Senin, 24 Januari 2011

Mentakjubi Mereka yang Berbagi


MENTAKJUBI MEREKA YANG BERBAGI

Sesungguhnya lubang jarum takkan terlalu sempit
Bagi dua orang yang saling mencintai
Adapun bumi, takkan cukup luas
Bagi dua orang yang saling mencintai

(Al-Khalil ibn Ahmad)

Dan Clark, seorang penulis danpembicara ternama berkisah tentang masa kecilnya. “Suatu ketika”, ujarnya, “aku dan ayahku mengantre untuk membeli tiket pertunjukkan sirkus. Ketika menunggu, kami memerhatikan sebuah keluarga yang juga mengatre tepat di depan kami.”
Seingat Dan Clark, itu adalah sebuiah keluarga besar. Sang Ayah dan si Ibu saling berpegangan tangan dengan mesra. Anak-anak mereka yang berjumlah delapan orang berdiri berderet-deret dan bertingkahlaku sopan. Menilik usianya, mereka semua berumur kurang dari 12 tahun. Pakaian-pakaian mereka sederhana, namun bersih dan rapi. Mereka jelas bukan orang kaya. Para anak asyik berceloteh menebak-nebak hal menarik macam apa yang akan mereka lihat dalam sirkus.
“Sirkus”, kata Dan Clark, “Pastilah suatu pengalaman yang benar-benar baru bagi mereka.”
Ketika pasanagn ini mendekati loket, sang penjaga bertanya berapa tiket yang akan mereka beli. Dengan nada bangga sang ayah menjawab,”Kami akan membeli dua tiket dewasa dan delapan tiket anak-anak agar kami sekeluarga bisa menonton sirkus semuanya.”
Ketika si penjaga loket menyebutkan jumlah harga yang harus dibayar, si ibu melepaska tangannya dari genggaman sang suami. Kepalanya terkulai lemah. “Berapa tadi kamu bilang?”  ujar sang ayah mendekatkan kepalanya ke loket. Si penjaga menyebutkan angkanya sekali lagi. Tampak jelas, mereka sekeluarga tak punya cukup uang . sang ayah kelihatan terpukul.
“Ayahku melihat semua kejadian ittu”,kisah Dan Clark,”lalu dia memasukkan uang ke saku celananya, mengambil uang 20 dolar, kemudian menjatuhkannya ke tanah.” Ayah Clark lalu menunduk ke bawah. Diambilnya uang itu, lalu ditepukkannya dengan tangan ke bahu sang pria beranak delapan yang sedang kebingungan. “Permisi, Pak, ” ujarnya, “Maaf uang ini tadi jatuh dari dompet Anda.”
Pria beranak delapan itu sadar dan mengerti apa yang sedang terjadi. Dengan mata berkaca-kaca , dia melihat langsung ke mata ayah Clark lalu memegang tangannya dan menyalami erat-erat. “terima kasih,terimakasih,”katanya dengan airmata mengalir di pipi,”Ini sungguh berarti bagi saya dan keluarga saya.”
“hari itu,” kata Dan Clark menutup cerita,”Aku dan ayah pulang tanpa menonoton sirkus. Uang kami tak cukup. Tetapi itu tidak masalah. Kami senang telah menjadi bagian dari kebahagiaan keluarga itu.”


Dalam dekapan ukhuwah...













Sumber: Dalam Dekapan Ukhuwah, Salim A.Fillah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar