Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2011

Antara Menjadi Pria Idaman dan Bukan Pria Idaman


Sifat- Sifat  Pria Idaman
  1. Kuat amalan agamanya. Menjaga solat fardhu, kerap berjemaah dan solat pada awal waktu. Auratnya juga sentiasa dipelihara dan memakai pakaian yang sopan. Sifat ini boleh dilihat terutama sewaktu bersukan.
  2. Akhlaknya baik, iaitu seorang yang nampak tegas, tetapi sebenarnya seorang yang lembut dan mudah bertolak ansur. Pertuturannya juga mesti sopan, melambangkan peribadi dan hatinya yang mulia.
  3. Tegas mempertahankan maruahnya. Tidak berkunjung ke tempat-tempat yang boleh menjatuhkan kredibilitinya.
  4. Amanah, tidak mengabaikan tugas yang diberikan dan tidak menyalahgunakan kuasa dan kedudukan.
  5. Tidak boros, tetapi tidak kedekut. Tahu membelanjakan wang dengan bijaksana.
  6. Menjaga mata dengan tidak melihat perempuan lain yang lalu lalang ketika sedang bercakap-cakap.
  7. Pergaulan yang terbatas, tidak mengamalkan cara hidup bebas walaupun dia tahu dirinya mampu berbuat demikian.
  8. Mempunyai rakan pergaulan yang baik. Rakan pergaulan seseorang itu biasanya sama.
  9. Bertanggungjawab. Lihatlah dia dengan keluarga dan ibu bapanya.
  10. Wajah yang tenang, tidak kira semasa bercakap atau membuat kerja atau masa kecemasan.


Sifat - sifat Bukan Pria Idaman

1. Akidahnya Amburadul. 
Di antara ciri pria semacam ini adalah ia punya prinsip bahwa jika cinta ditolak maka dukun pun bertindak. jika sukses dan lancar dalam bisnis, maka ia pun menggunakan jimat-jimat. ingin buka usaha pun ia memakai pelarisan. jika berencana nikah, harus mengitung hari baik terlebih dahulu. yang jadi kegemarannya agar hidup lancar adalah memercayai ramalan bintang agar semakin percaya diri dalam melangkah. 

Ibnu Qayyim mengatakan,"Barangsiapa yang hendak meninggikan bangunannya, maka hendaklah dia mengokohkan pondasinya dan memberikan perhatian penuh terhadapnya. Sesungguhnya kadar tinggi bangunan yang bisa dia bangun adalah sebanding dengan kekuatan pondasi yang dia buat. Amalan manusia adalah ibarat bangungan dan pondasinya adalah iman." (Al-Fawaid)

2. Menyia-nyiakan sholat. 
Shalat berjamaah bagi seorang pria adalah suatu kewajiban sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran dan berbagai hadits. 
Allah subhanahu wa ta'ala menceritakan dalam firman-Nya mengenai shalat khouf (shalat dalam keadaan perang), 
"Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan sholat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (sholat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang sholat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan seraka'at), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan kedua yang belumsholat , sholatlah mereka denganmu." (Q.S An-Nisa' : 102)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah,seorang lelaki buta datang kepada Rasulullah shallallahu'walaihi wa sallam dan berkata,
"Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki penunjuk jalan yang dapat mendampingi saya untuk mendatangi mesjid." Maka ia meminta keringanan kepada Rasulullah untuk tidak sholat berjamaah dan agar diperbolehkan sholat dirumahnya. Kemudian RAsulullah memberikan keringanan kepadanya. Namun ketika lelaki itu hendak beranjak, rasulullah memanggilnya lagi dan bertanya,"Apakah kamu mendengar adzan?" Ia menjawab,"Ya". Rasulullah bersabda,"Penuhilah seruan (adzan) itu." (HR Muslim)

Orang buta ini tidak dibolehkan sholat dirumah apabila ia mendengar adzan. Hal ini menunjukkan bahwa memenuhi panggilan adzan adalah dengan menghadiri sholat berjamaah. Hal ini ditegaskan kembali dalam hadits Ibnu Ummi Maktum, dia berkata: 
"Wahai Rasulullah , di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda,"Apakah kamu mendengar seruan adzan  hayya 'alash sholah, hayya 'alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut". (HR Abu Daud. yaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

3. Tidak dapat menjaga pandangannya
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat"." (QS An-Nur:30)

Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan,
"Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku." (HR Muslim no 5770)

4. Senang BerKhalwat
Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, 
"Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnta." (HR Bukhari no 5233)

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, 
"Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karen asesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya." (HR Ahmad no 15734. syaikh Syu'aib Al Arbauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi)

5. Tangan Nakal
Yaitu tangan yang menyalami wanita yang tidak halal baginya. Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam pun ketika berbaiat dan kondisi lainnya tidak pernah menyentuh tangan wanita yang tidak halal baginya.
Dari Abdulloh bin 'Amr, "Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah berjabat tangan dengan wanita ketika berbaiat." (HR Ahmad dishohihkan oleh Syaikh Salim dalam al Manahi As-Syari'ah)

Dari maimah bintu Ruqoiqoh , dia berkata, "Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya aku tidak pernah menjabat tangan para wanita , hanyalah perkataanku untuk seratus orang wanitan seperti perkataanku untuk satu orang wanita." (HR Tirmidzi, Nasa'i, MAlik, dishohihkan oleh Syaikh Salim Al Hilaliy)

Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda,
"Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi , tidak bisa tidak, zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga adalah dengan mendengar. Zna lisan adalah dengan berbicara.  Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hatii adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian." HR Muslim no 6925)

6. Tanpa Arah yang Jelas
Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda,
"Seseorang dianggap telah berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya." (HR Muslim no.996)

Seorang pria harus memiliki jalan hidup yang jelas dan tidak boleh ia hidup tanpa arah yang sampai menyia-nyiakan tanggungannya. Ia harus memikirkan cara untuk dapat menafkahi istri dan anak-anaknya dikemudian hari dan sudah mempersiapkan segalanya. Dia pun harus mampu membimbing keluarganya dalam urusan agama karena hidup kita yang sesungguhnya adalah di akhirat kelak. 

sumber : http://rumaysho.com
                 http://soleh.net

Selasa, 06 September 2011

Pandanglah Awan dan Jangan Melihat ke Tanah

"Segala Puji Bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dariku."

Kalau bukan karena nyala api yang mengitarinya
Harumnya aroma kayu gaharu tidak akan pernah tercium

Gantungkan cita-citamu setinggi mungkin. Kemudian, merambatlah dan teruslah mendaki untuk meraihnya. Namun, tetaplah waspada dan hati-hati agar jangan sampai terhatuh!
Ketahuilah...!
Hidup ini hanya beberapa enit saja; bahkan hanya beberapa detik saja. Jadilah seekor semut dalam kesungguhan, ketekuna, dan kesabaran. Cobalah, dan teruslah engkau mencoba! Bertobatlah jika engkau melakukan kesalahan, dan kembalilah engkau kepada pintu tobat. Hafalkan kembali Al-Quran jika engkau telah lupa. Hafalkan terus untuk yang kedua kalinya, ketiga kalinya sampai kesepuluh kalinya sekalipun. Yang terpenting, engaku jangan pernah merasa gagal dan frustasi, karena sejarah tidak pernah mengenal kata terakhir; akal tidak mengenal kata penghabisan; sebab usaha dan perbaikan masih selalu terbentang. 
Sesungguhnya umur itu seperti tubuh: bisa dipercantik dengan operasi, dan seperti bangunan: masih memungkinkan untuk dipugar dan kemudian diperindah denagn warna cat yang baru. Jauhilah sekolah yang bernama kemalasan dan kegagalan. Hilangkanlah dari hatimu semua bayang-bayang penyakit, bencana, musibah, dan kesulitan. Allah berfirman: 
"Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman." (Q.S Al-Ma'idah:23)

Pencerahan:

Meninggalkan maksiat adalah perjuangan, sedangkan menekuninya adalah pengkhianatan.


-Dr. 'Aidh Abdullah Al-Qarni dalam La Tahzan For Smart Muslimah-

Bangunlah Istanamu di Surga !

" Setiap detik Pasti Ada Jalan Keluar"

Aku telah turuti tamakku
Hingga ia memperbudakku
Padahal, andai aku puas dengan yang ada,
aku pasti tetap bebas merdeka

Perhatikanlah dari generasi ke generasi: Apakah mereka mati dengan membawa harta, istana, jabatan, kedudukan, emas, dan perak mereka? Apakah mereka dikubur bersama mobil dan pesawat-pesawat pribadi mereka? Sekali-kali tidak! Semua barang-barang itu mereka tinggalkan begitu saja di dunia. Bahkan, baju dan penutup kepala pun tak mereka bawa. Mereka di masukkan ke liang kubur hanya dengan berbajukan kain kafan dan kemudian ditanya : siapakah Tuhanmu? Siapakah Nabimu? Apa agamamu?
Maka, siapkan dirimu untuk menyongsong hari itu; janganlah kau bersedih dan terlalu menyayangi kenikmatan dunia! Semua itu adalah fana dan tidak berharga. Bahkan, tidak akan ada yang kekal dari dirimu selain amal-amal saleh saja. Allah berfirman:
"Barangsiapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan KAmi berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami  beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (Q.S An-Nahl:97)

Pencerahan:
Penyakit merupakan sebuah pesan yang menyimpan kabar gembira, sedang kesehatan adalah perhiasan yang sangat berharga.

- Dr. 'Aidh Abdullah Al-Qarni dalam La Tahzan For Smart  Muslimah-

Sabtu, 13 Agustus 2011

Beruban U-20?


Pertumbuhan rambut terjadi secara bertahap. Akar rambut berisi struktur seperti tas kecil yang disebut folikel rambut. Folikel rambut ini mengandung melanosit yang menghasilkan pigmen yang disebut melanin, yang bertanggung jawab untuk warna rambut.

Ada beberapa helai rambut yang tidak tumbuh dan masih dalam tahap istirahat. Seiring dengan berjalannya waktu, rambut tersebut menjadi tua dan mulai berubah warna dari hitam menjadi abu-abu dan putih.

Proses ini umum terjadi pada usia 50-an tahun. Berlawanan dengan kepercayaan populer bahwa rambut uban identik dengan usia tua, beberapa helai uban juga terlihat pada anak-anak yang berumur 10 tahun. Hal ini juga terjadi pada remaja.

Banyak orang muda yang mengeluh ketika melihat uban di kepalanya. Uban prematur ini dalam terminologi medis disebut canities.

Seperti dilansir dari Ehow dan Buzzle, Senin (24/5/2010), berikut penyebab tumbuhnya uban di usia muda:

1. Genetika

Penyebab utama munculnya uban di usia muda adalah genetika. Jika salah satu dari orangtua atau bahkan keduanya mengalami pertumbuhan uban di usia muda, maka kemungkinan besar sang anak pun akan mengalami uban prematur.

Meskipun gen tertentu yang membawa sifat dari uban prematur belum ditemukan, tapi alasan genetika sudah sangat umum dan turun-temurun terjadi.

2. Kondisi medis

Kondisi medis tertentu seperti ketidakseimbangan hormon tiroid atau hipotiroidisme, kekurangan vitamin B12 dan anemia pernisiosa juga bisa menyebabkan uban tumbuh di usia muda.

Vitamin B12 bertanggung jawab untuk menghasilkan jumlah sel darah merah yang sehat di sumsum tulang. Anemia pernisiosa ditandai dengan gejala seperti kelelahan, kurang nafsu makan, penurunan berat badan, sakit kuning dan sakit kepala. 
Stres juga dianggap sebagai penyebab uban prematur. Stres, banyak beban pikiran dan kecemasan juga dapat menyebabkan penuaan dini.

Selain itu, vitiligo adalah kondisi sistem autoimun yang merusak melanosit, sel-sel yang menghasilkan pigmen yang bertanggung jawab untuk warna rambut.

3. Obat

Menurut sebuah studi tahun 1996 yang diterbitkan dalam British Medical Journal, orang yang merokok empat kali lebih mungkin mengalami uban prematur ketimbang orang non-perokok.

Dalam beberapa kasus, penggunaan obat bisa menjadi penyebab untuk uban prematur. Penyebab pasti di balik fenomena ini tetap tidak diketahui, tetapi hubungan terlihat antara uban prematur dan obat-obatan tertentu, seperti lithium.

Meskipun wajar memiliki beberapa helai rambut putih atau uban, dapat hal ini mulai menjengkelkan apabila uban memenuhi hampir separuh rambut di kepala.

Untuk menghindari rambut beruban di usia dini, cobalah solusi alami berikut yang efektif dan ucapkan selamat tinggal pada uban:

1. Pola makan

Masukkan makanan yang kaya akan mineral seperti zat besi, natrium dan vitamin B dalam menu harian Anda. Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran juga bermanfaat, seperti yang kaya antioksidan, sehingga dapat membantu memerangi radikal bebas yang menyebabkan uban prematur.

2. Pijat rambut

Pijat rambut dengan minyak kelapa akan menjaga rambut panjang, hitam dan kuat. Anda juga dapat merebus daun kari dalam minyak kelapa dan memakainya untuk rambut.

Memakai minyak dan campuran bubuk gooseberry kering adalah pengobatan yang efektif untuk uban.

3. Menggunakan pewarna rambut henna

Henna adalah pewarna rambut alami untuk rambut beruban karena membantu dalam menutupi uban dan mengembalikan warna rambut menjadi coklat gelap. Ini juga dapat menjadi solusi alami untuk uban.



Kamis, 26 Mei 2011

Jalan Cinta Para Pejuang

di sana, ada cinta dan tujuan
yang membuatmu menatap jauh ke depan
di kala malam begitu pekat
dan mata sebaiknya di pejam saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkan mimpi-mimpi

lalu di sepertiga malam terakhir
engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu
melanjtkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cinta yang besar, tinggi , dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati

teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban, menyeru pada iman
walau duri merantaskan kaki,
walau kerikil mencacah telapak
sampai engkau lelah, sampai engkau payah
sampai keringat dan darah tumpah

tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
di jalan cinta para pejuang

-Salim Akhukum Fillah-

Selasa, 10 Mei 2011

Cara Mengatasi Susah Tidur

Ada kalanya kita mengalami susah tidur. Badan sudah terbaring beberapa jam, tetapi mata susah sekali menutup. Kalaupun kita memaksa untuk terus memejamkan mata, otak tak mau diajak istirahat. Kejadian-kejadian yang berlalu sepanjang hari terasa masih terus berputar tanpa henti.
Jika hal ini terjadi, lebih baik tak usah memaksakan diri memejamkan mata atau mengubah-ubah posisi tidur Anda. Ada empat cara untuk membuat Anda segera tertidur, yang layak untuk dicoba.

Rapikan tempat tidur Anda. Yang benar saja, mungkin begitu pikir Anda. Namun trik kecil ini bisa membantu memastikan Anda dapat segera tertidur dengan lelap. Sebuah studi baru mendapati bahwa orang-orang yang merapikan sendiri tempat tidurnya setiap hari cenderung akan meningkatkan peluang tidur nyenyak sebesar 19 persen. Mengganti seprai atau selimut dengan yang baru, dan tidur di atas kasur dan bantal yang nyaman juga membantu. Wangi seprai atau selimut yang baru dicuci akan membuat Anda menjadi rileks dan segera tertidur.

Atur suhu udara. Para pakar tentang tidur mengatakan bahwa suhu ideal untuk tidur adalah sekitar 18 derajat Celcius. Tubuh Anda membutuhkan sedikit penurunan suhu untuk mendorong Anda tidur. Namun, sesuaikan juga suhu di kamar ini dengan kenyamanan Anda agar tidak terlalu dingin. Terlalu dingin atau terlalu panas akan membuat Anda mudah terbangun.
Kepalkan jari-jari kaki. Catherine Darley, ND, direktur Institute of Naturopathic Sleep Medicine di Seattle menyarankan, saat Anda mulai bersiap untuk tidur, cobalah teknik relaksasi progresif ini. Tekuk jari-jari kaki Anda dalam tujuh hitungan, kemudian lepaskan. Ulangi melalui masing-masing kelompok otot, dimulai dari jari-jari kaki hingga ke leher.

Buat jurnal. Rutinitas harian Anda memengaruhi lelap-tidaknya Anda tidur. Membuat jurnal mengenai aktivitas Anda sepanjang hari bisa membantu Anda menghubungkan kedua hal tersebut, kata Stephanie Silberman, PhD, penulis buku The Insomnia Workbook. Setiap hari, catat berapa banyak kafein yang Anda konsumsi, kapan dan berapa lama Anda berolahraga, apa yang Anda makan, kapan Anda pergi tidur dan bangun, dan berapa lama Anda tidur. Bila terjadi gangguan tidur, tunjukkan jurnal Anda ini pada dokter sub-spesialis masalah tidur.

Berhentilah menatap jam dinding. Saat Anda susah tidur, atau terus terbangun sepanjang malam, yang Anda lakukan pertama kali pasti mengecek waktu. Menatap jam justru akan memicu Anda untuk bangun, demikian menurut Joyce Walsleben, PhD, profesor tamu di NYU School of Medicine. "Jam meningkatkan tingkat kewaspadaan Anda, dan mengacaukan waktu tidur Anda. Bila Anda butuh memasang alarm, jauhkan jam tersebut dari jangkauan Anda," katanya.

Matikan gadget, ponsel, atau TV, satu jam sebelum waktu tidur. Memang ada orang yang biasa menggunakan alunan musik atau suara-suara dari acara TV sebagai pengantar tidur. Namun bila Anda bukan termasuk golongan ini, dan Anda berkeras terus bermain Angry Birds atau menonton Junior Masterchef yang diputar-ulang di TV, lupakan saja impian untuk bisa segera tidur. Cahaya biru dari perangkat elektronik bisa memanipulasi tubuh untuk berpikir bahwa saat itu sudah pagi.


Sumber: Glamour
http://female.kompas.com/

Tips Menjaga Keidealan Badan

Senang minum teh
Teh memiliki kandungan catechin, antioksidan di dalam teh yang mempercepat pembakaran kalori. Perempuan yang mengasup catechin dalam level tertinggi berat badannya cenderung akan berkurang selama 14 tahun, daripada mereka yang jarang minum teh. Menurut studi yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition, kandungan catechin tertinggi ada pada teh hijau dan teh putih.

Memilih makanan rumahan
Cobalah menu hidangan ala dapur orang Jepang, yang banyak menyajikan masakan dari ikan, sayuran, nasi, kedelai, mi, teh, dan buah. Semuanya diolah dengan cara sederhana. Cita rasanya yang khas berasal dari minyak kanola, bawang, wortel, dan bokchoy. Tetapi, kurangi sodium (yang merupakan kandungan dalam garam), begitu saran Lilian Cheung, RD, DSc, Direktur Health Promotion and Communication di Department of Nutrition, Harvard School of Public Health.
Rutin sarapan
The American Journal of Clinical Nutrition melaporkan, orang yang terbiasa sarapan cenderung memiliki lingkar pinggang 5 cm lebih kecil daripada mereka yang enggan sarapan. Sarapan bisa mendorong metabolisme, menyebabkan Anda mengurangi produksi enzim yang meningkatkan kolesterol.

Nikmati makanan Anda
Makan dengan perlahan bisa membantu Anda untuk tetap kurus. Mereka yang membutuhkan waktu 30 menit untuk mengonsumsi semangkuk es krim akan menciptakan lebih banyak hormon "kenyang" daripada mereka yang terbiasa makan dengan cepat, demikian hasil penelitian yang dimuat di The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism. Saat bersantap, hindari sambil nonton TV agar Anda bisa berkonsentrasi dengan makanan lezat yang ada di hadapan Anda.

Biasakan melakukan hal yang rutin
Misalnya, makan pada jam yang sama setiap hari. Para peneliti dari Salk Institute for Biological Studies di La Jolla, California, mendapati pada tikus yang makan sesuai jadwal dan berpuasa selama 12 jam pada malam hari, livernya mengaktifkan gen yang membakar lebih banyak gula dan lemak. Percobaan ini memang tidak diujikan pada manusia, namun jika membiasakan diri untuk makan malam pukul 19.00 tiap malam bisa membantu menurunkan berat badan, kenapa tidak?
Awali dengan air putih
Minum dua cangkir air putih sebelum makan akan membantu Anda menurunkan berat badan 2,2 kg lebih banyak daripada mereka yang tidak minum air sebelum makan. Penelitian dari Virginia Tech ini juga mengungkapkan, air bisa membuat Anda kenyang sehingga Anda cenderung mengurangi makanan hingga 75-90 kalori. Untuk memulai kebiasaan ini, coba minum air putih saat Anda masih menyiapkan makan atau menunggu pesanan Anda tiba di restoran.
Menimbang badan
Menimbang badan ternyata perlu dilakukan secara rutin, setidaknya sekali dalam seminggu. Sebab melihat jarum timbangan bergerak ke kanan bisa menjadi sinyal bahwa Anda perlu mengurangi makan dan mulai berolahraga sebelum berat badan terus naik. Kebiasaan inilah, menurut Minneapolis Heart Institute Foundation, yang membantu Anda untuk mendapatkan berat yang stabil tanpa berdiet.

http://female.kompas.com/

Minggu, 08 Mei 2011

tips Mendapatkan Bentuk Tubuh dan Berat Badan Ideal untuk Kesehatan

 Pada umumnya semua orang menginginkan bentuk tubuh dan berat badan yang ideal, terutama para kaum hawa. Wanita sangat sensitif terhadap masalah ini. Untuk mewujudkan hal tersebut, tak sedikit dari mereka yang melakukan program diet tak terkendalikan yang justru menimbulkan penyakit baru pada tubuhnya. Nah, berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk merampingkan perut, mengecilkan betis, dan yang lainnya tanpa harus melakukan diet yang tidak menyenangkan.
Konsumsi sayuran
Penelitian menunjukkan bahwa ketika berbagai makanan terhidang di depan meja, kita cenderung makan lebih banyak. Oleh karena itu, mengganti hidangan yang tinggi lemak pada menu Anda dengan sayuran adalah langkah terbaik. Makanlah sayuran hijau lebih dari dua kali setiap harinya dan Anda pun akan merasa puas dengan hasil yang didapat tanpa perlu bersusah payah menjalani diet.

Makan perlahan-lahan
Ambil jeda dari jadwal makan yang seharusnya dan nikmatilah sesi makan Anda dengan tenang. Kunyahlah makanan secara perlahan-lahan dan nikmati setiap gigitan makanan Anda. Melahap dengan tergesa-gesa hanya membuat Anda makan banyak dari biasanya.

Pilih gandum utuh yang belum diproses
Pilihlah sumber makanan gandum utuh dalam asupan sehari-hari. Makanan dari gandum akan meningkatkan lipid Anda (rendah kolesterol jahat), sehingga membantu Anda menurunkan berat badan. Selain itu, konsumsi pula jenis makanan biji-bijian agar lebih sehat.

Fokus pada target Anda
Apakah Anda memiliki celana jins yang ingin dikenakan kembali? Atau gaun yang sudah lama Anda gunakan dan tidak terpakai lagi karena sudah tak lagi bersahabat dengan tubuh Anda. Nah, jika ingin menggunakannya kembali, gantunglah cita-cita setinggi-tingginya. Tanamkan keinginan bahwa semua busana tersebut dapat muat dipakai kembali. Jadi, setiap kali Anda dihadapkan pada makanan yang menggoda seperti kentang goreng, burger, ayam goreng dan sebagainya, keinginan tersebut pun perlahan pupus karena terbenamkan dengan keinginan agar pakaian Anda muat kembali.

Bawa makan siang ke kantor
Bawalah selalu bekal makan siang saat Anda bekerja atau bawalah selalu kotak buah ketika Anda melakukan piknik. Kemudian bawa juga beberapa roti, yoghurt rendah lemak dalam perjalanan Anda. Membawa makanan sehat akan membantu Anda meraih impian memiliki bodi ramping. Jadi, Anda dapat melewatkan kebiasaan untuk makan di kafetaria kali ini dan Anda pun dapat menikmati takaran makan serta menu yang sesuai dengan kebutuhan. Jika memasak di pagi hari menjadi aktivitas yang terburu-buru untuk dilakukan, Anda bisa mencoba memersiapkan makanan tersebut malam sebelumnya sehingga memudahkan membawanya di pagi hari.

Minum teh hijau
Meskipun belum dikonfirmasi, beberapa studi yang dilakukan menunjukkan bahwa teh hijau dapat meningkatkan kemampuan tubuh membakar kalori lebih besar melalui phytochemical yang disebut catechin.

Jalan kaki 20 menit tiap hari
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa berjalan selama 20 menit sehari (kira-kira satu mil) dapat membantu Anda membakar sebanyak 100 kalori lebih. Jadi, turunlah dari bus yang Anda tumpangi sebelum tujuan dan gunakan sisa jarak tersebut dengan berjalan kaki. Gunakan tangga dan bukan lift atau parkirlah mobil agak jauh dari pintu masuk saat Anda berbelanja ke mal.

Makan dalam piring kecil
Jika Anda memilih piring 10 inci, bukan 12 inci, pikiran Anda hanya akan terfokus pada ukuran tersebut. Padahal besarnya piring akan memengaruhi takaran makan Anda. Jadi jangan memenuhi naluri untuk makan banyak, tetapi sesuaikan saja dengan kebutuhan. Untuk mengantisipasinya, gunakan piring yang tidak terlalu besar sehingga makanan yang masuk di dalamnya pun tidak terlalu banyak.

Cerdas saat memilih menu di restoran
Makan di restoran mungkin bisa menghancurkan pola makan seimbang yang telah Anda jalani sebelumnya. Sebelum hal tersebut mengancam Anda, berbagilah menu appetizer dengan teman Anda saat makan di restoran. Kemudian mintalah porsi separuh untuk pemesanan menu utama.


Menurut pakar kesehatan, Kathleen M. Zerban, diet merampingkan perut akan menyingkirkan timbunan lemak di perut seberat 15 pon (tolong dikonversi ke dalam kg: 12 pounds = sekitar 5,5 kg?) dalam waktu 32 hari. Bonus lainnya, diet merampingkan perut ini pun bisa membuat tubuh Anda lebih sehat.

Dalam program diet ini, Anda hanya perlu diminta untuk disiplin. “Kunci diet merampingkan perut sangat sederhana. Memilih asupan makanan yang tepat dan mempercepat metabolisme tubuh agar lemak di perut bisa cepat berkurang,” jelas Max Segal, ahli kesehatan. Tertarik membuktikan manfaat diet ini? Ikuti saja panduan selengkapnya berikut ini! Dan tunggu saja tatapan takjub dari orang-orang di sekitar Anda.

Berikut ini tips diet /cara untuk merampingkan perut yang bisa Anda praktikkan:

1. Pilih Lemak Terbaik
Tak selamanya lemak harus jadi pantangan di saat sedang diet untuk mengecilkan perut. Sebagai bukti, Cynthia Sass, MPH, RD, direktur bagian nutrisi di sebuah majalah kesehatan menyebutkan lemak yang terdapat minyak zaitun, alpukat, cokelat hitam, dan kacang disebut lemak “baik” atau istilah ilmiahnya biasa dikenal dengan monounsaturated fat (MUFA). Dengan menambahkan makanan tersebut pada salah satu makanan ringan atau menu yang Anda santap setiap harinya ternyata sangat baik untuk keberhasilan diet meratakan area perut.

2. Perhitungan Kalori
Ikut program diet tentu mengharuskan Anda mematuhi konsumsi kalori yang dianjurkan. “Dasar program diet khusus untuk perut yaitu 1600 per hari. Porsi kalori ini berdasarkan diet ala Mediteranian style. Makanan yang dianjurkan termasuk termasuk buah-buahan, sayuran, beras, protein rendah lemak dan hanya sedikit daging merah. Disarankan daging merah hanya dikonsumsi sekali sebulan,” tambah Cynthia Saas. Sebagai catatan, di hari pertama sampai hari ke-28, jumlah kalorinya yang dianjurkan 1200-1400 kalori. Setelah hari ke-28, barulah bisa menaikkan jumlah kalori sampai 1600 kalori per hari ditambah dengan menambahkan porsi konsumsi cairan minuman. Cairan yang dimaksud yaitu air putih yang sudah dicampur dengan bahan herbal seperti sari jeruk lemon atau ketimun.

3. Jauhi Makanan Berbahaya
Stres karena sering gagal diet? Bisa jadi karena tanpa disadari makanan “jahat” perusak diet masih sering dikonsumsi tiap hari. Nah, supaya diet Anda tak mau terganggu lagi, hindari makanan seperti gula, junk food, minuman berkarbonasi, tepung terigu, dan bir. Mungkin awalnya agak berat untuk mengikuti petunjuk diet yang satu ini. Dicoba saja dengan cara bertahap. Awalnya, kurangi sedikit demi sedikit asupan makanan tersebut hingga akhirnya bisa sepenuhnya menghindarinya.

4. Manfaat Probiotik
Awali hari Anda dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung zat atau serat probiotik yang biasanya banyak terdapat pada yogurt, tempe, buttermilk, dan tauco. Selain membantu keseimbangan flora di usus, senyawa probiotik juga membantu meningkatkan proses pencernaan sehingga mencegah sembelit. Dan secara tidak langsung, formula probiotik secara nyata akan membantu diet khusus ini berhasil lebih cepat.

5. Air Putih
Anda mungkin berpikir tak ada kaitannya antara air putih dan program diet. Jangan salah! Kekurangan air putih bukan hanya berakibat buruk bagi kesehatan. Selain itu akan berpengaruh pada proses metabolisme tubuh dan ini sangat menentukan keberhasilan diet Anda. Usahakan dalam sehari Anda mimum minimal 8 gelas air putih. Pastikan air yang diminum sudah melewati proses sterilisasi, bahkan lebih baik lagi jika Anda memilih air mineral.

6. Pilihan Menu
Namanya juga diet. Jadi Anda tak bisa asal-asalan memilih menu untuk sarapan, makan siang, makan malam, juga snack-nya. Sebagai contoh alternatif menu diet yang dianjurkan, saat sarapan pagi, konsumsi saja satu buah apel dan almond oatmeal. Untuk makan siang, Anda bisa memilih sandwich keju yang bisa ditambah daging sapi maksimal satu ons, plus minuman segar jus tomat dicampur anggur. Makan malamnya, 3 ons steak tuna dengan saus almond. Menu ini bisa divariasikan asalkan sesuai dengan batasan standar kalori yang ditentukan.

Tips Mengecilkan Betis

Cara mengecilkan betis dicari wanita khususnya untuk menunjang tren rok mini dan celana pendek yang sedang populer. Ternyata, ada banyak penyebab betis menjadi besar yang bisa anda antisipasi:

Genetik
Sering berdiri dalam waktu yang lama, sehingga sirkulasi darah di pembuluh darah buruk dan toksin terakumulasi pada bagian bawah tubuh.
Cara olahraga yang salah, membuat lemak melekat pada otot dan menjadi akumulasi lemak di kaki.
Memakai sepatu yang tidak cocok untuk kaki
Secara rutin melakukan kegiatan yang memaksa penggunaan berat bola kaki (bagian belakan kaki) Anda, termasuk berjalan dengan sepatu hak tinggi.

Lalu, bagaimana jika betis Anda sudah terlanjur besar?

Untuk perbaikan jangka super pendek dan hasil yang super cepat, Anda bisa memakai high heels agar kaki Anda terlihat memanjang.

Kebanyakan orang berpikir bahwa berjalan terlalu banyak dapat menyebabkan betis besar, sehingga mereka memutuskan untuk mengurangi itu. Bahkan, aerobik / latihan berjalan yaitu cardio, jogging, skipping atau naik sepeda, dll, adalah latihan yang terbaik untuk membentuk kaki, selama Anda lakukan peregangan selama minimal 15 menit setelah setiap latihan untuk mengembalikan fleksibilitas otot.

Kecantikan adalah milik semua wanita, tetapi tentunya membutuhkan kedisiplinan untuk bisa merubah bentuk tubuh. Maka, untuk perbaikan jangka panjang, langkah – langkah dibawah ini harus dilakukan dengan rutin sebelum Anda bisa melihat hasil yang Anda inginkan. Tetapi, jika anda bertahan dan bersabar, maka kaki indah akan menjadi milik Anda. Dengan cardio, peregangan, dibantu oleh pijat dengan jumlah yang tepat dan perubahan gaya hidup (seperti mengurangi frekuensi memakai sepatu hak tinggi, diet yang tepat, dll), Anda bisa mendapatkan kaki seksi dengan mudah

Langkah 1: Latihan Cardio
Pilih jenis latihan cardio yang Anda inginkan, jogging, berenang, berlari, bersepeda, lompat tali, dll

Tinggi repetisi / latihan beban ringan

Lakukan gerakan menaikkan betis (dijelaskan dibawah ini) dengan posisi berdiri atau duduk sebelum setiap latihan cardio.

Gerakan menaikkan betis:
1. Berdiri dengan menjaga keseimbangan dengan bola kaki di tepi sebuah tangga atau benda lain yang 20 cm lebih tinggi dari tanah, Anda dapat meletakkan tangan Anda pada dinding untuk menyeimbangkan, dan tumit menggantung di udara.
2. Perlahan-lahan bangkitkan tumit dan jinjit sambil meremas, pada titik tertinggi, kemudian, dengan kecepatan yang sama turunkan tumit Anda sejauh mungkin.
3. Anda dapat memulai dengan melakukan minimal 2 set dengan 10 kali repetisi dan meningkatkan jumlah set dan repetisi ketika Anda sudah terbiasa.

Latihan repetisi ringan dengan beban berat cenderung untuk meningkatkan ukuran otot, sementara, latihan repetisi tinggi  dengan beban ringan , mengencangkan otot. Contohnya, 4 set dengan 15 sampai 25 repetisi berdiri atau duduk mengangkat betis hanya menggunakan berat badan. Lakukan dua kali atau lebih per minggu dan betis Anda akan mengencang dan menyusut.

Olahraga yang bisa Anda lakukan secara rutin agar mendapatkan betis ramping adalah:

Cardio
Cardio sangat bagus untuk menghilangkan lemak dan berita baiknya adalah Anda tidak akan pernah mendapatkan otot besar karenanya. Latihan cardio seperti berenang, berlari, bersepeda, lompat tali, dll yang dikombinasikan dengan diet serat tinggi / rendah asupan protein dapat memangkas kaki Anda. Anda bahkan dapat mengurangi ukuran otot dan mengambil satu inci atau lebih dari betis Anda. Cardio juga baik untuk kesehatan Anda.

Berjalan
Berjalan memperpanjang otot dan memberikan bentuk yang lebih baik untuk kaki Anda. Sangat mudah untuk dilakukan dan juga mengurangi risiko berbagai penyakit utama seperti penyakit jantung, diabetes, dll.

Dan ingat untuk melakukan peregangan betis, terutama sebelum dan sesudah latihan repetisi tinggi / beban ringan dan cardio, untuk mencegah keketatan dari otot, yang dapat menyebabkan cedera, menarik otot betis, dan membesarkan betis Anda.

Cara 2: Peregangan
Menghadapi dinding dengan satu kaki di depan yang lain, kedua telapak tangannya ke dinding. Punggung kaki harus sekitar tiga meter dari dinding, kaki depan-tengah antara kaki punggung dan dinding. Menjaga kedua tumit di lantai. Tekuk lutut depan dan bersandar ke depan secara bertahap sampai Anda merasakan peregangan di betis belakang Anda. Tahan selama 10 sampai 30 detik, ganti kaki dan ulangi minimal 5 set.

Langkah-langkah tersebut diatas adalah untuk peregangan gastroc, ada juga peregangan soleus yang baik untuk betis Anda juga. Latihan peregangan lain yang bisa Anda lakukan secara rutin adalah:

Pilates dan Yoga
Latihan terprogram seperti pilates dan yoga yang melibatkan baik penguatan dan peregangan yang besar untuk memanjang dan memperpanjang otot sehingga memberikan postur lebih tinggi, yang berarti kaki lebih lama dan lebih ramping.

Cara 3: Pijat Betis
1. Lembutkan akumulasi lemak: duduk dengan satu kaki ditekuk di depan dada sementara kaki lainnya twisted. Cobalah untuk rileks tubuh, pijat otot betis Anda dari pergelangan kaki ke arah lutut menggunakan telapak tangan.
2. Hapus sesak: menggosok bagian bawah kaki dengan dua tangan intens, uleni dari bawah ke atas.
3. Meningkatkan fleksibilitas: stroke up betis menggunakan telapak tengah kosong untuk mengurangi kelelahan dan menambahkan lebih fleksibel.

Cara 4: Perubahan gaya hidup
Ubah gaya hidup Anda yaitu menjauhkan diri dari tumit tinggi atau sepatu yang tidak tepat, diet yang tepat: tinggi serat, rendah protein, dan diet rendah karbohidrat, menghindari berdiri untuk waktu yang lama atau berjalan di permukaan tidak rata, dll

Selamat mencoba.

http://www.dechacare.com/

Sabtu, 09 April 2011

Melanoma


Melanoma adalah jenis kanker kulit yang paling serius, terjadi pada sel yang menghasilkan melanin –pigmen yang memberikan warna pada kulit. Melanoma dapat juga terjadi di mata dan organ internal  seperti saluran pencernaan meskipun jarang terjadi.

Penyebab pasti melanoma tidak jelas, tetapi radiasi sinar ultraviolet (UV) dapat meningkatkan risiko terkena melanoma. Faktor lainnya adalah genetik yang mungkin juga memainkan peran.

Batasi terkena sinar matahari dan hindari lampu matahari dapat membantu mengurangi risiko melanoma. Yakinlah anda mengetahui tanda dan gejala kanker kulit untuk membantu mengantisipasi kanker kulit sebelum menyebar. Melanoma dapat disembuhkan apabila diobati secara dini.

GEJALA

Melanoma dapat terjadi di bagian manapun dari tubuh anda, tetapi paling sering terjadi pada area yang terkena sinar matahari, seperti punggung, kaki, lengan dan wajah. Melanoma dapat juga terjadi pada area yang tidak banyak terkena sinar matahari, seperti telapak kaki, telapak tangan atau kuku jari. Melanoma yang tersembunyi ini lebih umum pada mereka yang berkulit gelap.

Gejala pertama melanoma seringkali adalah:
•    Perubahan pada tahi lalat yang telah ada sebelumnya
•    Pertumbuhan jaringan seperti kulit pada permukaan kulit

Melanoma tidak selalu dimulai berupa tahi lalat. Melanoma dapat juga terjadi pada bentuk perubahan kulit lainnya.

Tahi lalat normal
Tahi lalat normal umumnya berwarna seragam, seperti coklat tua atau hitam, dengan batas yang jelas yang membedakan tahi lalat dengan kulit di sekitarnya. Bentuknya oval atau melingkar dan biasanya lebih kecil dari diameter 6 milimeter. Setiap orang kebanyakan memiliki 10 sampai 40 tahi lalat. Banyak diantaranya terbentuk pada usia 40 tahun, meskipun tahi lalat dapat berubah kenampakannya di sepanjang waktu –beberapa bahkan dapat hilang seiring usia.

Tahi lalat yang tidak wajar yang dapat mengindikasikan melanoma

•    Bentuk yang tidak beraturan
•    Batas yang tidak beraturan yang merupakan karakteristik dari melanoma
•    Perubahan warna pada tahi lalat
•    Diameter lebih besar dari 6 milimeter
•    Tahi lalat melanoma dapat muncul  tanda dan gejala baru, seperti rasa gatal atau pendarahan

Perubahan lain pada tahi lalat yang dapat dicurigai antara lain:
•    Gatal
•    Penyebaran pigmen dari tahi lalat ke kulit disekitarnya
•    Pendarahan

Tahi lalat kanker (ganas) sangat bervariasi penampilannya. Beberapa dapat menunjukkan semua perubahan seperti di atas, sementara yang lain hanya memiliki satu atau dua karakteristik yang tidak biasa.

Melanoma yang tersembunyi
Melanoma dapat juga terjadi pada area di dalam tubuh yang sedikit atau tidak terkena sinar matahari, seperti daerah di antara ruas jari dan telapak tangan atau kaki, kulit kepala, atau alat kelamin. Hal ini disebut melanoma yang tersembunyi karena terjadi pada tempat dimana tidak terpikirkan untuk diperiksa. Ketika melanoma terjadi pada mereka yang berkulit gelap, penyakit ini lebih mungkin terjadi pada area yang tersembunyi.

Melanoma yang tersembunyi antara lain:
•    Melanoma di bawah kuku tangan maupun kaki. Umumnya berwarna hitam dan pada mereka yang memiliki pigmen berwarna gelap. Melanoma ini sering disalahartikan sebagai memar (hematoma). Melanoma ini disebut subungual melanoma.
•    Melanoma pada mulut, saluran pencernaan, saluran urin atau vagina. Melanoma ini terjadi pada membran yang terdapat pada hidung, mulut, esophagus, dubur, saluran urin dan vagina. Melanoma ini sulit dideteksi karena dapat dengan mudah disalahartikan sebagai kondisi lain. Melanoma pada vagina dapat menyebabkan rasa gatal dan pendarahan. Melanoma pada dubur dapat menyebabkan pendarahan dan sakit ketika buang air besar. Melanoma pada esophagus dapat menyebabkan sulit menelan. Melanoma ini disebut mucosal melanoma.
•    Melanoma pada mata. Melanoma pada mata terjadi pada uvea –lapisan dibawah bagian putih mata (sclera). Melanoma pada mata dapat menyebabkan perubahan penglihatan dan dapat terdiagnosis saat pemeriksaan mata. Melanoma ini disebut ocular melanoma.


Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab

Melanoma terjadi ketika terjadi sesuatu yang salah pada sel yang memproduksi melanin (melanocytes) yang memberikan warna pada kulit. Normalnya sel kulit berkembang secara terkendali –normalnya pada permukaan kulit sel kulit baru akan mendorong sel kulit mati sehingga terbuang. Tetapi ketika terjadi kerusakan DNA, sel baru dapat tumbuh diluar kendali dan bahkan dapat membentuk sel kanker.

Hanya saja apa yang menyebabkan kerusakan DNA dan bagaimana hal ini dapat menyebabkan melanoma tidak jelas. Adalah mungkin apabila hal ini merupakan kombinasi dari beberapa faktor, seperti lingkungan dan genetik. Tetapi dokter tetap percaya bahwa yang menyebabkan melanoma adalah terkena radiasi sinar ultraviolet (UV) dari matahari atau lampu UV.

Sinar UV tidak menyebabkan semua melanoma, khususnya yang terkadi pada area kulit yang tidak terkena sinar matahari. Hal ini mengindikasikan faktor lain yang dapat berkontribusi pada risiko melanoma.


Faktor risiko
 

Faktor risiko yang dapat meningkatkan melanoma antara lain:
•    Kulit berwarna cerah. Memiliki sedikit pigmen (melanin) pada kulit berarti anda memiliki perlindungan kulit terhadap sinar UV yang lebih sedikit.
•    Pernah terbakar sinar matahari. Hal ini dapat meningkatkan risiko melanoma.
•    Terkena sinar ultraviolet (UV) secara berlebihan.
•    Bertempat tinggal dekat dengan garis katulistiwa atau pada dataran tinggi.
•    Memiliki banyak tahi lalat atau tahi lalat yang tidak wajar. Memiliki lebih dari 50 tahi lalat pada tubuh dapat mengindikasikan peningkatan risiko melanoma. Berhati-hatilah jika anda memiliki tahi lalat yang berukuran lebih besar dari 5 milimeter dan memiliki batas yang tidak beraturan serta warna yang tidak wajar.
•    Memiliki anggota keluarga dengan catatan melanoma.
•    Memiliki sistem imun yang lemah.


Pencegahan

•    Hindari sinar terik matahari pada siang hari.
•    Gunakan krim pelindung sinar matahari dengan SPF paling sedikit 15 saat 20 atau 30 menit sebelum terkena sinar matahari. Ulangi penggunaan setelah berolahraga atau berenang.
•    Gunakan pakaian pelindung.
•    Hindari lampu sinar UV.
•    Pahami kulit anda sehingga anda dapat segera mengetahui ketika terjadi perubahan.


http://health.kompas.com/ 

Minggu, 03 April 2011

Hal-Hal yang Tidak Termasuk Ikhtilat

Oleh
Abu Isma'il Muslim Al-Atsari


Sebelum kami sebutkan perkara-perkara ini, yang hukumnya boleh (mubah), maka perlu diketahui bahwa sesuatu yang boleh/mubah itu tidak harus dikerjakan, juga bukan berarti mustahab (disukai/lebih utama) untuk dikerjakan. Tetapi sekedar boleh untuk dilakukan. Walaupun demikian, jika menimbulkan kerusakan, atau fitnah, atau kemaksiatan, maka haruslah ditinggalkan, karena Allah tidak menyukai kerusakan. Dan sebagaimana sebuah kaidah Ushul Fiqih yang berbunyi:

دَرْأُ الْمَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَي جَلْبِ الْمَنَافِعِ

"Menolak kerusakan itu lebih didahulukan daripada mengambil kebaikan/manfaat".

Maka inilah perkara-perkara tersebut:
1. Wanita mendatangi seorang alim untuk minta fatwa.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ جَاءَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي امْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ فَلَا أَطْهُرُ أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا إِنَّمَا ذَلِكِ عِرْقٌ وَلَيْسَ بِحَيْضٍ فَإِذَا أَقْبَلَتْ حَيْضَتُكِ فَدَعِي الصَّلَاةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ ثُمَّ صَلِّي قَالَ وَقَالَ أَبِي ثُمَّ تَوَضَّئِي لِكُلِّ صَلَاةٍ حَتَّى يَجِيءَ ذَلِكَ الْوَقْتُ *

"Dari A’isyah dia berkata: “Fathimah binti Abu Hubais datang kepada Nabi n lalu berkata: “Saya mengeluarkan darah istihadlah, sehingga saya tidak suci, haruskah aku meninggalkan sholat?” Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: “Tidak, itu hanyalah urat/pembuluh darah (yang luka-Red), bukan haid, jika masa haidmu datang maka tinggalkanlah sholat, jika telah usai maka bersihkanlah darah dari badanmu lalu sholatlah” (Seorang perawi berkata) Bapakku berkata (tambahan di dalam riwayatnya tentang sabda Rasulullah itu): “Berwudlu’lah tiap-tiap sholat ketika telah masuk waktunya”. [Al-Bukhari]

2. Wanita mendatangi laki-laki karena suatu keperluan.

أَنَّ أَبَا مُرَّةَ مَوْلَى أُمِّ هَانِئٍ بِنْتِ أَبِي طَالِبٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أُمَّ هَانِئٍ بِنْتَ أَبِي طَالِبٍ تَقُولُ ذَهَبْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْفَتْحِ فَوَجَدْتُهُ يَغْتَسِلُ وَفَاطِمَةُ ابْنَتُهُ تَسْتُرُهُ بِثَوْبٍ قَالَتْ فَسَلَّمْتُ فَقَالَ مَنْ هَذِهِ قُلْتُ أُمُّ هَانِئٍ بِنْتُ أَبِي طَالِبٍ قَالَ مَرْحَبًا بِأُمِّ هَانِئٍ فَلَمَّا فَرَغَ مِنْ غُسْلِهِ قَامَ فَصَلَّى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ مُلْتَحِفًا فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ فَلَمَّا انْصَرَفَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ زَعَمَ ابْنُ أُمِّي عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ أَنَّهُ قَاتِلٌ رَجُلًا أَجَرْتُهُ فُلَانُ ابْنُ هُبَيْرَةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَجَرْنَا مَنْ أَجَرْتِ يَا أُمَّ هَانِئٍ قَالَتْ أُمُّ هَانِئٍ وَذَلِكَ ضُحًى

"Abu Murrah maula (bekas budak) Ummu Hani’ binti Abu Thalib menceritakan bahwasanya ia mendengar Ummu Hani’ binti Abu Thalib berkata: “Saya pergi menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada tahun Fathu Makkah, saya dapati beliau sedang mandi dan Fathimah menutupinya dengan kain, lalu saya mengucapkan salam”. Rasul menjawab: “Siapakah ini?”. Saya menjawab: “Ummu Hani’ binti Abu Thalib!” Beliau berkata: “Selamat datang Ummu Hani’”. Ketika selesai mandi, beliau berdiri sholat delapan reka’at berselimutkan satu kain. Dan ketika telah selesai sholat, aku berkata: “Wahai Rasulullah, saudara-ku, Ali bin Abu Thalib, ingin membunuh orang yang telah aku lindungi, yaitu Fulan bin Hubairah”. Rasulullah bersabda: “Kami melindungi orang yang engkau lindungi wahai Ummu Hani’” Ummu Hani berkata: “Hal itu waktu dhuha" [HSR. Muslim, Ahmad, dan An-Nasa-i]

3. Wanita shalat bermakmum kepada laki-laki dengan shaf tersendiri.
Syaikh DR. Ahmad bin Muhammad bin Abdullah Aba Buthain berkata: “Dan tidaklah larangan ikhthilath itu terbatas antara banyak orang-orang laki-laki dan para wanita saja, namun juga mencakup seorang wanita apabila shalat bersama para laki-laki. (Yaitu jika satu wanita berbaris satu shaf dengan para laki-laki itu termasuk ikhthilath-pen).

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ قَالَ صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِ أُمِّ سُلَيْمٍ فَقُمْتُ وَيَتِيمٌ خَلْفَهُ وَأُمُّ سُلَيْمٍ خَلْفَنَا

"Dari Anas Radhiyallahu 'anhu, dia berkata: “Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam shalat di rumah Ummu Sulaim, maka aku dan seorang yatim berdiri di belakang beliau, sedangkan Ummu Sulaim di belakang kami". [HR. Bukhari, no:871, 860]

Sesungguhnya para wanita di (zaman) permulaan Islam bersungguh-sungguh untuk tidak berdesakan dan berikhtilath dengan orang-orang laki-laki, walaupun ditempat thawaf. [Al-Mar’ah Al-Muslimah Al-Mu’ashirah, hal:415, Dar ‘Alamil Kutub, cet:III, th:1413 H/1993 M]

Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Tirmidzi, dan lainnya, dengan sanad-sanad mereka dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda:

خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا

"Sebaik-baik shaf (barisan dalam shalat) laki-laki adalah shaf yang pertama, dan shaf yang paling buruk adalah shaf yang terakhir. Dan sebaik-baik shaf wanita adalah shaf yang terakhir, dan shaf yang paling buruk adalah shaf yang pertama". [Tirmidzi berkata setelah meriwayatkan hadits ini: “Hadits Hasan Shahih].

Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alusy Syeikh rahimahullah berkata : "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah mensyari’atkan bagi para wanita jika datang ke masjid untuk memisahkan sendiri dari jama’ah (laki-laki)".

Maka kenyataan adanya para wanita di zaman Rasululah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang shalat bersama beliau di masjid, menunjukkan bahwa hal itu bukanlah ikhthilath.

4. Penganten wanita yang melayani para tamu laki-laki, dengan dua syarat: aman dari fitnah dan berpakaian secara Islam.
Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata: "Tidak mengapa penganten wanita melayani sendiri para (tamu) undangan, apabila dia tertutup (dengan baju yang disyari’atkan-pen) dan aman dari fitnah (perkara yang dapat mendatangkan kemaksiatan/kesesatan), berdasarkan hadits Sahl bin Sa’d, dia berkata:

لَمَّا عَرَّسَ أَبُو أُسَيْدٍ السَّاعِدِيُّ دَعَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابَهُ فَمَا صَنَعَ لَهُمْ طَعَامًا وَلاَ قَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ إِلاَّ امْرَأَتُهُ أُمُّ أُسَيْدٍ بَلَّتْ (وفي رواية: أنقعت) تَمَرَاتٍ فِي تَوْرٍ مِنْ حِجَارَةٍ مِنَ اللَّيْلِ فَلَمَّا فَرَغَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الطَّعَامِ أَمَاثَتْهُ لَهُ فَسَقَتْهُ تُتْحِفُهُ بِذَلِكَ (فَكَانَتْ امْرَأَتُهُ يَوْمَئِذٍ خَادِمُهُمْ وَهِيَ الْعَرُوْسُ)

"Tatkala Abu Usaid As-Sa’idi telah menikah, dia mengundang Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat beliau, dia tidak membuat makanan untuk mereka, dan tidak menghidangkan makanan kepada mereka. Akan tetapi istrinya, Ummu Usaid, semenjak malam merendam kurma di dalam bejana dari batu. Maka ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah selesai makan, Ummu Usaid melarutkannya untuk beliau, lalu memberikan minum kepada beliau dengannya, dia mengkhususkan beliau dengan (minuman) itu. (Maka pada hari itu istrinya yang menjadi pelayan mereka, padahal dia sebagai penganten wanita". [1].

Ibnu Hajar rahimahullah berkata: "Di dalam hadits ini terdapat dalil bolehnya seorang istri melayani suaminya dan orang yang dia undang, tentu saja hal itu adalah jika aman dari fitnah dan dengan menjaga penutup (tubuh) yang wajib atas wanita. Dan dalil bolehnya seorang suami melayani istrinya dalam hal seperti itu.." [Fathul Bari:IX/251]

5. Dua laki-laki shalih atau lebih menemui seorang wanita, karena keperluan.

عَنْ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ نَفَرًا مِنْ بَنِي هَاشِمٍ دَخَلُوا عَلَى أَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ فَدَخَلَ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ وَهِيَ تَحْتَهُ يَوْمَئِذٍ فَرَآهُمْ فَكَرِهَ ذَلِكَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ لَمْ أَرَ إِلَّا خَيْرًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَرَّأَهَا مِنْ ذَلِكَ ثُمَّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَقَالَ لَا يَدْخُلَنَّ رَجُلٌ بَعْدَ يَوْمِي هَذَا عَلَى مُغِيبَةٍ إِلَّا وَمَعَهُ رَجُلٌ أَوِ اثْنَانِ

"Dari Abdullah bin Amr bin Al-‘Ash Radhiyallahu 'anhu bahwa orang-orang dari Bani Hasyim menemui Asma’ binti ‘Umais, kemudian Abu Bakar Ash-Shiddiq masuk –waktu itu Asma’ adalah istri Abu Bakar-, lalu Abu Bakar melihat mereka, maka dia tidak menyukainya. Kemudian dia menyebutkan hal itu kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sambil berkata: “Aku tidak melihat kecuali kebaikan”. Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Setelah hariku ini, janganlah sama sekali seorang laki-laki menemui seorang wanita yang ditingal pergi suaminya kecuali bersamanya ada seorang laki-laki lain atau dua laki-laki". [HSR. Muslim, no:5641]

An-Nawawi rahimahullah berkata di dalam penjelasan hadits ini: “Kemudian bahwa zhahir hadits ini membolehkan menyendirinya dua atau tiga laki-laki dengan seorang wanita asing/bukan mahramnya. Tetapi yang terkenal di kalangan para sahabat kami (yakni madzhab Syafi’iyah-pen) adalah haramnya hal tersebut, kemudian hadits itu diberi arti (untuk) sekelompok orang yang tidak mungkin bersepakat berbuat keji, karena keshalihan atau keperwiraan mereka, atau lainnya. Dan Al-Qadhi telah mengisyaratkan pemberian arti seperti ini.

Syaikh Musthafa Al-‘Adawi memasukkan dua hadits di atas di dalam masalah “Masuknya dua atau tiga laki-laki kepada seorang wanita”. Dan pada catatan kaki beliau berkata: “Jika seorang laki-laki masuk/menemui sekelompok wanita, sedangkan mereka memakai hijab (menutupi seluruh tubuhnya termasuk wajah, karena Syaikh berpendapat wajah wanita harus ditutup-pen) dan jauh kemungkinan bersepakat untuk berbuat keji, dan aman dari fitnah, maka hal itu boleh. Wallahu A’lam”. [Jami’ Ahkamun Nisa’ IV/293]

6. Seorang laki-laki berdiri bersama seorang wanita di jalan yang dilewati orang, untuk memenuhi keperluan wanita tersebut.

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ امْرَأَةً كَانَ فِي عَقْلِهَا شَيْءٌ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي إِلَيْكَ حَاجَةً فَقَالَ يَا أُمَّ فُلَانٍ انْظُرِي أَيَّ السِّكَكِ شِئْتِ حَتَّى أَقْضِيَ لَكِ حَاجَتَكِ فَخَلَا مَعَهَا فِي بَعْضِ الطُّرُقِ حَتَّى فَرَغَتْ مِنْ حَاجَتِهَا

"Dari Anas, bahwa seorang wanita yang akalnya tidak begitu beres berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki keperluan kepadamu”. Maka beliau menjawab: “Hai Ummu Fulan, lihatlah jalan mana yang engkau sukai, sehingga aku dapat memenuhi keperluanmu”. Maka beliau berkhalwat (menyendiri) bersamanya di sebagian jalan sehingga wanita itu menyelesaikan keperluannya". [HSR. Muslim, Al-Bukhari secara ringkas, dan Abu Dawud]

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Perkataan “Maka beliau berkhalwat (menyendiri) bersamanya di sebagian jalan” yaitu berdiri bersamanya di jalan yang dilewati oleh orang, agar beliau dapat memenuhi keperluannya dan memberikan fatwa kepadanya dalam keadaan sendirian/sepi. Dan hal itu tidak termasuk khalwat (menyendiri) dengan wanita asing (bukan mahram), karena hal ini terjadi di tempat lewatnya orang-orang dan mereka dapat melihat beliau dan wanita tersebut, tetapi mereka tidak mendengar perkataan wanita itu, karena pertanyaan wanita itu, tidak dinampakkan dengan terang oleh beliau, wallahu a’lam”. [Syarh Muslim V/180]

Imam An-Nawawi juga berkata: “Di dalam hadits ini terdapat penjelasan tentang tawadhu’ beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu dengan berdirinya beliau dengan seorang wanita yang lemah. Inilah, dan Imam Al-Bukhari telah memasukkan hadits ini ke dalam bab: Khalwat seorang laki-laki dan wanita yang dibolehkan di hadapan orang-orang”.

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata menjelaskan bab ini: “Yaitu, laki-laki itu tidak menyendiri dengan wanita itu sampi tubuh keduanya tertutup dari (pandangan) mereka, tetapi sekedar mereka tidak mendengar perkataan keduanya, jika hal itu termasuk yang disembunyikan oleh wanita itu, seperti sesuatu yang seorang wanita malu untuk menyebutkannya di antara orang banyak. Dan penyusun (yaitu Imam Al-Bukhari) mengambil perkataan “di hadapan orang-orang” di dalam bab itu dari perkataan pada sebagian jalan-jalan hadits (yaitu): “Maka beliau berkhalwat (menyendiri) bersamanya di sebagian jalan”, yaitu di jalan yang dilewati, yang pada umumnya tidak sepi dari lewatnya orang-orang.” Kemudian Ibnu Hajar juga berkata: “Dalam hadits ini juga terdapat dalil bahwa perundingan seorang wanita asing (dengan seorang laki-laki-pen) secara pelan-pelan tidaklah merusakkan agamanya di saat aman dari fitnah. Akan tetapi urusannya adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Aisyah Radhiyallahu 'anha : “Siapakah di antara kamu yang dapat menguasai syahwatnya sebagaimana Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menguasai syahwatnya”.

7. Wanita mengucapkan salam kepada laki-laki.
Dalilnya hadits Ummu Hani’ yang telah disebutkan di atas, yaitu pada point ke (2). Wanita mendatangi laki-laki karena suatu keperluan.

أَنَّ أَبَا مُرَّةَ مَوْلَى أُمِّ هَانِئٍ بِنْتِ أَبِي طَالِبٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أُمَّ هَانِئٍ بِنْتَ أَبِي طَالِبٍ تَقُولُ ذَهَبْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْفَتْحِ فَوَجَدْتُهُ يَغْتَسِلُ وَفَاطِمَةُ ابْنَتُهُ تَسْتُرُهُ بِثَوْبٍ قَالَتْ فَسَلَّمْتُ فَقَالَ مَنْ هَذِهِ قُلْتُ أُمُّ هَانِئٍ بِنْتُ أَبِي طَالِبٍ قَالَ مَرْحَبًا بِأُمِّ هَانِئٍ فَلَمَّا فَرَغَ مِنْ غُسْلِهِ قَامَ فَصَلَّى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ مُلْتَحِفًا فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ فَلَمَّا انْصَرَفَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ زَعَمَ ابْنُ أُمِّي عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ أَنَّهُ قَاتِلٌ رَجُلًا أَجَرْتُهُ فُلَانُ ابْنُ هُبَيْرَةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَجَرْنَا مَنْ أَجَرْتِ يَا أُمَّ هَانِئٍ قَالَتْ أُمُّ هَانِئٍ وَذَلِكَ ضُحًى

"Abu Murrah maula (bekas budak) Ummu Hani’ binti Abu Thalib menceritakan bahwasanya ia mendengar Ummu Hani’ binti Abu Thalib berkata: “Saya pergi menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada tahun Fathu Makkah, saya dapati beliau sedang mandi dan Fathimah menutupinya dengan kain, lalu saya mengucapkan salam”. Rasul menjawab: “Siapakah ini?”. Saya menjawab: “Ummu Hani’ binti Abu Thalib!” Beliau berkata: “Selamat datang Ummu Hani’”. Ketika selesai mandi, beliau berdiri sholat delapan reka’at berselimutkan satu kain. Dan ketika telah selesai sholat, aku berkata: “Wahai Rasulullah, saudara-ku, Ali bin Abu Thalib, ingin membunuh orang yang telah aku lindungi, yaitu Fulan bin Hubairah”. Rasulullah bersabda: “Kami melindungi orang yang engkau lindungi wahai Ummu Hani’” Ummu Hani berkata: “Hal itu waktu dhuha" [HSR. Muslim, Ahmad, dan An-Nasa-i]

8.Laki-laki mengucapkan salam kepada wanita.

عَنْ سَهْلٍ قَالَ:… فَإِذَا صَلَّيْنَا الْجُمُعَةَ انْصَرَفْنَا وَنُسَلِّمُ عَلَيْهَا فَتُقَدِّمُهُ إِلَيْنَا

Dari Sahl, dia berkata: "…Maka jika kami telah shalat jum’ah, kami pulang (dan mampir ke rumah seorang wanita tua) dan kami mengucapkan salam kepadanya, kemudian dia menghidangkan makanan kepada kami." [HSR. Al-Bukhari dan lainnya]

TAMBAHAN
Inilah sebagian di antara perkara-perkara yang tidak termasuk ikhthilath yang terlarang hukumnya.

Dengan keterangan ini, maka definisi ikhthilath di dalam kitab Mas-uliyah Mar’atil Muslimah (hal:22) karya Syaikh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Al-Jarullah rahimahullah, yaitu bahwa ikhthilath adalah: “Berkumpulnya seorang laki-laki dengan seorang wanita yang bukan mahramnya, atau: berkumpulnya banyak orang laki-laki dengan banyak orang wanita yang mereka itu bukan mahram, di satu tempat, yang memungkinkan padanya untuk berhubungan di antara mereka, dengan cara memandang, berisyarat, dan berbicara, sehingga menyepinya seorang laki-laki dengan seorang wanita asing -yang bukan mahramnya- dalam keadaan bagaimanapun juga dianggap termasuk ikhthilath” belum bisa diterima. Karena kalau yang dimaksud ikhthilath adalah demikian, tentulah perkara-perkara di atas tadi termasuk ikhthilath yang terlarang!

Tetapi hal ini, bukan berarti laki-laki boleh memandang wanita yang bukan mahramnya –atau sebaliknya- tanpa adanya keperluan yang diidzinkan syari’at. Karena larangan tentang memandang ini jelas dari Al-Kitab dab As-Sunnah, sebagaimana sebagiannya telah berlalu di atas.

Inilah sedikit yang kami sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat. Amin.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun V/1422/2001M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-7574821]
________
Footnote
[1]. HSR. Al-Bukhari di dalam Shahihnya, dan di dalam Al-Adabul Mufrad; Muslim; Abu ‘Awanah; Ibnu Majah; dan lainnya –kami ringkaskan takhrijnya-pen] (Adabuz Zifaf Fis Sunnah Al-Muthahharah, hal:103-106, Maktab Al-Islami, 1409 H- 1989 M

http://almanhaj.or.id/ 

Hukum Wanita Muslim Berobat pada Dokter Laki-laki


Beberapa pertanyaan menghampiri meja Redaksi, yaitu menyangkut problem yang dihadapi wanita muslimah saat harus berobat atau memeriksakan kesehatan kepada dokter lelaki. Ini menjadi ganjalan bagi kaum hawa. Apabila tidak ada dokter wanita, atau jika sulit mendapatkan dokter wanita, lantas bagaimanakah hukumnya? Apalagi jika menyangkut hal-hal yang sangat pribadi, seperti partus (persalinan), atau keluhan lain yang memaksa wanita membuka auratnya.

Islam mensyariatkan, jika seseorang tertimpa penyakit maka ia diperintahkan untuk berusaha mengobatinya. Al-Qur`ân dan as-Sunnah telah menetapkan syariat tersebut. Dan pada pelayanan dokter memang terdapat faedah, yaitu memelihara jiwa. Satu hal yang termasuk ditekankan dalam syariat Islam.
Pembahasan masalah di atas akan diulas melalui beberapa sub judul, dengan bercermin pada fatwa-fatwa ulama kontemporer. Silahkan menyimak.

PANDANGAN ISLAM TERHADAP IKHTILAT
Pembahasan tentang ikhtilat sangat penting untuk menjawab persoalan di atas. Yakni untuk menjaga kehormatan dan menghindarkan dari perbuatan yang mengarah dosa dan kekejian.

Yang dimaksud ikhtilat, yaitu berduanya seorang lelaki dengan seorang perempuan di tempat sepi. Dalam hal ini menyangkut pergaulan antara sesama manusia, yang rambu-rambunya sangat mendapat perhatian dalam Islam. Yaitu berkait dengan ajaran Islam yang sangat menjunjung tinggi keselamatan bagi manusia dari segala gangguan. Terlebih lagi dalam masalah mu'amalah (pergaulan) dengan lain jenis. Dalam Islam, hubungan antara pria dan wanita telah diatur dengan batasan-batasan, untuk membentengi gejolak fitnah yang membahayakan dan mengacaukan kehidupan. Karenanya, Islam telah melarang pergaulan yang dipenuhi dengan ikhtilat (campur baur antara pria dan wanita).

Dalam hadits di bawah ini, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memperingatkan kaum lelaki untuk lebih berhati-hati dalam masalah wanita.

إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُ

"Berhati-hatilah kalian dari menjumpai para wanita,” maka seorang sahabat dari Anshar bertanya,"Bagaimana pendapat engkau tentang saudara ipar, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab,"Saudara ipar adalah maut (petaka).” [HR Bukhari dan Muslim].

Imam Ibnul-Qayyim rahimahullah memperingatkan bahaya ikhtilat ini dengan pernyataannya: “Ikhtilat yang terjadi di antara lelaki dan wanita menjadi penyebab banyaknya perbuatan keji dan zina”.[1] Maka, sungguh kehatian-hatian Islam dalam banyak hal, ialah demi kemaslahatan kehidupan manusia itu sendiri.

PERINTAH MENJAGA AURAT DAN MENAHAN PANDANGAN
Di antara keindahan syariat Islam, yaitu ditetapkannya larangan mengumbar aurat dan perintah untuk menjaga pandangan mata kepada obyek yang tidak diperbolehkan, lantaran perbuatan itu hanya akan mencelakakan diri dan agamanya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman (yang artinya): Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita . . ." [an-Nûr/24: 30-31].

Larangan melihat aurat, tidak hanya untuk yang berlawan jenis, akan tetapi Islam pun menetapkan larangan melihat aurat sesama jenis, baik antara lelaki dengan lelaki lainnya, maupun antara sesama wanita.

Disebutkan dalam sebuah hadits:

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلَا الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ

"Dari ‘Abdir-Rahman bin Abi Sa`id al-Khudri, dari ayahnya, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah seorang lelaki melihat kepada aurat lelaki (yang lain), dan janganlah seorang wanita melihat kepada aurat wanita (yang lain)". [HR Muslim]

Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan, di antara kandungan hadits ini, yaitu larangan bagi seorang lelaki melihat aurat lelaki (lainnya) dan wanita melihat aurat wanita (lainnya). Di kalangan ulama, larangan ini tidak diperselisihkan. Sedangkan lelaki melihat aurat wanita, atau sebaliknya wanita melihat aurat lelaki, maka berdasarkan Ijma', perbuatan seperti ini merupakan perkara yang diharamkan. Rasulullah mengarahkan dengan penyebutan larangan seorang lelaki melihat aurat lelaki lainnya, yang berarti lelaki yang melihat aurat wanita maka lebih tidak dibolehkan.[2]

Selain itu juga, guna mengantisipasi terjadinya perbuatan buruk, yang disebabkan karena terjalinnya hubungan bebas antara lelaki perempuan, sehingga Islam benar-benar menutup akses ke arah sana. Yaitu dengan mengharamkan terjadinya persentuhan antara kulit lelaki dan perempuan. Bahkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda:

لِأَنْ يُطْعَنَ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ

"Tertusuknya kepala salah seorang di antara kalian dengan jarum besi, (itu) lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya". [3]

Demikian sekilas prinsip pergaulan dengan lawan jenis yang telah ditetapkan Islam. Tujuannya, ialah demi kebaikan yang sebesar-besarnya.

IDEALNYA MUSLIMAH BEROBAT KE DOKTER WANITA
Hukum asalnya, apabila ada dokter umum dan dokter spesialis dari kaum Muslimah, maka menjadi kewajiban kaum Muslimah untuk menjatuhkan pilihan kepadanya. Meski hanya sekedar keluhan yang paling ringan, flu batuk pilek sampai pada keadaan genting, semisal persalinan ataupun jika harus melakukan pembedahan.

Berkaitan dengan masalah itu, Syaikh Bin Bâz rahimahullah mengatakan: “Seharusnya para dokter wanita menangani kaum wanita secara khusus, dan dokter lelaki melayani kaum lelaki secara khusus kecuali dalam keadaan yang sangat terpaksa. Bagian pelayanan lelaki dan bagian pelayanan wanita masing-masing disendirikan, agar masyarakat terjauhkan dari fitnah dan ikhtilat yang bisa mencelakakan. Inilah kewajiban semua orang”.[4]

Lajnah Dâ-imah juga menfatwakan, bila seorang wanita mudah menemukan dokter wanita yang cakap menangani penyakitnya, ia tidak boleh membuka aurat atau berobat ke seorang dokter lelaki. Kalau tidak memungkinkan maka ia boleh melakukannya.[5]

Bagaimana tidak? Karena seorang muslimah harus menjaga kehormatannya, sehingga ia harus menjaga rasa malu yang telah menjadi fitrah wanita, menghindarkan diri dari tangan pria yang bukan makhramnya, menjauhkan diri dari ikhtilath. Tatkala ia ingin mendapatkan penjelasan mengenai penyakitnya secara lebih banyak, lebih leluasa bertanya, dan sebagainya, maka mau tidak mau hal ini tidak akan bisa didapatkan dengan baik, melainkan jika seorang wanita berobat atau memeriksakan dirinya kepada dokter atau ahli medis wanita. Bila tidak, maka hal itu sulit dilakukan secara maksimal.

BAGAIMANA BILA TIDAK ADA DOKTER WANITA?
Kenyataan yang kita saksikan cukup langkanya dokter umum maupun spesialis dari kalangan kaum hawa. Keadaan ini, sedikit banyak tentu menimbulkan pengaruh yang cukup membuat risih kaum wanita, bila mereka mesti berhadapan dengan lawan jenis untuk berobat. Sehingga banyak diantara kaum wanita yang terpaksa berobat kepada dokter pria.

Syaikh Bin Bâz rahimahullah memandang permasalahan ini sebagai persoalan penting untuk diketahui dan sekaligus menyulitkan. Akan tetapi, ketika Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberi karunia ketakwaan dan ilmu kepada seorang wanita, maka ia harus bersikap hati-hati untuk dirinya, benar-benar memperhatikan masalah ini, dan tidak menyepelekan. Seorang wanita memiliki kewajiban untuk mencari dokter wanita terlebih dahulu. Bila mendapatkannya, alhamdulillah, dan ia pun tidak membutuhkan bantuan dokter lelaki.[6]

Bila memang dalam keadaan darurat dan terpaksa, Islam memang membolehkan untuk menggunakan cara yang mulanya tidak diperbolehkan. Selama mendatangkan maslahat, seperti untuk pemeliharaan dan penyelamatan jiwa dan raganya. Seorang muslimah yang keadaannya benar-benar dalam kondisi terhimpit dan tidak ada pilihan, (maka) ia boleh pergi ke dokter lelaki, baik karena tidak ada ada seorang dokter muslimah yang mengetahui penyakitnya maupun memang belum ada yang ahli.

Allah Ta`ala menyebutkan dalam firman-Nya surat al-An'âm/6 ayat 119:

وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ

"(padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya)".

Meskipun dibolehkan dalam kondisi yang betul-betul darurat, tetapi harus mengikuti rambu-rambu yang wajib untuk ditaati. Tidak berlaku secara mutlak. Keberadaan mahram adalah keharusan, tidak bisa ditawar-tawar. Sehingga tatkala seorang muslimah terpaksa harus bertemu dan berobat kepada dokter lelaki, ia harus didampingi mahram atau suaminya saat pemeriksaan. Tidak berduaan dengan sang dokter di kamar praktek atau ruang periksa.

Syarat ini disebutkan Syaikh Bin Bâz rahimahullah untuk pengobatan pada bagian tubuh yang nampak, seperti kepala, tangan, dan kaki. Jika obyek pemeriksaan menyangkut aurat wanita, meskipun sudah ada perawat wanita –umpamanya- maka keberadaan suami atau wanita lain (selain perawat) tetap diperlukan, dan ini lebih baik untuk menjauhkan dari kecurigaan.[7]

Ketika Syaikh Shalih al-Fauzan ditanya mengenai hukum berobat kepada dokter yang berbeda jenisnya, beliau menjelaskan:
“Seorang wanita tidak dilarang berobat kepada dokter pria, terlebih lagi ia seorang spesialis yang dikenal dengan kebaikan, akhlak dan keahliannya. Dengan syarat, bila memang tidak ada dokter wanita yang setaraf dengan dokter pria tersebut. Atau karena keadaan si pasien yang mendesak harus cepat ditolong, (karena) bila tidak segera, penyakit (itu) akan cepat menjalar dan membahayakan nyawanya. Dalam masalah ini, perkara yang harus diperhatikan pula, dokter tersebut tidak boleh membuka sembarang bagian tubuh (aurat) pasien wanita itu, kecuali sebatas yang diperlukan dalam pemeriksaan. Dan juga, dokter tersebut adalah muslim yang dikenal dengan ketakwaannya. Pada situasi bagaimanapun, seorang muslimah yang terpaksa harus berobat kepada dokter pria, tidak dibolehkan memulai pemeriksaan terkecuali harus disertai oleh salah satu mahramnya".[8]

Ketika Lajnah Dâ-imah menjawab sebuah pertanyaan tentang syarat-syarat yang harus terpenuhi bagi dokter lelaki untuk menangani pasien perempuan, maka Lajnah Dâ-imah mengeluarkan fatwa yang berbunyi: “(Syarat-syaratnya), yaitu tidak dijumpai adanya dokter wanita muslimah yang sanggup menangani penyakitnya, dokter tersebut seorang muslim lagi bertakwa, dan pasien wanita itu didampingi oleh mahramnya”.[9]

Demikian pula menurut Syaikh Muhammmad bin Shalih al-‘Utsaimin. Hanya saja, untuk menangani wanita muslimah, beliau rahimahullah lebih memilih seorang dokter wanita beragama Nashrani yang dapat dipercaya, daripada memilih seorang dokter lelaki muslim. Kata beliau: “Menyingkap aurat lelaki kepada wanita, atau aurat wanita kepada pria ketika dibutuhkan tidak masalah, selama terpenuhi dua syarat, yaitu aman dari fitnah, dan tidak disertai khalwat (berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya). Akan tetapi, berobat kepada dokter wanita yang beragama Nasrani dan amanah, tetap lebih utama daripada ke doker muslim meskipun lelaki, karena aspek persamaan”.[10]

Penjelasan tambahan Syaikh al-‘Utsaimin di atas, juga dipilih oleh para ulama yang tergabung dalam Lajnah Daimah. Dalam fatwanya yang bernomor 16748, Lajnah Dâ-imah memfatwakan, wanitalah yang menangani (pasien) wanita, baik ia seorang muslimah maupun bukan. Seorang lelaki yang bukan mahram, tidak boleh menangani wanita, kecuali dalam kondisi darurat. Yaitu bila memang tidak ditemukan dokter wanita.[11]

Begitu pula bagi wanita yang menghadapi persalinan.

Ada sebuah pertanyaan mengenai hukum wanita memasuki rumah sakit untuk menjalani persalinan, sedangkan dokter-dokter di rumah sakit tersebut seluruhnya laki-laki. Lajnah Dâ-imah memberi jawaban: "Dokter laki-laki tidak boleh menangani persalinan wanita, kecuali dalam kondisi darurat, seperti mengkhawatirkan kondisi wanita (ibu bayi), sementara itu tidak ada dokter wanita yang mampu mengambil alih pekerjaan itu”.[12]

KESIMPULAN
Sebagaimana hukum asalnya, bila ada dokter wanita yang ahli, maka dialah yang wajib menjalankan pemeriksaan atas seorang pasien wantia. Bila tidak ada, dokter wanita non-muslim yang dipilih. Jika masih belum ditemukan, maka dokter lelaki muslim yang melakukannya. Bila keberadaan dokter muslim tidak tersedia, bisa saja seorang dokter non-muslim yang menangani.

Akan tetapi harus diperhatikan, dokter lelaki yang melakukan pemeriksaan hanya boleh melihat tubuh pasien wanita itu sesuai dengan kebutuhannya saja, yaitu saat menganalisa penyakit dan mengobatinya, serta harus menjaga pandangan. Dan juga, saat dokter lelaki menangani pasien wanita, maka pasien wanita itu harus disertai mahram, atau suaminya, atau wanita yang dapat dipercaya supaya tidak terjadi khalwat.

Dalam semua kondisi di atas, tidak boleh ada orang lain yang menyertai dokter lelaki kecuali yang memang diperlukan perannya. Selanjutnya, para dokter lelaki itu harus menjaga kerahasiaan si pasien wanita.[13]

Bertolak dari keterangan di atas, bagaimanapun keadaannya, sangat diperlukan kejujuran kaum wanita dan keluarganya tentang masalah ini. Hendaklah terlebih dulu beriktikad untuk mencari dokter wanita. Tidak membuat bermacam alasan dikarenakan malas untuk berusaha. Semua harus dilandasi dengan takwa dan rasa takut kepada Allah, kemudian berusaha untuk mewujudkan tujuan-tujuan mulia di atas. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla , niscaya Allah Azza wa Jalla menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.
Wallahu a'lam bish-shawâb.

Maraji`:
1. Al-Fatâwa al-Muta’alliqah bith-Thibbi wa Ahkamil-Mardha, Pengantar Syaikh 'Abdul-'Aziz bin 'Abdullah Alu Syaikh, Darul-Muayyad, Cetakan I, Tahun 1424 H.
2. Fatâwa, Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin.
3. Fatâwa, Syaikh Shalih al-Fauzan.
4. Fatâwa wa Maqalat, Syaikh Bin Baz.
5. Fiqhun-Nawazil, Dr. Muhammad bin Hasan al-Jizani, Darul-Ibnil-Jauzi, Cetakan I, Tahun 1426-2005.
6. Majalah Mujamma`, Juz 3.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun XI/1428H/2007M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]
_______
Footnote
[1]. Lihat ath-Thuruq Hukmiyah, hlm. 407.
[2]. Syarhu Shahîh Muslim.
[3]. Hadits shahîh diriwayatkan oleh ath-Thabrani dan lainnya. Lihat ash-Shahîhah (226), Shahîhul-Jami' (5045).
[4]. Al-Fatâwa al-Muta’alliqah bith-Thibbi wa Ahkamil-Mardha, hlm. 230.
[5]. Fatâwa Lajnah Dâ-imah, no. 4671. Dinukil dari al-Fatâwa al-Muta’alliqah bith-Thibbi wa Ahkamil-Mardha.
[6]. Al-Fatâwa al-Muta’alliqah bith-Thibbi wa Ahkamil-Mardha 228-229
[7]. Ibid.
[8]. Lihat Fatâwa, Syaikh Shalih al-Fauzan, Jilid 5.
[9]. Fatâwa Lajnah Dâ-imah no. 3507. Dinukil dari al-Fatâwa al-Muta’alliqah bith-Thibbi wa Ahkamil-Mardha, hlm. 242.
[10]. Lihat Fatâwa wa Rasail Ibni Utsaimin, Jilid 12.
[11]. Lihat al-Fatâwa al-Muta’alliqah bith-Thibbi wa Ahkamil-Mardha. Dinukil dari halaman 244.
[12]. Fatâwa Lajnah Dâ-imah, no. 17000. Dinukil dari al-Fatâwa al-Muta’alliqah bith-Thibbi wa Ahkamil- Mardha, hlm. 245.
[13]. Diambil dari 3/196-197. Merupakan ketetapan Majma Fiqh Islami, no 85/12/85 yang bermuktamar pada tanggal 1-7 Muharram 1414 H. Ketetapan ini dikukuhkan lagi pada muktamar tanggal 20 Sya’ban 1415 H.

http://almanhaj.or.id/