Tampilkan postingan dengan label Akhwat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhwat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2011

Antara Menjadi Pria Idaman dan Bukan Pria Idaman


Sifat- Sifat  Pria Idaman
  1. Kuat amalan agamanya. Menjaga solat fardhu, kerap berjemaah dan solat pada awal waktu. Auratnya juga sentiasa dipelihara dan memakai pakaian yang sopan. Sifat ini boleh dilihat terutama sewaktu bersukan.
  2. Akhlaknya baik, iaitu seorang yang nampak tegas, tetapi sebenarnya seorang yang lembut dan mudah bertolak ansur. Pertuturannya juga mesti sopan, melambangkan peribadi dan hatinya yang mulia.
  3. Tegas mempertahankan maruahnya. Tidak berkunjung ke tempat-tempat yang boleh menjatuhkan kredibilitinya.
  4. Amanah, tidak mengabaikan tugas yang diberikan dan tidak menyalahgunakan kuasa dan kedudukan.
  5. Tidak boros, tetapi tidak kedekut. Tahu membelanjakan wang dengan bijaksana.
  6. Menjaga mata dengan tidak melihat perempuan lain yang lalu lalang ketika sedang bercakap-cakap.
  7. Pergaulan yang terbatas, tidak mengamalkan cara hidup bebas walaupun dia tahu dirinya mampu berbuat demikian.
  8. Mempunyai rakan pergaulan yang baik. Rakan pergaulan seseorang itu biasanya sama.
  9. Bertanggungjawab. Lihatlah dia dengan keluarga dan ibu bapanya.
  10. Wajah yang tenang, tidak kira semasa bercakap atau membuat kerja atau masa kecemasan.


Sifat - sifat Bukan Pria Idaman

1. Akidahnya Amburadul. 
Di antara ciri pria semacam ini adalah ia punya prinsip bahwa jika cinta ditolak maka dukun pun bertindak. jika sukses dan lancar dalam bisnis, maka ia pun menggunakan jimat-jimat. ingin buka usaha pun ia memakai pelarisan. jika berencana nikah, harus mengitung hari baik terlebih dahulu. yang jadi kegemarannya agar hidup lancar adalah memercayai ramalan bintang agar semakin percaya diri dalam melangkah. 

Ibnu Qayyim mengatakan,"Barangsiapa yang hendak meninggikan bangunannya, maka hendaklah dia mengokohkan pondasinya dan memberikan perhatian penuh terhadapnya. Sesungguhnya kadar tinggi bangunan yang bisa dia bangun adalah sebanding dengan kekuatan pondasi yang dia buat. Amalan manusia adalah ibarat bangungan dan pondasinya adalah iman." (Al-Fawaid)

2. Menyia-nyiakan sholat. 
Shalat berjamaah bagi seorang pria adalah suatu kewajiban sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran dan berbagai hadits. 
Allah subhanahu wa ta'ala menceritakan dalam firman-Nya mengenai shalat khouf (shalat dalam keadaan perang), 
"Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan sholat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (sholat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang sholat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan seraka'at), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan kedua yang belumsholat , sholatlah mereka denganmu." (Q.S An-Nisa' : 102)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah,seorang lelaki buta datang kepada Rasulullah shallallahu'walaihi wa sallam dan berkata,
"Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki penunjuk jalan yang dapat mendampingi saya untuk mendatangi mesjid." Maka ia meminta keringanan kepada Rasulullah untuk tidak sholat berjamaah dan agar diperbolehkan sholat dirumahnya. Kemudian RAsulullah memberikan keringanan kepadanya. Namun ketika lelaki itu hendak beranjak, rasulullah memanggilnya lagi dan bertanya,"Apakah kamu mendengar adzan?" Ia menjawab,"Ya". Rasulullah bersabda,"Penuhilah seruan (adzan) itu." (HR Muslim)

Orang buta ini tidak dibolehkan sholat dirumah apabila ia mendengar adzan. Hal ini menunjukkan bahwa memenuhi panggilan adzan adalah dengan menghadiri sholat berjamaah. Hal ini ditegaskan kembali dalam hadits Ibnu Ummi Maktum, dia berkata: 
"Wahai Rasulullah , di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda,"Apakah kamu mendengar seruan adzan  hayya 'alash sholah, hayya 'alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut". (HR Abu Daud. yaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

3. Tidak dapat menjaga pandangannya
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat"." (QS An-Nur:30)

Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan,
"Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku." (HR Muslim no 5770)

4. Senang BerKhalwat
Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, 
"Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnta." (HR Bukhari no 5233)

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, 
"Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karen asesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya." (HR Ahmad no 15734. syaikh Syu'aib Al Arbauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi)

5. Tangan Nakal
Yaitu tangan yang menyalami wanita yang tidak halal baginya. Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam pun ketika berbaiat dan kondisi lainnya tidak pernah menyentuh tangan wanita yang tidak halal baginya.
Dari Abdulloh bin 'Amr, "Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah berjabat tangan dengan wanita ketika berbaiat." (HR Ahmad dishohihkan oleh Syaikh Salim dalam al Manahi As-Syari'ah)

Dari maimah bintu Ruqoiqoh , dia berkata, "Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya aku tidak pernah menjabat tangan para wanita , hanyalah perkataanku untuk seratus orang wanitan seperti perkataanku untuk satu orang wanita." (HR Tirmidzi, Nasa'i, MAlik, dishohihkan oleh Syaikh Salim Al Hilaliy)

Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda,
"Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi , tidak bisa tidak, zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga adalah dengan mendengar. Zna lisan adalah dengan berbicara.  Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hatii adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian." HR Muslim no 6925)

6. Tanpa Arah yang Jelas
Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda,
"Seseorang dianggap telah berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya." (HR Muslim no.996)

Seorang pria harus memiliki jalan hidup yang jelas dan tidak boleh ia hidup tanpa arah yang sampai menyia-nyiakan tanggungannya. Ia harus memikirkan cara untuk dapat menafkahi istri dan anak-anaknya dikemudian hari dan sudah mempersiapkan segalanya. Dia pun harus mampu membimbing keluarganya dalam urusan agama karena hidup kita yang sesungguhnya adalah di akhirat kelak. 

sumber : http://rumaysho.com
                 http://soleh.net

Selasa, 06 September 2011

Nasihat-Nasihat Mulia dari Seorang Ibu yang Terdidik

"Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) sebagai umat yang adil...."

Berapa banyak sudah,
Kita saksikan kegelisahan seorang kawan
berlalu dan berubah
menjadi kegembiraan

Ada satu nasihat bagus yang diwariskan oleh seorang wanita Arab, yaitu, nasihat Umamah binti Harits kepada putrinya, Ummu iyas binti Auf pada malam pernikahannya. Beberapa nasihatnya waktu itu adalah sebagai berikut:

"Putriku, engkau akan meninggalkan suasana yang telah melahirkanmu, dan engkaupun akan berpisah dengan kehidupan yang selama ini membesarkanmu. Seandainya seorang wanita tidak membutuhkan seorang suami karena kekayaan kedua orangtuanya dan kebutuhan mereka terhadapnya, maka engkau  adalah orang yang paling tidak membutuhkan suami. Namun, kenyataan menyatakan bahwa wanita itu diciptakan untuk laki-laki dan kaum laki-laki diciptakan untuknya." 

Adapun inti dari nasihat-nasihatnya adalah sebagai berikut:

Pertama dan kedua: seorang istri harus mematuhi suaminya dengan penuh ketulusan dan memperhatikan perintah-perintahnya dengan penuh ketaatan.

Ketiga dan keempat: Seorang istri hendaknya memelihara kebersihan bagian-bagian tubuhnya yang sealu menjadi tujuan hidung dan mata suami. Artinya, jangan sampai matanya melihat sesuatu yang tidak menyenangkannya pada dirimu, dan agar ia selalu mencium bau wangi dari tubuhmu.

Kelima dan keenam: Seorang istri hendaknya selalu memperhatikan waktu tidur dan waktu makan suaminya. Karena, rasa lapar akan membuatnya garang dan kurang tidur akan membuatnya mudah marah.

Ketujuh dan kedelapan: Seorang istri hendaklah menjaga harta suaminya, memelihara kehormatannya dan keluarganya, mengatur keuangan rumah tangga dengan cara yang baik dan merawat anak-anaknya dengan penuh perhatian.

Nasihat kesembilan dan kesepuluh: Jangan pernah menentang perintahnya dan juga jangan menyebarkan aib atau rahasianya. sebab , denagn menentang perintahnya, engkau akan membuat dadanya bergolak. Dan jika engkau menyebarkan rahasianya, berarti engkau tidak bisa menjaga kehormatannya.

Berikutnya, hendaklah engkau tidak menampakkan keceriaan di hadapannya mana kala ia sedang sedih. Namun, jangan pula engkau menampakkan wajah bersedih ketika ia dalam keadaan berbunga-bunga.


Pencerahan:

Kebahagiaan bukan di tangan orang lain, tapi di tanganmu sendiri.


-Dr. 'Aidh Abdullah Al-Qarni dalam La Tahzan For Smart Muslimah-

Rumahmu Adalah Istana Kemuliaan dan Cinta

"Sesungguhnya tuhanmu Mahaluas pengampunan-Nya."

Katakanlah,"Kami beriman kepada Sang Maha Pengasih,
dan mengikuti seorang Pembimbing dari Yastrib."

Wahai-wanita mulia yang terhormat...

Janganlah engaku tinggalkan rumahmu, kecuali untuk suatu urusan yang memang sangat penting sekali. Di rumahmu itulah letak kebahagiaanmu. "Berdiam dirilah kalian di rumah kalian." (Q.S Al-Ahzab:33)
Sebab, di rumahmu itulah engkau akan mendapatkan kebahagiaan dan bisa memelihara niali-nilai kehormatan, kemuliaan, dan kewibawaanmu.

Ketahuilah, sesungguuhnya wanita murahan itu adalah yang sering pergi ke pasar tanpa ada kepentingan : hanya mengikuti budaya dan kebiasaan yang sedang trend saja. Ironisnya, kebanyakan  mereka memasuki pusat-pusat perbelanjaan untuk mencari barang-barang sepele yang aneh-aneh, tidak ada manfaatnya, tidak dianjurkan agama, tidak sejalan dengan risalah dakwah dan tidak ada kaitannya dengan pengetahuan, ilmu, dan kebudayaan.

Singkat kata, apa yang mereka lakuakn ini hanyalah sesuatu yang sia-sia, tiada guna dan terlalu berelebih-lebihan. Apalagi, bila tujuan mereka hanya sepele: mencari makan dan melihat mode pakaian terbaru.
Jangalah sekali-kali engkau emninggalkan rumah tanpa ada kepentingan yang benar-benar penting dan mendesak. Tetaplah engaku di rumahmu. Sebab, rumahmu adalah tempatnya kebahagiaan, ketentraman, dan kedamaian. Jadikan pula rumahmu sebagai sumebr cinta dan kasih sayang, serta pangkalan kebajikan dan kedermawanan yang membawa berkah.

Pencerahan:

Jangan ceritakan beban hidupmu kecuali kepada orang-orang yang bisa membantumu dengan pikiran dan nasihat untuk mencapai sebuah kebahagiaan.


-Dr 'Aidh Abdullah Al-Qarni dalam La Tahzan For Smart Muslimah-

Pandanglah Awan dan Jangan Melihat ke Tanah

"Segala Puji Bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dariku."

Kalau bukan karena nyala api yang mengitarinya
Harumnya aroma kayu gaharu tidak akan pernah tercium

Gantungkan cita-citamu setinggi mungkin. Kemudian, merambatlah dan teruslah mendaki untuk meraihnya. Namun, tetaplah waspada dan hati-hati agar jangan sampai terhatuh!
Ketahuilah...!
Hidup ini hanya beberapa enit saja; bahkan hanya beberapa detik saja. Jadilah seekor semut dalam kesungguhan, ketekuna, dan kesabaran. Cobalah, dan teruslah engkau mencoba! Bertobatlah jika engkau melakukan kesalahan, dan kembalilah engkau kepada pintu tobat. Hafalkan kembali Al-Quran jika engkau telah lupa. Hafalkan terus untuk yang kedua kalinya, ketiga kalinya sampai kesepuluh kalinya sekalipun. Yang terpenting, engaku jangan pernah merasa gagal dan frustasi, karena sejarah tidak pernah mengenal kata terakhir; akal tidak mengenal kata penghabisan; sebab usaha dan perbaikan masih selalu terbentang. 
Sesungguhnya umur itu seperti tubuh: bisa dipercantik dengan operasi, dan seperti bangunan: masih memungkinkan untuk dipugar dan kemudian diperindah denagn warna cat yang baru. Jauhilah sekolah yang bernama kemalasan dan kegagalan. Hilangkanlah dari hatimu semua bayang-bayang penyakit, bencana, musibah, dan kesulitan. Allah berfirman: 
"Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman." (Q.S Al-Ma'idah:23)

Pencerahan:

Meninggalkan maksiat adalah perjuangan, sedangkan menekuninya adalah pengkhianatan.


-Dr. 'Aidh Abdullah Al-Qarni dalam La Tahzan For Smart Muslimah-

Bangunlah Istanamu di Surga !

" Setiap detik Pasti Ada Jalan Keluar"

Aku telah turuti tamakku
Hingga ia memperbudakku
Padahal, andai aku puas dengan yang ada,
aku pasti tetap bebas merdeka

Perhatikanlah dari generasi ke generasi: Apakah mereka mati dengan membawa harta, istana, jabatan, kedudukan, emas, dan perak mereka? Apakah mereka dikubur bersama mobil dan pesawat-pesawat pribadi mereka? Sekali-kali tidak! Semua barang-barang itu mereka tinggalkan begitu saja di dunia. Bahkan, baju dan penutup kepala pun tak mereka bawa. Mereka di masukkan ke liang kubur hanya dengan berbajukan kain kafan dan kemudian ditanya : siapakah Tuhanmu? Siapakah Nabimu? Apa agamamu?
Maka, siapkan dirimu untuk menyongsong hari itu; janganlah kau bersedih dan terlalu menyayangi kenikmatan dunia! Semua itu adalah fana dan tidak berharga. Bahkan, tidak akan ada yang kekal dari dirimu selain amal-amal saleh saja. Allah berfirman:
"Barangsiapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan KAmi berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami  beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (Q.S An-Nahl:97)

Pencerahan:
Penyakit merupakan sebuah pesan yang menyimpan kabar gembira, sedang kesehatan adalah perhiasan yang sangat berharga.

- Dr. 'Aidh Abdullah Al-Qarni dalam La Tahzan For Smart  Muslimah-

Sabtu, 13 Agustus 2011

Akhwat Sejati


Akhwat sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun, tetapi dilihat dari kedewasaannya dalam bersikap.
 Akhwat sejati tidak dilihat dari retorikanya ketika aksi, tetapi dilihat dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.
Akhwat sejati tidak dilihat dari banyaknya ia berorganisasi, tetapi sebesar apa tanggungjawabnya dalam menjalankan amanah.
Akhwat sejati tidak dilihat dari kehadirannya dalam syuro’, tetapi dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari suatupermasalahan.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tasnya yang selalu membawa Al -Qur’an, tetapi dilihat dari hafalan dan pemahamannya akan kandungan Al- Qur’an tersebut.
Akhwat sejati tidak dilihat dari aktivitasnya yang seabrek, tetapi bagaimana ia mampu mengoptimalisasi waktu dengan baik.
Akhwat sejati tidak dilihat dari IP-nya yang cumlaude, tetapi bagaimana ia mengajarkan ilmunya pada umat.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tundukan matanya ketika interaksi,tetapi bagaimana ia mampu membentengi hati.
Akhwat sejati tidak dilihat dari partisipasinya dalam menjalankan kegiatan, tetapi dilihat dari keikhlasannya dalam bekerja.
Akhwat sejati tidak dilihat dari sholatnya yang lama, tetapi dilihat dari kedekatannya pada Robb di luar aktivitas sholatnya.
Akhwat sejati tidak dilihat kasih sayangnya pada orang tua dan teman - teman, tetapi dilihat dari besarnya kekuatan cinta pada Ar – Rahman Ar- Rahiim..
Akhwat sejati tidak dilihat dari rutinitas dhuha dan tahajjudnya, tetapi sebanyak apa tetesan air mata penyesalan yang jatuh ketika sujud
Akhwat sejati tidak dilihat dari rutin dan konsistennya menggunakan jilbab dan tidak akan menganggap dirinya lebih sempurna dibandingkan para akhwat lainnya yang belum berhijab, tetapi bagaimana ia mampu membimbing dengan penuh kesabaran & keikhlasan para akhwat lainnya supaya menggunakan jilbabnya dengan konsisten.

http://quntumniez.wordpress.com/

SEKEDAR NASIHAT UNTUK KAUM HAWA

1.      Untuk membentuk bibir yang menawan, Ucapkan kata-kata kebaikan.
2.      Untuk mendapatkan mata yang indah, Carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai.
3.      Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, Berbagilah makanan dengan mereka yang kelaparan.
4.      Untuk mendapatkan rambut yang indah, Mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari.
5.      Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, Berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, Dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian. Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain, Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni.
6.      Jadi, jangan pernah kucilkan seseorang dari hati anda Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, Ingatlah senantiasa, Jika suatu ketika anda membutuhkan pertolongan, Akan senantiasa ada tangan terulur.
7.      Dan dengan bertambahnya usia anda, Anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, Satu untuk menolong diri anda sendiri, Dan satu lagi untuk menolong orang lain.
8.      Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakannya, Bukan pada bentuk tubuhnya, atau cara dia menyisir rambutnya.
9.      Kecantikan wanita terdapat pada matanya, cara dia memandang dunia. Karena di matanyalah terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, Di mana cinta dapat berkembang.
10.    Kecantikan wanita, bukan pada kehalusan wajahnya, Tetapi kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, Yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta yang dia berikan Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.

-anonim-

Rabu, 13 Juli 2011

Cara Merawat Siku


Bagian yang sering terlupakan saat merawat tubuh adalah bagian siku. Siku yang tidak terawat, warnanya akan terlihat lebih gelap dari bagian kulit lainnya. Saat diraba pun terasa kasar. Untuk membuaut siku terihat halus dan bersih, lakukan oerawatan rutin. Setiap kali mandi, gosoklah dengan sabun. Lalu berikan pelembap setelah mandi. Untuk hasil maksimal, lakukan perawatan rutin dengan minyak almond yang dicampur susu segar atau yogurt setiap dua atau ttiga kali seminggu. Oleskan ke bagian siku, diamkan sejenak, lalu basuh dengan air hangat. Bisa juga dengan sebuah jeruk lemon yang dibelah dua, peras dan ambil airnya. Gunakan sisa kulit bagian dalam untuk menggosok siku.

Sumber: Majalah Paras, Bacaan Utama Wanita Islam  no 79/ thn VII/mei 2010

Kamis, 26 Mei 2011

Bersedekah dan Izin Suami

Dari 'Aisyah radiyallahu'anha, Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,"Jika seorang perempuan menafkahkan sebagian makanan yang ada dirumahnya, yang tidak akan menimbulkan masalah, ia memeroleh pahala atas sedekahnya, suaminya memeroleh pahala atas usahanya, dan penjaga rumah juga mendapat pahala yang sama. sebagian mereka tidak mengurangi sedikit pun pahala sebagian yang lain." (H.R Al-Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Umamah Al-Bahili radiyallahu'anhu, aku emndengar Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam berkhutbah pada haji wada'. Beliau bersabda,"Seorang istri tidak diperkenankan menafkahkan sesuatu yang ada dirumah suaminya kecuali dengan seizinnya." Seorang bertanya,"Ya Rasulullah, bagaimana dengan makanan?" beliau menjawab,"Makanan merupakan harta kita yang paling utama." (H.R Al-Tirmidzi, Ibn Majah, dan Ahmad)

Ibn Al-'Arabi berkata."Para ulama zaman dahulu berbeda pendapat mengenai perempuan yang menyedekahkan harta yang ada dirumah suaminya. Sebagian membolehkannya bila yang disedekahkan bukan barang berharga sehingga ketiadaannya tidak mengurangi sesuatu dari rumahnya. Sementara itu, sebagian lain mensyaratkan adanya izin suami, walaupun tidak terperinci, dan pendapat ini dipilih oleh Al-Bukhari. Selanjutnyay para ulama bersepakat mengenai persyaratan bahwa sedekah yang diberikan tidak menyebabkan masalah dalam rumah tangga. Ada juga yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan sedekah istri , hamba, atau penjaga rumah adalah sedekah yang diberikan kepada keluarga dekat untuk kemashalatannya, bukan sedekah kepada orang lain tanpa seizin suaminya."

wallahu a'lam ..

sumber:
100 Pesan Nabi untuk Wanita oleh Badwi Mahmud Al-Syaikh