Rabu, 13 Juli 2011

Mengenal Biologi dan Ekologi


BIOLOGI (disebut juga ilmu kehidupan) adalah ilmu tentang makhluk hidup. Ekologi adalah ilmu tentang bagaimana makhluk hidup berhubungan satu sama lain dan dengan lingkungannya, termasuk benda mati. Hampir sepanjang sejarah, biologi telah dipengaruhi oleh praktik dan ajaran agama atau kepercayaan spiritual. Misalnya adalah gagasan yang menyatakan bahwa benda menjadi hidup karena pengaruh beragam “kekuatan hidup”. Pendekatan lebih ilmiah pada biologi menghasilkan pemahaman modern dan lebih kompleks tentang proses kehidupan.

PELAJARAN AWAL DARI ALAM
Pertanian memberikan penegtahuan praktis dan langsung tentang tumbuhan dan binatang. Namun hanya ada sedikit pelajaran sistematik tentang makhluk hidup hingga kemunculan Yunani kuno. Pemikir Yunani paling berpengaruh adalah Aristoteles (384-322 SM). Ia membuat sistem klasifikasi binatang, sementara seorang muridnya, Theophrastus, membuat klasifikasi serupa untuk tumbuhan. Beberapa bagian karya Aristoteles akan terlihat mentah dibandingkan standar sekarang. Namun banyak idenya yang telah maju dan berperan penting dalam perkembangan teori evolusi modern. Meski dengan semua pengamatan cermat mereka, masyarakat Yunani kuno tidak pernah dapat menghasilkan lebih dari sekadar tebakan pintar tentang proses kehidupan. Tanpa mikroskop, mereka bahkan tidak dapat mengetahui seluk beluk teori sel atau menyadari adanya mikroorganisme.

BIOLOGI SEBAGAI ILMU
Selama abad pertengahan, kaum terpelajar Arab menerjemahkan karya Aristoteles dan lainnya, serta menambah beberapa gagasan mereka sendiri. Kumpulan pengetahuan mencapai Eropa sekitar abad ke-13. Periode ini menunjukkan perkembangan sejumlah ilmu, seperti zoologi dan botani. Perbandingan anatomi dikembangkan oleh para seniman Renaisans. Mereka mempelajari otot, tulang, dan organ dalam binatang dan manusia. Selama akhir era Renaisans, bidang pemikiran akademis, disebut iatrokimia, mengandalkan reaksi kimia untuk menerangkan cara kerja tumbuhan dan binatang. Ini adalah awal dari bidang biokimia.

MIKROSKOP
 Biologi mendapat dorongan signifikan denagn penemuan mikroskop pada awal abad ke-17. Sepertinya penemuan terbaik yang dihasilan melalui mikroskop adalah mikroorganisme. Antony van Leeuwenhoek merupakan orang pertama yang meneliti organisme bersel tunggal pada tahun 1670. Sekitar 10 tahun sebelumnya, Robert Hooke telah mengamati ruang kecil pada sampel gabus , yang ia sebut “sel”. Hooke tidak menyadari bahwa sel adalah unit dasar dari semua makhluk hidup. Lalu pada abad ke-20, mikroskop elektron mengungkapkan struktur yang lebih kecil lagi dalam sel.

ASAL MULA SPESIES
Pada abad ke-6 SM, Anaximander menyatakan bahwa kehidupan muncul spontan dalam lumpur. Menurutnya, binatang pertama yang muncul adalah ikan berduri yang berubah menjadi spesies lain. Pemikiran ini terus bertahan sampai akhir abad ke-19, ketika beberapa percobaan mulai meragukannya. Dua bidang ilmu penting yang menentang gagasan pembentukan spontan adalah klasifikasi dan paleontologi (ilmu tentang fosil). Kalsifikasi modern didasari oleh sistem yang disusun oleh Carolus Linnaeus pada era 1730-an. Perbandingan spesies menopang gagasan bahwa spesies berubah secara bertahap dan beradaptasi sedemikian rupa dengan lingkungan mereka. catatan fosil mendukung gagasan ini. Georges Cuvier adalah peneliti alam pertama yang menunjukkan bagaimana spesies berubah selama ribuan bahkan jutaan tahun. Pada awal 1800-an, Jean-Baptiste de Lamarck menyatakan bahwa organisme dalam satu generasi mewarisi karakteristik dari generasi sebelumnya. Sebagai contoh, jerapah memiliki lahar panjang karena nenek moyang mereka harus menjulurkan leher untuk mencapai puncak pohon. Gagasan Lamarck ini dinyatakan keliru oleh Charles Darwin pada tahun 1850-an.

EVOLUSI DAN GENETIKA
Gagasan besar Darwin adalah seleksi alam, yaitu variasi acak karakteristik spesies (mutasi), dibarengi persainagn untuk bertahan hidup. Darwin juga mengajukan gagasan yang lebih kontroversial, bahwa manusia berevolusi dari monyet melalui seleksi alam. Untk alasan ini, dan karena tidak seorangpun dapat menemukan mekanisme biokimia untuk seleksi alam, pada awalnya gagasan Darwin tidak dapat diterima. Langkah pertama untuk menemukan mekanisme di balik seleksi alam dilaksanakan pada tahun 1860-an oleh Gregor Mendel. Melalui percobaan seksama, Mendel menemukan ilmu genetika. Ia memaparkan satu unit hereditas yang disebut gen. Mendel juga menyusun aturan di mana gen mengontrol karakteristik yang diturunkan. Karya Mendel tidak diakui hingga sekitar 1900. Saat itu , biologi sel telah berkembang baik, namun belum ada yang dapat menunjukkan dengan tepat reaksi kimia yang memungkinkan teori gen Mendel berfungsi. Biokimia menjadi kuncinya.

BIOKIMIA
Selama abad ke-19, hubungan antara biologi dan kimia menjadi lebih jelas. Pada 1840-an dan 1850-an, Claude Bernard membentuk fondasi biokimia modern melalui eksperimen atas pankreas kelinci. Disekitar waktu yang sama, para ilmuwan menyadari bahwa fungsi makhluk hidup bergantung pada transfer energi pada reaksi kimia. Pada 1860-an, para ilmuwan telah menyadari bahwa kehidupan di bumi bergantung energi dari Matahari. Embriologi (ilmu tentang telur fertilisasi) juga berperan penting dalam biologi selama abad ke-19. Pendekatan biokimia pada embriologi akhirnya mengarah pada penemuan bahan kimia yang terlibat dalam genetika Mendel. Sepertinya pencapaian terbesar dalam pendekatan ini adalah pemahaman tentang bahan kimia yang disebut asam nukleat. Asam nukleat berperan penting dalam genetika dan produksi protein dalam sel. Struktur molekul asam nukleat paling terkenal yaitu DNA yang diketahui pada tahun 1953.gen yang telah dihipotesiskan Mendel adalah panjang DNA, yang membawa informasi genetik dari generasi ke generasi.

EKOLOGI DAN AWAL KEHIDUPAN
Studi tentang cara perubahan populasi tumbuhan atau binatang adalah inti dari ekologi. Faktor yang memengaruhi populasi meliputi kelaparan, penyakit, dan perang (jika diterapkan pada manusia). Kini para ahli ekologi menggunakan metode matematika yang rumit untuk menganalisis populasi tumbuhan, binatang, dan manusia. Istilah “ekologi” dipopulerkan oleh ahli zoologi Jerman Ernst Haeckel. Ia adalah satu dari banyak ilmuwan abad ke-19 yang meyakini bahwa kehidupan berawal dari kebetulan, yaitu dari zat kimia yang eksis saat pembentukan Bumi awal. Gagasan ini didukung oleh beberapa percobaan yang dilakukan selama abad ke-20. Contohnya adalah percobaan Miller dan Urey, dimana bahan kimia organik kompleks dihasilkan dari gabungan unsur dan senyawa sederhana. Asal mula kehidupan di planet ini masih menjadi misteri, sama seperti kemungkinan adanya kehidupan di tempat lain di alam semesta.

Pustaka
-----.2009. Ensiklopedia IPA Visual Fisika, Kimia, Biologi, dan Matematika. Jakarta:PT Lentera Abadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar