Selasa, 01 Februari 2011

Ayo Kenali Sinusitis

Menurut dr. Armelia, SpTHT, ahli THT dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta mengatakan sinusitis adalah infeksi yang terjadi di rongga sinus. Rongga sinus merupakan suatu rongga berdinding tulang yang di dalamnya berisi udara.
Sinusitis memiliki gejala yang mirip dengan flu. Hal tersebut menyebabkan orang yang menderitanya menganggap hanya menderita penyakit flu biasa. Sinusitis jarang menyerang bayi, hal ini disebabkan karena pada bayi, beberapa sinus belum berkembang.
Manusia memiliki beberapa sinus. Di antaranya :
  1. Sinus maxillary (di pipi), baru berkembang pada umur 4 – 5 tahun
  2. Sinus ethmoid (antara kedua mata), berkembang pada umur 8 – 10 tahun
  3. Sinus frontal (di dahi), berkembang setelah seseorang berusia belasan tahun
  4. Sinus sphenoid (di belakang mata)
Sinusitis dapat mengenai salah satu sinus, bahkan juga lebih. Dikatakan memiliki sinusitis akut apabila kejadiannya masih berada di bawah 2 minggu. Dan dikatakan kronik jika telah terjadi lebih dari 3 bulan.
Sinusitis akut ditandai dengan gejala panas badan, demem, nyeri pada bagian sinus yang terkena infeksi, pilek, ingus kental kuning kehijauan, lender mengalir ke tenggorokan, flu berat, dan sakit kepala. Pengobatan yang biasa diberikan bagi penderita sinusitis akut biasanya berupa antibiotic, obat penghilang pembengkakan, dan obat pengencer lendir.
Sinusitis kronik memiliki gejala ingus berbau, lendir mengalir ke tenggorokan secara terus menerus, kadang-kadang disertai batuk yang berkepanjangan, dan sakit kepala yang tidak hilang walaupun sudah diberi obat. Pengobatan untuk penderita yang mengalami sinusitis kronik sama halnya dengan pengobatan yang dilakukan bagi penderita sinusitis akut, namun ditambah fisioterapi. Bila dalam 2 minggu tidak ada perbaikan, maka perlu dipertimbangkan tindakan operasi melalui bedah endoskopi sinus / FESS – Fungctional Endoscopic Sinus Surgery. Operasi dilakukan melalui lubang hidung, sehingga jangan khawatir akan menimbulkan bekas sayatan pada kulit. Rata-rata waktu operasi yang diperlukan adalah 1 – 2 jam. Setelah operasi, penderita perlu dirawat selama sehari. Dan setelah 4 hari, penderita diwajibkan kontrol, untuk membuka tampon yang terpasang di rongga hidung. Selanjutnya, seminggu sekali penderita dapat melakukan kontrol seminggu sekali untuk membersihkan darah beku yang masih tersisa.
Sinusitis dapat terjadi karena:
Bakteri, jamur, virus, dan alergi
Flu yang berkepanjangan dapat mengakibatkan lender dari hidung masuk ke dalam rongga sinus. Lendir yang masuk ke rongga sinus tidak dapat lagi keluar ke rongga hidung, karena lubang yang menghubungkan antara rongga hidung dan rongga sinus tertutup akibat rongga hidung penderita flu membengkak. Lendir ini akan menimbulkan infeksi, sehingga disebut sebagai sinusitis.
Seseorang yang memiliki bakat sinus. Adanya kelainan anatomi saluran antara rongga sinus dengan hidung. Ada beberapa orang yang memiliki saluran hidung dan rongga sinus yang sempit (osteo metal kompleks). Namun tidak dipungkiri juga seseorang yang menderita osteo metal kompleks akan selalu terkena penyakit sinusitis.

Seseorang yang menderita osteo metal kompleks lebih rentan terkena sinusitis jika ia menderita alergi. Karena alergi membuat hidung sering kali mengeluarkan lendir. Jika serangan alergi cukup sering terjadi, sementara ia memiliki saluran antara rongga sinus dengan hidung sempit, maka resiko masuknya lendir ke dalam rongga sinus sangat besar.
Sinusitis perlu diatasi karena mudah kambuh, terutama bagi mereka yang menderita alergi. Dan jika sedang kambuh, penyakit ini dapat mengganggu aktivitas. Gangguan yang paling nyata adalah sakit kepala yang tak kunjung sembuh. Jika penyakit ini tidak segera diatasi, maka tidak tertutup kemungkinan akan menjalar ke organ di sekitarnya sehingga dapat menyebabkan radang selaput otak (jika lendir mengalir ke otak), sinobronch

www.info-sehat.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar