Minggu, 20 Februari 2011

OSTEOARTHRITIS


Osteoartritis juga dikenal dengan nama osteoartrosis, terjadi ketika tulang rawan pada sendi mulai melemah. Osteoartritis ini dapat terjadi pada sendi manapun di sekujur tubuh kita, tetapi sendi yang biasa terkena antara lain pada siku tangan, kaki, tulang belakang (spine) dan sendi yang menahan berat yang besar, seperti pinggul-pinggul dan lutut-lutut.
Osteoarthritis adalah tipe dari arthritis yang disebabkan oleh kerusakan atau penguraian dan akhirnya kehilangan tulang muda (cartilage) dari satu atau lebih sendi-sendi. Cartilage adalah senyawa protein yang melayani sebagai “bantal” antara tulang-tulang dari sendi-sendi. Osteoarthritis juga dikenal sebagai degenerative arthritis. Ketika penyebab dari osteoarthritis diketahui, kondisinya dirujuk sebagai osteoarthritis sekunder. Osteoarthritis adakalanya disingkat sebagai OA.
Osteoarthritis primer kebanyakan dihubungkan pada penuaan. Dengan menua, isi air dari cartilage meningkat, dan susunan protein dari cartilage degenerasi. Akhirnya, cartilage mulai degenerasi dengan mengelupas atau membentuk crevasses yang kecil. Pada kasus-kasus yang telah lanjut, ada kehilangan total dari bantal cartilage antara tulang-tulang dari sendi-sendi. Penggunaan yang berulangkali dari sendi-sendi yang terpakai dari tahun ke tahun dapat mengiritasi dan meradang cartilage, menyebabkan nyeri dan pembengkakan sendi. Kehilangan dari bantal cartilage menyebabkan gesekan antara tulang-tulang, menjurus pada nyeri dan pembatasan dari mobilitas sendi. Peradangan dari cartilage dapat juga menstimulasi pertumbuhan-pertumbuhan tulang baru (spurs/osteophytes) yang terbentuk sekitar sendi-sendi. Osteoarthritis adakalanya dapat berkembang dalam banyak anggota-anggota dari keluarga yang sama, menyiratkan basis yang diturunkan (genetik) untuk kondisi ini.
Osteoarthritis sekunder disebabkan oleh penyakit atau kondisi lainnya. Kondisi-kondisi yang dapat menjurus pada osteoarthritis sekunder termasuk kegemukan, trauma atau operasi yang berulangkali pada struktur-struktur sendi, sendi-sendi abnormal waktu dilahirkan (kelainan-kelainan congenital), gout, diabetes, dan penyakit-penyakit hormon lain

.


Kegemukan menyebabkan osteoarthritis dengan meningkatkan tekanan mekanik pada cartilage. Nyatanya, setelah penuaan, kegemukan adalah faktor risiko yang paling kuat untuk osteoarthritis dari lutut-lutut. Perkembangan yang dini dari osteoarthritis dari lutut-lutut diantara atlet-atlet angkat besi dipercayai adalah sebagaian disebabkan oleh berat badan mereka yang tinggi. Trauma yang berulangkali pada jaringan-jaringan sendi (ligamen-ligamen, tulang-tulang, dan cartilage) dipercayai menjurus pada osteoarthritis dini dari lutut-lutut pada pemain-pemain bola.
Endapan-endapan kristal pada cartilage dapat menyebabkan degenerasi cartilage dan osteoarthritis. Kristal-kristal asam urat menyebabkan arthritis pada gout, sementara kristal-kristal calcium pyrophosphate menyebabkan arthritis pada pseudogout.
Beberapa orang-orang dilahirkan dengan sendi-sendi yang terbentuk abnormal (kelainan-kelainan congenital) yang rentan terhadap pemakaian/pengikisan mekanik, menyebabkan degenerasi dan kehilangan cartilage (tulang rawan) sendi yang dini. Osteoarthritis dari sendi-sendi pinggul umumnya dihubungkan pada kelainan-kelainan struktural dari sendi-sendi ini yang telah hadir sejak lahir.
Gangguan-gangguan hormon, seperti diabetes dan penyakit-penyakit hormon pertumbuhan, juga berhubungan dengan pengikisan cartilage yang dini dan osteoarthritis sekunder.
Gejala-gejala OA :
  1. Persendian terasa kaku dan nyeri apabila digerakkan.
    Pada mulanya hanya terjadi pada pagi hari, tetapi apabila dibiarkan akan bertambah buruk dan menimbulkan rasa sakit setiap melakukan gerakan tertentu, terutama pada waktu menopang berat badan, namun bisa membaik bila diistirahatkan. Pada beberapa penderita, nyeri sendi dapat timbul setelah istirahat lama, misalnya duduk di kursi atau di jok mobil dalam perjalanan jauh. Terkadang juga dirasakan setelah bangun tidur di pagi hari.
  2. Adanya pembengkakan/peradangan pada persendian.
  3. Persendian yang sakit berwarna kemerah-merahan.
  4. Kelelahan yang menyertai rasa sakit pada persendian.
  5. Kesulitan menggunakan persendian.
  6. Bunyi pada setiap persendian (crepitus). Gejala ini tidak menimbulkan rasa sakit, hanya rasa tidak nyaman pada setiap persendian (umumnya lutut).
  7. Perubahan bentuk tulang. Ini akibat jaringan tulang rawan yang semakin rusak, tulang mulai berubah bentuk dan meradang, menimbulkan rasa sakit yang amat sangat.
Ada beberapa terapi yang dapat dilakukan untuk menangani Osteoarthritis, antara lain sebagai berikut:

Terapi pada pasien dengan osteoarthritis dapat delompokkan dalam 2 kategori, yakni terapi non-farmakologi dan terapi farmakologi. Terapi non-farmakologi berfungsi untuk mengurangi beban pada sendi sehingga sendi tidak terlalu berat menerima tekanan dan diharapkan proses peradangan pada sendi tersebut akan berkurang. Terapi farmakologi lebih difokuskan untuk mengurangi nyeri dan peradangan sendi sambil memperbaiki dan memelihara fungsi sendi.
Latihan fisik biasanya tidak memperburuk osteoarthritis jika dilakukan pada tingkat-tingkat yang tidak menyebabkan nyeri sendi. Latihan bermanfaat pada osteoarthritis dalam beberapa cara-cara. Pertama, ia menguatkan dukungan otot sekitar sendi-sendi. Ia juga mencegah sendi-sendi dari “membeku” dan memperbaiki dan memelihara mobilitas sendi. Akhirnya, ia membantu dengan pengurangan berat badan dan memajukan daya tahan. Mengaplikasikan panas lokal sebelum dan bungkusan-bungkusan dingin setelah latihan dapat membantu membebaskan nyeri dan peradangan. Berenang terutama cocok sekali untuk pasien-pasien dengan osteoarthritis karena ia mengizinkan pasien-pasien untuk latihan dengan tekanan benturan yang minimal pada sendi-sendi. Latihan-latihan populer lain termasuk jalan kaki, bersepeda stasioner, dan latihan beban ringan.
Mengistirahatkan sendi-sendi yang luka mengurangi tekanan pada sendi-sendi dan membebaskan nyeri dan bengkak. Pasien-pasien diminta hanya untuk mengurangi intensitas dan/atau frekwensi dari aktivitas-aktivitas yang secara konsisten menyebabkan nyeri sendi.
Pada banyak pasien-pasien dengan osteoarthritis, pembebas-pembebas nyeri yang ringan seperti aspirin dan acetaminophen mungkin adalah perawatan yang mencukupi. Karena acetaminophen mempunyai lebih sedikit efek-efek sampingan pencernaan daripada NSAIDS, terutama diantara pasien-pasien agak tua, acetaminophen umumnya adalah obat awal yang lebih disukai yang diberikan pada pasien-pasien dengan osteoarthritis. Obat yang untuk mengendurkan otot-otot dalam spasme mungkin juga diberikan sementara. Cream-cream ntuk membebaskan nyeri yang diaplikasikan pada kulit diatas sendi-sendi dapat menyediakan pembebasan dari nyeri arthritis yang minor. Perawatan-perawatan baru termasuk lotion anti peradangan, yang digunakan untuk pembebasan dari nyeri osteoarthritis.
Nonsteroidal antiinflammatory drugs (NSAIDs) adalah obat-obat yang digunakan untuk mengurangi nyeri dan peradangan pada sendi-sendi. Contoh-contoh dari NSAIDs termasuk aspirin dan ibuprofen. Saat ini obat pilihan pertama yang digunakan dalam terapi osteoarthritis adalah natrium diklofenak. Adakalanya adalah mungkin untuk menggunakan NSAIDs untuk sementara dan kemudian menghentikan mereka untuk periode-periode waktu tanpa gejala-gejala yang kambuh, dengan demikian mengurangi risiko-risiko efek sampingan.
Efek-efek sampingan yang paling umum dari NSAIDs termasuk kesusahan pencernaan, seperti gangguan lambung, diare, borok-borok (ulcers) dan bahkan perdarahan. Risiko dari ini dan efek-efek sampingan lain meningkat pada orang-orang agak tua. NSAIDs yang lebih baru yang disebut COX-2 inhibitors telah didisain yang mempunyai lebih sedikit keracunan pada lambung dan usus-usus besar. Karena gejala-gejala osteoarthritis bervariasi dan dapat menjadi sebentar-sebentar, obat-obat ini mungkin diberikan hanya ketika nyeri-nyeri sendi terjadi atau sebelum aktivitas-aktivitas yang secara tradisi telah mengakibatkan gejala-gejala.
Sementara cortisone oral umumnya tidak digunakan dalam merawat osteoarthritis, ketika disuntikan secara langsung kedalam sendi-sendi yang meradang, ia dapat secara cepat mengurangi nyeri dan memulihkan fungsi. Untuk nyeri yang hebat dari osteoarthritis lutut yang parah dan  tidak merespon pada pengurangan berat badan, latihan, atau obat-obat, rangkaian suntikan-suntikan dari asam hyaluronat kedalam sendi dapat adakalanya berguna, terutama jika operasi tidak sedang dipertimbangkan. Asam hyaluronat ini tampaknya bekerja dengan untuk sementara waktu memulihkan kekentalan dari cairan sendi, mengizinkan pelumasan sendi dan kemampuan benturan yang lebih baik, dan mungkin dengan mempengaruhui secara langsung penerima-penerima (receptors) nyeri.
Operasi umumnya dicadangkan untuk pasien-pasien dengan osteoarthritis yang terutama parah dan tidak merespon pada perawatan-perawatan konservatif. Osteotomy adalah prosedur pengeluaran tulang yang dapat membantu meluruskan kembali beberapa dari keadaan cacat (deformity) pada pasien-pasien yang dipilih, umumnya mereka yang dengan penyakit lutut. Pada beberapa kasus-kasus, sendi-sendi yang merosot (degenerasi) dengan parah paling baik dirawat dengan fusion (arthrodesis) atau penggantian dengan sendi tiruan (arthroplasty).

Selain itu, ada pula suplemen alami yang cocok dan manjur dalam mengatasi Osteoarthritis ini yaitu sebagai berikut:

Dua suplemen kesehatan alami yang paling populer untuk perbaikan tulang rawan adalah glucosamine (glukosamin) dan Chondroitin (kondroitin) sulfate. Keduanya merupakan komponen utama dari sendi tulang rawan dan dapat membantu mencegah degenerasi tulang rawan dan mengobati osteoarthritis..
Glucosamine
Glucosamine adalah amino monosakarida yang ditemukan pada kitin, glikoprotein dan glikosaminoglikan. Glikoprotein, dikenal sebagai proteoglikan yang merupakan bentuk dasar matriks ekstraseluler dari jaringan penyambung. Glucosamine secara alami diproduksi oleh tubuh, tetapi pada penderita osteoartritis produksinya berkurang. Glucosamine efektif untuk memperbaiki kerusakan sendi sehingga dapat mengurangi rasa nyeri. Secara biokimia, glucosamine merupakan hasil metabolisme glikoprotein.
Glikoprotein, diketahui sebagai proteoglikan, merupakan bentuk dasar pada matriks ekstraseluler dari jaringan penyambung. Glucosamine efektif untuk pemulihan tulang rawan sendi dan memperbaiki kerusakan sendi. Peningkatan konsentrasi glucosamine dalam plasma darah dapat meningkatkan kadar glucosamine pada cairan sinovial. Sesuai dengan hipotesa, persendian memiliki afinitas yang besar terhadap glucosamine dan memiliki kemampuan untuk menyimpan glucosamine lebih baik daripada jaringan yang bukan persendian. Cepat terserap pada saluran cerna. Cepat terakumulasi di hati dan sendi. Di metabolisme di hati dan diekskresikan melalui urin, feses, dan paru (ekskresi melalui air susu masih belum diketahui).
Chondroitin Sulfat
Chondroitin sulfat adalah senyawa glikosaminoglikan tersulfasi yang tersusun dari rantai gula yang saling bergantian (N-asetilgalaktosamin dan asam glukoronat). Chondroitin sulfat biasanya dijumpai berikatan dengan protein sebagai bagian dari proteoglikan.
Chondroitin sulfat adalah senyawa penyusun penting tulang rawan, dan memberi tulang rawan kemampuan untuk bertahan terhadap tekanan/kompresi. Kurangnya jumlah Chondroitin sulfat pada tulang rawan dapat mengakibatkan osteoartritis. Bersama dengan glucosamine, Chondroitin sulfat seringkali digunakan dalam formulasi suplemen makanan untuk mengobati osteoartritis.
Jika digabungkan, Glucosamine dan Chondroitin sulfate dapat menjadi suplemen sendi alami yang sangat membantu. Glucosamine umumnya diperoleh dari cangkang lobster, udang dan kepiting. Seseorang yang alergi terhadap kerang-kerangan sebaiknya berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan suplemen ini. Di sisi lain, Chondroitin sulfate, biasanya berasal dari tulang rawan ikan hiu atau daging sapi, atau dapat juga diproduksi secara sintetis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar