Senin, 21 Maret 2011

Selangkah Lebih Dekat Mengenal Anemia

DEFINISI

Anemia adalah kondisi dimana tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah untuk mencukupi kebutuhan oksigen jaringan tubuh anda. Jika anda terkena anemia, anda akan merasa sangat lemah. Anemia dapat bersifat sementara atau lama dan dapat bervariasi dari yang ringan hingga berat.

Jika anda terkena anemia, hendaknya segera temui dokter anda karena anemia dapat menjadi tanda dari penyakit yang serius. Pengobatan anemia bisa berupa pemberin suplemen sampai tindakan medis. Anda dapat mencegah anemia dengan makan makanan yang bergizi.

GEJALA


Tanda dan gejala anemia antara lain:
•    Lemah
•    Kulit pucat
•    Detak jantung cepat atau tidak teratur
•    Napas pendek
•    Nyeri pada dada
•    Pusing
•    Tangan dan kaki terasa dingin
•    Sakit kepala

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab

Darah terdiri dari plasma dan sel. Ada tiga jenis sel darah:
•    Sel darah putih (leukosit). Sel darah ini berguna untuk melawan infeksi.
•    Platelets / keping darah. Sel darah ini membantu membekukan darah saat terluka.
•     Sel darah putih (eritrosit). Sel darah merah ini membawa oksigen dari paru-paru melalui aliran darah menuju otak dan organ serta jaringan lain. Tubuh memerlukan suplai oksigen untuk berfungsi. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang merupakan protein yang kayak dengan zat besi yang memberikannya warna merah.

Banyak sel darah diproduksi oleh sumsum tulang belakang. Untuk dapat memproduksi sel darah merah dan hemoglobin, tubuh anda membutuhkan zat besi, mineral, protein dan vitamin lainnya dari makanan yang anda makan.

Penyebab umum anemia
Anemia terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu sedikit sel darah merah, kehilangan terlalu banyak sel darah merah atau mematikan sel darah merah lebih banyak daripada menggantinya. Beberapa jenis anemia dan penyebabnya adalah:

•    Iron deficiency anemia. Penyebab anemia jenis ini adalah kekurangan zat besi di tubuh. Sumsum tulang membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak akan memproduksi cukup hemoglobin untuk sel darah merah.

•    Vitamin deficiency anemia. Sebagai tambahan dari zat besi, tubuh juga membutuhkan folat dan vitamin B-12 untuk menghasilkan cukup sel darah merah. Asupan makanan yang rendah zat tersebut dan nutrisi penting lain dapat menyebabkan penurunan produksi sel darah merah. Sebagai tambahan, beberapa orang tidak dapat dengan efektif menyerap vitamin B-12.

•    Anemia of chronic disease. Penyakit kronis tertentu, contohnya kanker dan HIV/AIDS. Dapat mempengaruhi produksi sel darah merah, menghasilkan anemia kronis. Gagal ginjal juga dapat menyebabkan anemia.

•    Aplastic anemia. Jenis ini sangat jarang terjadi dan merupakan kondisi yang mengancam jiwa. Ini disebabkan oleh berkurangnya kemampuan sumsum tulang belakang untuk menghasilkan ketiga jenis sel darah. Penyebabnya tidak diketahui.

•    Anemias associated with bone marrow disease. Kondisi seperti leukemia dan myelodysplasia dapat menyebabkan anemia yang menyebabkan produksi darah di sumsum tulang belakang berkurang.

•    Hemolytic anemias. Ini terjadi ketika sel darah merah hancur lebih cepat dan sumsum tulang belakang tidak mampu mengimbanginya dengan menghasilkan sel darah merah pengganti. Penyakit tertentu seperti gangguan pada darah dapat menjadi penyebab. Serta gangguan autoimun tubuh dapat menyebabkan tubuh menghasilkan antibodi terhadap sel darah merah sehingga menghancurkan sel darah merah.

•    Sickle cell anemia. Jenis anemia ini disebabkan oleh kecacatan bentuk hemoglobin yang membuat sel darah merah terbentuk seperti sabit. Sel darah merah ini mati secara prematur dan menyebabkan kondisi kronis kurangnya sel darah merah.

•    Anemia lain. Anemia jenis ini berbeda dari yang lain, antara lain thalassemia dan anemia yang disebabkan oleh kecacatan hemoglobin.


Faktor risiko

Beberapa faktor yang mungkin meningkatkan peluang terjadinya anemia antara lain:
•    Rendahnya asupan gizi pada makanan.
•    Gangguan kesehatan usus kecil atau operasi yang berkenaan dengan usus kecil.
•    Menstruasi.
•    Kehamilan.
•    Kondisi kronis seperti kanker, gagal ginjal atau kegagalan hati.
•    Faktor keturunan.

Infeksi tertentu seperti gangguan pada darah dan autoimun, terkena racun kimia, dan menggunakan beberapa obat yang berpengaruh pada produksi sel darah merah dan menyebabkan anemia.

Risiko lain adalah diabetes, alkohol dan orang yang menjadi vegetarian ketat dan kurang asupan zat besi atau vitamin B-12 pada makanannya.


Pencegahan

Banyak jenis anemia tidak dapat dicegah. Tapi anda dapat membantu menghindari iron deficiency anemia dan vitamin deficiency anemias dengan makanan sehat yang mengandung:
•    Zat besi. Dapat ditemukan pada daging. Jenis lain adalah kacang, sayuran berwana hijau gelap, buah yang dikeringkan, dan lain-lain.

•    Folat. Dapat ditemukan pada jeruk, pisang, sayuran berwarna hijau gelap, kacang-kavangan, sereal dan pasta.

•    Vitamin B-12. Vitamin ini banyak terdapat pada daging dan susu.

•    Vitamin C. Vitamin C membantu penyerapan zat besi. Makanan yang mengandung vitamin C antara lain jeruk, melon dan buah beri.

Makanan yang mengandung zat besi penting untuk mereka yang membutuhkan zat besi tinggi seperti pada anak-anak, wanita menstruasi dan wanita hamil. Zat besi yang cukup juga penting untuk bayi, vegetarian dan atlet.


http://health.kompas.com/ 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar