Rabu, 02 Februari 2011

Lada

 lada.jpg
LADA

Famili :  Piperaccae

NAMA SIMPLISIA : Piperis nigri Fructus; Buah Lada hitam. Piperis albae Fructus; Buah Lada putih.


Daerah :  Sahang, Merica,

  

Sifat Kimiawi :   Mengandung minyak lada (berbau phellandren), alkaloida (piperine), minyak lemak, chavisin dan pati.


Efek Farmakologis : Dalam pengobatan China memiliki rasa pedas, hangat, sedikit pahit dan anti piretik. Penyegar dan penghangat badan, merangsang semangat, merangsang keluarnya keringat dan obat sesak napas.

 Zat Aktif – Kamfeina : merangsang timbulnya kejang; Boron : merangsang keluarnya hormon, androgen dan estrogen, mencegah keroposnya tulang; Calamene : Merangsang semangat; Carvacrol : menghambat prostagladin, penyegar, relaksasi otot, menghilangkan kelelahan; Chavicine : merangsang semangat.


Wilayah :
Tanaman ini biasa ditanam di halaman dan di kebun yang bertanah gambur dan subur. Biasanya sering dijumpai di daerah Bangka, Lampung, Kalimantan dan Aceh. Tanaman ini merupakan tanaman untuk bumbu ataupun obat-obatan.
 
Deskripsi:
Tanaman herba tahunan, memanjat. Batang bulat, beruas, bercabang, mempunyai akar pelekat, warna hijau kotor. Daun tunggal, bulat telur, pangkal bentuk jantung, ujung runcing, tepi rata, panjang 5-8 cm, lebar 2-5 cm, pertulangan menyirip, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk bulir, menggantung, panjang 3,5-22 cm, warna hijau. Buah buni, bulat, buah muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna merah.

Kandungan kimia :
Buah pada tanaman ini mengandung zat-zat : Piperin, piperidin, pati, protein, lemak, asam-piperat, chavisin dan minyak terbang (felanden, kariofilen, terpen-terpen)



Bagian tanaman yang digunakan :  Akar dan Biji.

Cara Budidaya : Menggunakan biji dan setek, cukup sinar matahari dan agak terlindung.


Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT KHAS Pedas, menghangatkan, dan melancarkan peredaran darah. KHASIAT Karminatif, diaforetik, diuretik, dan analgesik. 
PENELITIAN Nurendah P. Subanu, Bambang Wahjoedi, Oswald T. Tampubolon, dkk. Pusat Penelitian Farmasi, Badan LITBANGKES DEPKES, telah melakukan penelitian pengaruh buah Lada dan buah Cabai Jawa, terhadap kehamilan mencit. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata buah Lada dan buah Cabai Jawa pada takaran yang cukup besar, dapat menyebabkan resorpsi janin mencit. 
Errasmus S., Sasmitadimedja, Adjad S., dkk. Bagian Farmakologi, FK UNPAD, telah melakukan penelitian infus buah Lada terhadap efek menghilangkan rasa nyeri pada mencit. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata pemberian per oral infus dengan takaran 500 mg/kg bb, menyebabkan perpanjangan waktu reaksi (PWR), sama dengan PWR untuk parasetamol den gan takaran 250 mg/kg bb, dan lebih pendek dari PWR untuk metamizol dengan takaran 250 mg/kg bb. 
Sunaryo Sarwono,1988. Fakultas Farmasi, UGM. Pembimbing: Drh. Daryono, M.Sc. Ph.D., dan Dr. C.J. Soegihardjo, Apt. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian seduhan serbuk buah Lada hitam terhadap hepatotoksisitas parasetamol pada mencit jantan. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata seduhan serbuk Lada hitam pada dosis 305,76 mg/kg bb yang diberikan secara bersama-sama dengan pemberian parasetamol dosis 250 mg/kg bb dapat menghambat proses hepatotoksis pada mencit.


Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.

Asam urat : Digunakan bersama sambiloto, temulawak, komprey

Sakit kepala : Digunakan bersama Jahe dan bahan lain.

Sebagai karminatif : Dosis 300 – 600 mg, disedu dan diminum

Campuran Obat

Mengusir serangga dari ruang tertutup : Daun lada kering ditaruh dilemari

Aphrodisiak : digunakan bersama ramuan lain

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar