Minggu, 17 April 2011

Ridhomu, Cita-Citaku

mungkin ini tak ada artinya bagimu
dan mungkin juga kau tak tahu apa yang telah ku perbuat
namun yang pasti
yang kulakukan ini telah menyakiti diriku sendiri
rasa kehilangan
yang pada kenyataannya aku lah yang menyebabkan perasaan kehilangan itu muncul
ya, seperti biasa
aku selalu begini
entah bertindak ceroboh yang terlalu terbawa emosi atau  entah apa
namun aku yakin ini benar
ini terjadi juga atas Ridho-Nya

aku yakin inilah yang terbaik bagiku
mungkin ini adalah saatnya aku untuk berubah

di saat naluriku sebagai wanita dewasa terasa begitu menyayat hati dan menggetarkan jiwa
mengirimkan sinyal ke hipotalamus di otakku untuk mengeluarkan releasing hormon
lalu menstimulus pergerakan aktin dan miosin di otot jemariku
hingga aku mampu menuliskan semua yang ku rasa dan ku citakan
walau tak bisa ku limpahkan semua karena tak semua yang ku rasa bisa diungkapkan dengan tulisan
hingga beginilah jadinya

aku ingin mengubah perasaanku
aku ingin mengubah pikiranku
aku ingin mengubah perhatianku
aku ingin mengubah fokusku
aku ingin mengubah hatiku
aku ingin menjadi lebih baik
aku ingin mendapatkan yang terbaik
aku ingin menjadi yang terbaik bagi-Nya
aku ingin melimpahkan yang terbaik bagi-Nya dan juga bagimu
aku ingin memberikan yang terbaik untukmu
aku ingin memberikan hati yang suci untukmu
aku tak ingin ada satupun yang menodainya sebelum engkau
aku ingin menjadi yang engkau banggakan dan engkau sayangi
aku ingin kau bersyukur atas diriku di sisimu
aku ingin mempersiapkan semua yang terbaik hanya untukmu di dunia ini
aku ingin menjadi bidadari hatimu

dan tahukah dirimu
aku selalu berdoa untuk bisa bertemu denganmu
aku selalu ingin agar kau segera halal bagiku
aku selalu berdoa agar kau lah yang terbaik bagiku
semua doa dan harapan itu mengiris hatiku
hatiku sakit mengingat itu
hingga bibirku tak sanggup lagi menguntai kata dan doa
hingga jariku tak sanggup lagi mengetikkan setiap hurufnya
hingga mataku tak sanggup lagi melihat dengan jelas apa yang aku tuliskan karena airmata di pelupuk mata
bertanya dimanakah dirimu?
apa yang sedang kau lakukan saat ini?
apa sama perjuanganmu untuk menemukanku?

aku tahu Allah akan mempertemukan kita di saat yang tepat
aku sangat yakin akan hal itu

aku ingin mencintaimu sepenuh hati
aku akan melakukan apa yang membuat hatimu senang
aku akan memberikan apa yang yang membuat jiwamu tenang
aku akan melakukan yang terbaik agar mendapat ridhomu

aku ingin mendapat RIDHO mu, suamiku..
karena ridhomu adalah ridho-Nya..

Bandung, 13 Jumadil Awwal 1432 H

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar