Jumat, 24 Juni 2011

Eksperimen membuat Tempe


Alat dan bahan yang diperlukan
-          Biji kedelai
-          Ragi tempe
-          Air
-          Pembungkus (daun pisang atau plastik)
-          Kompor
-          Panci
-          Tampah
Langkah kegiatan yang dilakukan
1.       Siapkan 0.5 kg kedelai yang sudah direndam dan dibersihkan.
2.       Rebus kedelai selama 30 menit-1 jam.
3.       Remas-remas kedelai di dalam air hingga seluruh kulitnya terkelupas.
4.       Cucilah kedelai denagn air bersih, ditiriskan.
5.       Tebarkan kedelai diatas tampah. Taburkan ragi tempe secara merata ke seluruh bagian kedelai.
6.       Bungkus kedelai dengan daun pisang atau plastik, bentuk sesuai selera.
7.       Tutup rapat bungkusan kedelai. Letakkan ditempat hangat dan lembab selama 2-3 hari.
8.       Tempe siap dikonsumsi.
Apa yang terjadi?
Kedelai yang diberi ragi akan menjadi tempe yang siap dikonsumsi jika biji-biji kedelai didalam pembungkus telah tertutup rapat oleh benang-benang jamur berwarna putih.
Perlu Anda ketahui
Tempe yang Anda makan merupakan produk bioteknologi tradisional. Bioteknologi adalah penerapan teknologiyang menggunakan makhluk hidup (mikroorganisme) untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia. Sebenarnya, manusia telah mengenal bioteknologi sejak dahulu, misalnya dalam  pembuatan keju, roti, atau minuman anggur. Akan tetapi, teknologi yang digunakan masih sederhana, dan produknya merupakan hasil proses fermentasi. Bioteknologi ini dinamakan bioteknologi tradisional. Salah satu biotenologi tradisional yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari adalah tempe. Tempe dibuat dari fermentasi kacang kedelai menggunakan Rhizopus oligosporus yaitu salah satu jenis jamur yang bermanfaat bagi manusia. Tempe memiliki nilai gizi tinggi karena mengandung protein nabati.
Selain bioteknologi tradisionla, ada juga bioteknologi modern. Bioteknologi modern adalah penerapan prinsip bioteknologi berdasarkan prinsip ilmiah. Bioteknologi modern dikenal sebagai teknologi rekayasa genetika. Bioteknologi modern banyak diterapkan pada berbagai bidang kehidupan, mulai dari pertanian, kesehatan, industri, sampai lingkungan hidup. Bioteknologi modern dibidang pertanian misalnya teknologi tanaman transgenik dan kultur jaringan. Pada bidang kesehatan, tampak pada teknologi plasmid untuk menghasilkan insulin dan teknologi bayi tabung. Di bidang industri, bioteknologi dimanfaatkan dalam penggunaan alga untuk menghasilkan protein sel tunggal (PST) dan produksi antibiotik. Bioteknologi modern juga dapat diterapkan pada lingkungan hidup, contohnya teknologi menghilangkan polutan dari suatu wilayah (bioremediasi).
Pustaka
Sudarjo, Nita, Ina Suryono. 2009. ENSIKLOPEDIA IPA Percobaan Sains . Jakarta: Lentera Abadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar