Selasa, 06 September 2011

Pandanglah Awan dan Jangan Melihat ke Tanah

"Segala Puji Bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dariku."

Kalau bukan karena nyala api yang mengitarinya
Harumnya aroma kayu gaharu tidak akan pernah tercium

Gantungkan cita-citamu setinggi mungkin. Kemudian, merambatlah dan teruslah mendaki untuk meraihnya. Namun, tetaplah waspada dan hati-hati agar jangan sampai terhatuh!
Ketahuilah...!
Hidup ini hanya beberapa enit saja; bahkan hanya beberapa detik saja. Jadilah seekor semut dalam kesungguhan, ketekuna, dan kesabaran. Cobalah, dan teruslah engkau mencoba! Bertobatlah jika engkau melakukan kesalahan, dan kembalilah engkau kepada pintu tobat. Hafalkan kembali Al-Quran jika engkau telah lupa. Hafalkan terus untuk yang kedua kalinya, ketiga kalinya sampai kesepuluh kalinya sekalipun. Yang terpenting, engaku jangan pernah merasa gagal dan frustasi, karena sejarah tidak pernah mengenal kata terakhir; akal tidak mengenal kata penghabisan; sebab usaha dan perbaikan masih selalu terbentang. 
Sesungguhnya umur itu seperti tubuh: bisa dipercantik dengan operasi, dan seperti bangunan: masih memungkinkan untuk dipugar dan kemudian diperindah denagn warna cat yang baru. Jauhilah sekolah yang bernama kemalasan dan kegagalan. Hilangkanlah dari hatimu semua bayang-bayang penyakit, bencana, musibah, dan kesulitan. Allah berfirman: 
"Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman." (Q.S Al-Ma'idah:23)

Pencerahan:

Meninggalkan maksiat adalah perjuangan, sedangkan menekuninya adalah pengkhianatan.


-Dr. 'Aidh Abdullah Al-Qarni dalam La Tahzan For Smart Muslimah-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar