Minggu, 01 Januari 2012

Bersahabat Dengan Likopen, Bermusuhan Dengan Penyakit



Tomat, siapa yang tidak mengenal buah dan sayur yang satu ini? Buah yang dijuluki si apel cinta Karena dapat membangkitkan gairah cinta ini memiliki rasa yang enak dan segar serta  dapat diperoleh dengan sangat mudah dengan harga yang murah. Buah ini juga dapat diolah menjadi bermacam-macam produk, seperti jus, saus, bahkan untuk produk kecantikan seperti masker wajah. Dengan begitu banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dari tomat, tentunya ada sesuatu yang terdapat dalam buah ini  yang begitu luar biasa, yaitu likopen.
Likopen banyak terkandung dalam  berbagai buah-buahan dan sayur mayur, salah satunya pada tomat. Tomat  merupakan salah satu buah yang dapat dijadikan sebagai sayur dan penyedap rasa dalam masakan (rempah-rempah). Tomat ini dapat dengan mudah didapatkan dengan harga yang terjangkau oleh sebagian besar masyarakat. Bahkan untuk menanamnya disekitar rumah pun dapat dilakukan dengan mudah.
Tomat yang memiliki nama latin Solanum lycopersicum ini mengandung berbagai senyawa antara lain solanin (0,007%), saponiin, asam folat, asam malat, asam sitrat, bioflavonoid (termasuk likopen, alfa dan beta karoten), protein, lemak, vitamin, mineral, dan histamin (Canene-Adam,dkk., 2005).
Kandungan asam p-kumarat dan asam klorogenat didalam tomat secara langsung mampu melemahkan zat nitrosamine,yaitu salah satu zat penyebab kanker yang mungkin terdapat dalam makanan. Kandungan lainnya yaitu asam malat dan asam sitrat yang dapat menjaga kebersihan saluran empedu sehingga dapat menghindari terbentuknya batu empedu. Selain itu asam malat dan asam nitrat ini juga dapat membersihkan penyempitan pembulluh darah ke penis yang disebabkan oleh penumopukkan lemak dan gula.
Untuk menjaga kecantikan, khususnya untuk perawatan wajah, tomat mengandung zat tomatin yang bersifat antiinflamasi (antiradang) sehingga dapat menyembuhkan radang pada jerawat. Zat tomatin juga bisa menyembuhkan luka, borok, wasir, usu buntu, hingg aradang saluran pemcernaan (bronchitis).
Likopen merupakan salah satu kandungan paling banyak dalam tomat, dalam 100 gram tomat rata-rata mengandung likopen sebanyak 3-5 mg (Giovannucci, 1999). Likopen mampu menghambat pertumbuhan kanker endometrial, kanker payudara, dan kanker paru-paru pada kultur sel dengan aktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan alfa dan beta karoten. (Levy et al, 1995) Likopen mampu menginaktifkan hydrogen peroksida dan nitrogen peroksida (Bohm,dkk., 1995). Dengan adanya proses penghambatan radikal bebas tersebut dapat dimungkinkan untuk menurunnya resiko kanker. Likopen yang banyak terkandung pada tomat ini berfungis sebagai antioksidan yang dapat mencegah kanker prostat pada pria tua dan mencegah kanker payudara pada wanita serta mampu mencegah osteoporosis. Likopen sebagai antioksidan ini dua kali lebih efektif dibandingkan betakaroten dalam melindungi sel darah putih dari kerusakan membrane sel oleh radikal bebas. Likopen yang diserap oleh tubuh akan disimpan didalam hati, paru-paru, kelenjar prostat, kolon, dan kulit (sinartani.com). menurut suatu penelitian yang dilakukan di Harvard University terhadap 48000 pria diperoleh hasil bahwa mereka yang memkaan produk olahan tomat sebanyak 10 kali seminggu memiliki resiko terkena kanker prostat lebih rendah 35 % daripada pria yang memakan tomat kurang dari 1,5 kali seminggu. Likopen dalam tomat ini juga mampu menurukan resiko terjadinya bercak-bercak kulit Karena penuaan (macular degeneration). Likopen yang merupakan antioksidan berdaya kerja tinggi sangat efektif melawan radikal bebas sehingga kesehatan fisik tetap terjaga dan juga menjaga agar awet muda.
Pada awal November tahun 1934, Dr. Bennet menyatakan buah tomat ini dapat mengobati diare, serangan empedu, gangguan pencernaan, dapat mencegah kolera, serta memulihkan fungsi liver. Pernyataan ini diperkuat oleh dr.Yumi Tohuoka pada tahun 1953 dalam laporan The Tohouka Journal of Experimental Medicine bahwa secara klinis tomat sangat efektif dalam menyeimbangkna gangguan liver.
Cara mengolah tomat yang benar dan sehat agar diperoleh kandungan manfaat dalam tomat secara maksimal yaitu sebagai berikut. Tomat dapat di konsumsi langsung baik melalui mekanisme mekanik (pengunyahan) maupun langsung minum setelah dibuat menjadi jus. Juga dapat dinikmati dalam bentuk produk olahan tomat seperti sup dan saus. Jika tomat dikonsumsi langsung secara mekanik (pengunyahan) maupun dalam bentuk jus, kita dapat memeroleh manfaat tinggi dari tomat antara lain beta-karoten, vitamin C, dan mineral kalium. Setelah tomat diolah (dimasak), Likopen akan lebih mudah keluar dari sel-sel buah dan lebih mudah larut sehingga proses pemasakan ini dianjurkan jika kita menginginkan likopen dalam kadar yang lebih tinggi. Selain itu, cara praktis lainnya untuk menikmati buah tomat ini yaitu dengan memotong-motong tomat segar berwarna merah yang belum  terlalu matang, lalu ditaburi gula atau madu secukupnya sesuai selera. Siram dengan air mendidih, tutup, dan biarkan dingin. Hal ini bisa dilakukan agar tidak bosan dalam mengonsumsi buah yang sangat bermanfaat ini.
Likopen ini merupakan pigmen alami (senyawa karotenoid) yang berbentuk isomer asiklik dari beta karoten dan tidak memiliki aktivitas sebagai vitamin A. (Agarwal dan rao, 1999). Likopen mempunyai rumus molekul C40H56 dengan berat molekul 536,85 da dan titik leleh 172-175 derajat Celsius. Struktur kimia likopen merupakan rantai tak jenuh dengan rantai lurus hidrokarbon terdiri dari tiga belas ikatan rangkap, duabelas diantaranya ikatan rangkap terkonjugasi, sementara dua ikatan rangkap sisanya tidak terkonjugasi (Agarwal dan rao, 2000).  Bentuk Kristal likopen ini seperti jarum panjang, dan akan berwarna kecoklatan jika dalam wujud tepung. Likopen ini bersifat hidrofobik kuat dan lebih mudah larut dalam kloform, benzene, heksana, danpelarut organic lainnya. Degradasi likopen dapat melalui proses isomerasasi dan oksidasi karena cahaya, oksigen, suhu tinggi, teknik pengeringan, proses pengelupasan, penyimpanan, dan asam. Studi lainmenyebutkan bahwa bioavaibilitas likopen dipengaruhi dosis konsumsi dan adanya karotenoid lain seperti berta laroten. (Johnson dkk., 1997).

Gambar 1. Struktur Likopen

Likopen sebagai antioksidan- blocking agent dapat mengeliminasi zat karsinogenik dari luar (virus, polusi, radiasi, xenobiotik) dengan mekanisme antioksidan. Aktivitas antioksidan berperan penting dalam meredam radikal bebas. Senyawa radikal bebas merupakan senyawa elektrofilik reaktif yang dapat bereaksi membentuk ikatan kovalen dengan makromolekul sel termasuk protein-protein dan asam nukleat (Mortensen dkk,1997). Likopen yang bersifat lipofil ini umumnya terdapat didalam membrane sel dan komponen lainnya. Dalam lingkungan yang lipofil, likopen memiliki kemampuan maksimum sebagai anti spesies oksigen reaktif atau radikal bebas. Likopen mampu membersihkan radikal  nitrogen diksida (NO2), thiyl (RS*), dan sulfonil (RSO2*). Likopen dapat mencegah kerusakan membrane dan kematian sel limposit oleh serangan NO2* dua kali lebih efissien disbanding betekaroten (Bohm dkk.,dan Tinkler dkk,. 1995). Likopen sebagai antioksidan nonenzimatis, secara signifikan dapat menurunkan enzim fase I seperti cytochrome p450-dependent enzymes dan meningkatkan enzim detoksifikasi fase II seperti hepatic quinine reductase (Breinholt dkk,.2000).
Likopen sebagai antioksidan – suppressing agent dilakukan dengan menggunakan mekanisme non-oksidatif, yaitu dengan pengaturan fungsi gen, perbaikan gap-junction communication, modulasi hormone tumbuh IGF-I dan respon imun atau pengaturan metabolism. Tingginya konsentrasi likopen dalam tomat mampu menghambat oksidasi pada tahap progresi dalam karsinogenik (Sies dan Stahl, 1995). Tahap progresi ini merupakan perbuahan genetiklebih lanjut menuntun pada terbentuknya kolonisel yang lebih besar. Timbulnya keistimewaan-keistimewaan lain seperti peningkatan mobilitas dan angiogenesis juga muncul pada fase ini.

Likopen mampu menjadi blocking agent maupun suppressing agent yang dapat mencegah inisiasi kanker. Bahkan dapat mencegah keganasan sel malignan bagi penderita kanker.
Dengan adanya sejuta manfaat yang dapat kita peroleh melalui konsumsi tomat, hendaknya kebiasaan mengonsumsi buah merah yang satu ini mulai dilakukan. Harganya yang dapat dijangkau oleh hampir seluruh lapisan masyarakat memungkinkan kita semua untuk dpaat mengambil manfaat dari kandungan yang dimilikinya untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Selain itu cara untuk mengonsumsinya pun dapat dilakukan secara beragam sehingga tak ada alasan bagi kita untuk tidak dapat mengonsumsi buah tomat ini. Kandungan senyawa aktif berupa likopen yang manfaatnya sangat luar biasa ini harus kita manfaat sebaik-baik dan semaksimal mungkin. Mekanisme aksi senyawa likopen  sebagai agen kemopreventif melalui penghambatan cell cycle pada fase G1. Ayo Bersahabat dengan Likopen agar tubuh pun terhindar dari penyakit! J

  

 Daftar  Pustaka

Anonym 1. ------. Likopen dalam Tomat Mencegah Kanker Prostat dan Kanker Payudara. http://www.sinartani.com/penyuluhan/mimbar-penyuluhan/1459.html diakses 25-11-2011  pukul 20.30 wib
Agarwal S, rao AV. 2000. Role of Antioxidant Lycopene in Cancer and Heart Disease. Journal of The American College of Nutrition, Vol. 19, No. 5, hal 563-569.
Bohm F, Tinkler JH, Truscott TG. 1995. Carotenoids Protects Againts Cell Membrane Damage by The Nitrogen Dioxide Radical. Nature Med 1: 98-99.
Breinholt, V., S.T. Lauridsen, B. Daneshvar, & J. Jakobsen. 2000. Dose-response Effects of Lycopene on Slected Drug-Metabolizing and Antioxidant Enzyme in The Rat. Cancer Lett. 154:201-210.
Canine-Adams K, Clinton, S.K., King, J.L., Lindshield, B.L., Wharton C., Jeffery, E. & Erdman, J.W. JR.2004. The Growht oh The Dunning R-3327-H Transplantable Prostate Adenocarcinoma in Rats Fed Diets Containing Tomato, Broccoli, Lycopene, or Receiving Finasteride Teratment. FASEB J. 18:A886 (591.4)
Giovannucci, E. 1999. Tomatoes, Tomato-based Products, Lycopene, and Cancer: Review of The Epidemiologic Literature. J. Natl. Cancer Inst. 91:317-331.
Levy J, Bosin E, feldmen B, Giat Y, Miinster A, Danilenko M, Sharoni Y. 1995. Lycopene is A More  Potent Inhibitor of Human Cancer Cell Proliferation Than Either A-Carotene or Beta-Carotene. Nutrition Cancer 24:257-266.
Mia. 2005. Sehat dan NIkmat dengan Tomat. http://mediasehat.com/tanaman03.php  . Di akses 26-11-2011    pukul 15.25 wib .
Mortensen A, Skibsted LH: Relative Stability of Carotenoid Radical Cations and Homologue Tocopheroxyl Radicals. A Real Time Kinetic Study of Antioxidant Hierarchy. FEBS  Lett 417: 261-266, 1997.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar