Kamis, 03 Februari 2011

Puncak Kelemahan Manusia: Mati, Tua, Sakit Dan Kekuatan Alam

Oleh: Tgk. Muhammad Aminullah, S. Sos. I, Dosen Dakwah Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam STAI Al-Aziziyah Samalanga dan Mahasiswa Master Program Kosenterasi Ilmu Dakwah Pasca Sarjana IAIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Manusia sangat takut atas penderitaan. Penderitaan ini merupakan sebuah takdir Tuhan yang tidak diketahui oleh manusia. ketidaktahuan manusia merupakan sebuah titik kelemahan pada diri manusia, maka manusia sangat ditakuti atas takdir tersebut. Adapun titik kelemahan yang ada pada manusia secara garis besar ada empat yaitu mati, tua, sakit dan kekuatan alam seperti gempa bumi, banjir, longsor, gunung berapi dan lainnya yang bersifat bencana alam.
Sebenarnya jika dikaji yang lebih mendalam, inti dari kelemahan pada manusia hanyalah satu yaitu mati. Mengapa demikian, karena takut kepada sakit, tua dan bencana alam, semua ini membawaki kepada kematian. Mati dapat dijadikan sebuah tantangan besar dalam kehidupan manusia yang menyebabkan keterhentian aktifitas kehidupan yang telah dirancang sedemikian rupa dengan berbagai program dan target yang dicapai.
Kehidupan merupakan sebuah ironi, diberikan tanpa permintaan. Manusia ingin mencintai kehidupan sejak lahir, namun sangat menyakitkan saat dihadapkan kepada perkara batas akhir kehidupan. Lazimnya disebut kematian. Kematian ini senang atau tidak namun harus dijalani oleh setiap manusia. Menurut Goethe, pengalaman yang paling misterius yang selalu menghantui eksistensi manusia adalah kelahiran dan kematian yang dijadikan harus dilalui oleh setiap manusia.  Dapat dipahami pula bahwa kematian merupakan keruntuhan mendadak, yang datang dari luar dan tidak berwarna. Pengalaman kehidupan yang telah diperjuangkan dan dibina yang membebani dengan hati-hati dan indah selama hidup hanya diakhiri dengan pengalaman asing, bahkan tidak terpahamkan sama sekali.
Hanyalah ada satu hal yang bisa membentengi atau melepaskan diri dari rasa takut atas kelemahan yang ada pada manusia yaitu keimanan yang benar kepada Tuhan. Keteguhan iman dapat memindahkan kepada kehidupan yang lebih abadi dan mendapatkan kenikmatan yang banyak serta kasih sayang Tuhan kepadanya. Jelas terlihat bahwa yang takut kepada mati adalah orang yang tidak kuat imannya, karena takut kepada azab yang dihadapi ketika sudah mati, bahkan tidak mendapatkan kasih sayang dari Tuhannya.  Dapat dipahami bahwa orang yang takut mati adalah orang yang rendah imannya, disebabkan banyak dosanya. Sedangkan orang yang tidak takut kepada mati adalah orang yang imannya kuat, sehingga menyakini takdir adalah pemberian Tuhan yang mempunyai hikmah yang banyak dari Tuhannya.
Sebenarnya yang perlu ditakuti hanyalah kepada Tuhan, ini lah hal yang paling penting ditingkatkan untuk menjadi ketenangan jiwa manusia. Takut kepada Tuhan akan mendorongnya untuk bertakwa, mencari keridhaan, mengikuti petunjuk, meninggalkan larangan, mengerjakan perintahnya, bahkan berkelakuan sosial yang baik dan bijaksana antara sesama manusia. Kelemahan manusia kepada mati, sakit, tua dan bencana alam bisebabkan dihantui oleh rasa takut. Maka imanlah yang menjadi penenang terhadap rasa takut kepadanya.

http://al-aziziyah.com/ 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar