Jumat, 25 Februari 2011

Haus Berlebihan, Bahayakah?

Haus berlebihan merupakan gejala umum yang sering dikeluhkan anak. Tapi hal ini harus diwaspadai, karena haus berlebihan bisa jadi merupakan gejala penyakit serius.

Memang, haus berlebihan sering terjadi pada anak dan kebanyakan orangtua cenderung mengabaikan gejala-gejala tersebut. Para orangtua sering menganggap haus berlebihan karena anaknya terlalu aktif bermain di luar rumah, sehingga menyebabkan dehidrasi.

Namun, gejala ini mungkin lebih daripada yang terlihat. Haus berlebihan yang terjadi pada anak-anak bisa menjadi indikator yang mendasari gangguan atau penyakit serius.

Seperti dilansir dari Buzzle, Rabu (26/5/2010), berikut berbagai penyebab haus berlebihan yang terjadi pada anak:

1. Diabetes Mellitus


Salah satu penyebab paling umum kehausan berlebihan adalah diabetes. Diabetes mellitus ditandai oleh triad klasik polifagia (kelaparan yang berlebihan), polidipsia (haus yang berlebihan) dan poliuria (buang air kecil yang berlebihan).

Gejala-gejala ini terlihat karena kelebihan glukosa dalam aliran darah. Ini adalah diabetes tipe 1 yang terjadi pada anak-anak dan juga dikenal sebagai insulin dependent diabetes.

Hal ini terjadi karena insulin yang memproduksi sel-sel beta pada pulau Langerhans di pankreas dihancurkan, karena orang tidak cukup memproduksi insulin dalam tubuh.

Jenis diabetes ini juga dikenal sebagai juvenile diabetes (diabetes remaja), seperti yang terlihat pada anak-anak.

2. Diabetes insipidus

Diabetes insipidus adalah suatu kondisi yang mana terdapat kekurangan hormon anti-diuretik atau ketidakpekaan terhadap ginjalnya. Hormon anti-diuretik hormon yang bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal ke ginjal dan butuh menyerap air sebanyak mungkin.

Jadi, gejala orang yang menderita diabetes insipidus adalah sering buang air kecil pada anak. Hal ini menyebabkan hilangnya banyak cairan dari tubuh, yang pada gilirannya, menyebabkan rasa haus yang berlebihan pada anak.

3. Dehidrasi

Dehidrasi adalah suatu kondisi hilangnya banyak cairan dari tubuh. Salah satu penyebab paling umum dehidrasi pada anak adalah infeksi virus, yang menyebabkan demam tinggi, muntah dan diare. Apabila kondisi kekurangan cairan ini dibiarkan dalam beberapa hari maka dapat timbul dehidrasi berat yang memerlukan penanganan medis.

Penyebab lain dari dehidrasi anak seperti infeksi bakteri dan parasit, yang dapat menyebabkan hilangnya banyak cairan dalam bentuk diare.

4. Lemah jantung

Penyebab lain haus yang berlebihan pada anak seperti adanya gagal jantung kongestif, yaitu lemah jantung sehingga tidak dapat memompa darah dan oksigen.

Tidak cukupnya darah dan oksigen mencapai organ menimbulkan semacam upaya untuk anak pada tahap ini. Kadang-kadang, kurang volume darah dalam tubuh, yang dikenal sebagai hipovolemia, juga dapat menyebabkan rasa haus berlebihan.

5. Penyakit ginjal

Jika jumlah cairan yang masuk pada tubuh anak tidak sebanding dengan jumlah yang dikeluarkan melalui buang air kecil, maka kemungkinan anak akan menderita penyakit ginjal.

Ginjal memiliki sistem filtrasi alami. Bila terjadi gangguan pada ginjal, ginjal akan memproduksi banyak urine yang sangat encer. Hal ini karena ginjal tidak melakukan tugasnya dengan baik, yaitu mempertahankan dan menyerap air sebanyak mungkin.

Gejala lain penyakit ginjal seperti haus berlebihan, buang air berlebihan dan juga rasa terbakar di kandung kemih.


http://health.detik.com/
http://benpintermasak.blogspot.com/ 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar