Jumat, 18 Mei 2012

Cintai Dia Karena Allah


Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Teringat salah satu hadist yang menyatakan bahwa “Cintailah orang yang kamu cintai sekedarnya. Bisa jadi orang yang sekarang kamu cintai suatu hari nanti harus kamu benci. Dan bencilah orangyangkamu benci sekedarnya, bisa jadi duatu hari nanti di amenjadi orang yangkamu cintai." (HR At-Tirmidzi no 1997 dan di shahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no 178)

Pada umumnya wanita ingin dimenegrti, diperhatikan, dan di nomorsatukan. Namun ada kalanya semua itu tidak terwujud, sehingga dapat menimbulkan perasaan kecewa dan sakit hati. Jika sudah merasa begitu, akan terlintas dipikiran bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa dan tak berarti apa-apa bagi orang lain. Tetapi dibalik itu semua, ketika dipikirkan dalam kondisi otak jernih, hal itu tidak cukup masuk akal. Ya, wanita memang menggunakan perasaannya daripada logikanya. Itu lah sebabnya hati wanita sangat rapuh. Sedikit saja ada hal tidak sesuai dengan keinginannya, wanita cenderung tersinggung dan merasa kecewa, bahkan sakit hati.

Seorang istri, memang sepantasnya dapat melayani suaminya atas dasar cinta yang tulus. Namun ketika sisi manusiawi dan kewanitaannya muncul, cinta itu bisa berubah menjadi nafsu yang apabila tidak terpuaskan maka aka nada gejolak dalam hatinya. Ketika seorang istri merasa di nomorduakan dan merasa tidak dipedulikan, tidak selayaknya istri membangkang pada suami. Mungkin akan ada perasaan dan keinginan untuk  ‘balas dendam’ dan marah kepada suami. Namun istri sholehah tidak akan berbuat seperti itu. Istri sholehah akan berpikir lagi, dia akan semakin berbakti pada suaminya dan semakin baik dalam melayani suaminya hingga sang suami merasa nyaman berada di sisinya.  Dalam kondisi tersebut, disaat sang istri merasa kurang mendapat perhatian dari sang suami, ada baiknya jika sang istri mengingat dan berdzikir kepada Allah.

Ingatlah, bahwa kasih sayang serta cinta yang diberikan sang suami kepada istrinya adalah salah satu bentuk kasih saying dan cinta Allah kepada sang istri. Maka berbuat baiklah kepada suami atas nama Allah, karena Allah selalu tahu apa yang terbaik  bagi keduanya. Sungguh wajar jika wanita sebagai manusia ingin dicintai oleh seseorang yang dicintainya, terlebih oleh suaminya. Namun disaat perasaan itu tak bisa dirasakan dan ditunjukkan oleh suami, hendaknya istri bersabar dan beristighfar. Dengan mengingat bahwa segala kebahagiaan dan kesenangan yang dirasakan bersama suami adalah pemberian dan atas kehendak Allah. Jangan terburu-buru untuk menyalahkan suami atas sikapnya yang kurang berkenan dihati istri, adakalanya ada suatu hal yang belum diketahui sehingga baiknya jangan dulu berprasangka.

Disaat kita berbuat baik kepada seseorang, jangan berharap kebaikan tersebut akan dibalas oleh orang yang sama. Karena Allah punya banyak cara untuk membalas segala yang kita lakukan. Niatkan yang terbaik hanya atas nama Allah. Dengan mengingat Allah, hati pun menjadi tenang, dan masalah akan terasa ringan dan tak menjadi beban. InsyaAllah…  :) -LN

wallahu a'lam..

Bandung, 17 Mei 2012 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar