraf, biokimia, dan psikologi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar