Tampilkan postingan dengan label Tanaman Obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Obat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Agustus 2011

Herbal Belimbing Wuluh

Belimbing wuluh memiliki nama yang beragam, yaitu Limeng, selimeng, thlimeng (Aceh), selemeng (Gayo), Asom, belimbing, balimbingan (Batak), malimbi (Nias), balimbieng (Minangkabau), belimbing asam (Melayu), Balimbing (Lampung), calincing, balingbing (Sunda), Balimbing wuluh (Jawa), bhalingbhing bulu (Madura), Blingbing buloh (Bali), limbi (Bima), balimbeng (Flores), Libi (Sawu), belerang (Sangi).

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) adalah sejenis pohon kecil yang diperkirakan berasal dari Kepulauan Maluku (Indonesia), tapi dari sumber lain juga mengatakan datang dari Amerika tropis.

Buahnya memiliki rasa asam dan sering digunakan sebagai penyegar sirup, penyedap masakan, membersihkan noda pada kain dan barang yang terbuat dari kuningan, membersihkan tangan yang kotor dan sebagai bahan obat tradisional.

Tanaman ini dapat mencapai tinggi 5-10 m dengan batang yang tidak begitu besar dan diameternya hanya sekitar 30 cm. Ditanam sebagai pohon buah, kadang tumbuh liar dan ditemukan dari dataran rendah sampai 500 m di atas permukaan laut.

Batangnya bergelombang kasar, pendek dan cabangnya sedikit. Daunnya membentuk kelompok menyirip bergantian, panjangnya 30-60 cm dan berkelompok pada akhir cabang. Pada setiap daun terdapat 11-45 pasang daun oval.

Bunganya kecil, muncul langsung dari batang dengan tangkai bunga berbulu. Mahkota bunganya berjumlah lima, berwarna putih, kuning atau ungu.

Buah berbentuk elips seperti torpedo dengan panjang 4 -10cm. Warnanya hijau ketika muda dengan kelopak yang tersisa menempel di ujung. Buah masak berwarna kuning atau pucat. Daging buah berair dengan rasa yang sangat masam hingga manis. Kulit buahnya mengkilap dan tipis. Bijinya kecil, datar, cokelat, dan ditutupi dengan lendir.

Khasiat

Penyakit yang dapat diobati antara lain batuk, sariawan stomatitis, perut sakit, gondongan parotitis, rematik, batuk rejan, gusi berdarah, sariawan, sakit gigi berlubang; Jerawat, panu, tekanan darah tinggi (hipertensi), kelumpuhan, memperbaiki fungsi pencernaan, radang rektum.

Bagian yang dapat dipakai: Daun, bunga, buah.

Kegunaan:
Bunga
1. Batuk.
2. Sariawan (stomatitis)

Daun
1. Perut sakit. Gondongan (Parotitis).
2. Rematik.

Buah
1. Batuk rejan.
2. Gusi berdarah, sariawan.
3. Sakit gigi berlubang.
4. Jerawat. Panu.
5. Tekanan darah tinggi.
6. Kelumpuhan.
7. Memperbaiki fungsi pencernaan.
8. Radang rektum.

Cara Pemakaian

Pegal linu: 1 genggam daun belimbing wuluh yang masih muda, 10 biji cengkeh, 15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya. Lumurkan ketempat yang sakit.

Gondongan: 10 ranting muda belimbing wuluh berikut daunnya dan 4 butir bawang merah setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Balurkan ketempat yang sakit.

Batuk pada anak: Segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, gula secukupnya dan air 1 cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan malam sewaktu perut kosong.

Batuk: 25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu-giring, 1 jari kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, ¼ genggam pegagan, ¼ genggam daun saga, ¼ genggam daun inggu, ¼ genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring, diminum dengan madu seperlunya. Sehari 3 kali ¾ gelas.

Batuk rejan: 10 buah belimbing wuluh dicuci lalu ditumbuk halus-halus, diremas dengan 2 sendok makan air garam, lalu disaring. Minum,lakukan 2 kali sehari. Atau buah belimbing wuluh dibuat manisan, sehari makan 3 x 6-8 buah.

Rematik:
1. 100 gr daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkeh dan 15 biji merica dicuci lalu digiling halus, tambahkan cuka secukupnya sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi ketempat yang sakit.

2. 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia champaca L.), 15 biji cengkeh, 15 butir lada hitam, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis dan 1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai untuk menggosok dan mengurut bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.

Sariawan:
1. Segenggarn bunga belimbing wuluh, gula jawa secukupnya dan 1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring, dipakai untuk membersihkan mulut dan mengoles sariawan.

2. 2/3 genggam bunga belimbing wuluh, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum, sehari 3 kali 3/4 gelas.

3. 3 buah belimbing wuluh, 3 butir bawang merah, 1 buah pala yang muda, 10 lembar daun seriawan, 3/4 sendok teh adas, 3/4 jari pulosari, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 3 sendok makan minyak kelapa, diperas lalu disaring. Dipakai untuk mengoles luka-luka akibat sariawan, 6-7 kali sehari.

Jerawat:
1. Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan air garam seperlunya, untuk menggosok muka yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari.
2. 6 buah belimbing wuluh dan 1/2 sendok teh bubuk belerang, digiling halus lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis. Ramuan ini dipakai untuk menggosok dan melumas muka yang berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari.

Panu: 10 buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari.

Darah tinggi : 3 buah belimbing wuluh dicuci lalu dipotong-potong dan dimakan.

Komposisi

Sifat kimia dan efek farmakologis: Rasa asam, sejuk. Menghilangkan sakit (analgetik), memperbanyak pengeluaran empedu, anti radang, peluruh kencing, astringent. Kandungan Kimia: Batang: Saponin, tanin, glucoside, calsium oksalat, sulfur, asam format, peroksidase. Daun: Tanin, sulfur, asam format, peroksidase, calsium oksalat, kalium sitrat.


Jumat, 06 Mei 2011

Berjuta Manfaat Buah Berry

Kita tentunya sudah tak aneh lagi dengan yang namanya berry. Buah dengan jenis yang beraneka ragam ini dapat ditemukan dengan mudah dan dengan harga yang terjangkau oleh hampir semua kalangan. Buah Berry ini mengandung banyak vitamin, mineral, serat, antioksidan, dan kandungan gizi lain yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Berikut beberapa jenis buah berry yang ada di dunia dan berjuta manfaatnya bagi kesehatan.

1. Blackberry

 Blackberry mengandung Ellagic Acid yang mampu menjaga tubuh dari kanker dan berbagai macam penyakit lainnya. Tidak hanya itu, Blackberry juga kaya akan Vitamin C dan E, Potasium, Antioksidan dan juga serat.
Untuk mendapatkan buah Blackberry yang segar cukup susah karena sifatnya yang mudah rusak. Di dalam lemari pendingin (freezer) Blackberry hanya mampu bertahan selama sebulan. Blackberry paling banyak dijumpai pada selai dan dalam roti atau kue.



2. Strawberry

1. Strawberry mampu menyusutkan kadar kolestrol.
2. Strawberry dapat membantu melumpuhkan kerja aktif kanker karena asam ellagic yang dikandungnya tersebut.
3. Strawberry dapat meredam gejala stroke.
4. Strawberry mengandung zat anti alergi dan anti radang.
5. Konsentrasi tujuh zat antioksidan yang ada pada strawberry lebih tinggi dibandingkan buah atau sayuran lain, sehingga strawberry merupakan buah yang efektif mencegah proses oksidasi pada tubuh (Oksidasi ialah hancurnya jaringan tubuh karena radikal bebas. Oksidasi juga bertanggung jawab pada proses
penuaan).
6. Strawberry yang kaya vitamin C sangat bermanfaat bagi pertumbuhan anak.
7. Strawberry yang hanya sedikit mengandung gula juga cocok untuk diet bagi pengidap diabetes.
8. Strawberry yang dimakan teratur dapat menghaluskan kulit dan membuat warna kulit terlihat lebih cerah dan bersih. Khasiat yang terkenal lainnya adalah anti keriput!
9. Strawberry dapat memutihkan atau membersihkan permukaan gigi.
10. Strawberry ampuh melawan encok dan radang sendi.
11. Daun strawberry juga berkhasiat karena memiliki zat astringent.
Tiga hingga empat cangkir air hasil rebusan daun strawberry per hari, dapat efektif menghentikan serangan diare.
12. Kebutuhan vitamin C orang dewasa perharinya dapat dicukupi oleh 8 buah strawberry (98 mg). Kebutuhan serat juga sekaligus bias terpenuhi.

3.Raspberry

Raspberry adalah tanaman semak yang dapat tumbuh di berbagai area di dunia. Nama keluarga tanaman ini adalah Rubus. Jenis Raspberry yang dibudidayakan secara komersial adalah yang buahnya berwarna merah (Rubus strigosus) dan hitam (Rubus occidentalis). Untuk menghasilkan rasa yang baru maka tanaman Raspberry disilangkan dengan tanaman Blackberry dan diberi nama Tayberry. Buah Raspberry yang matang berwarna merah, hitam, ungu atau kuning keemasan sepenuhnya tergantung jenisnya dan rasanya manis. Berbeda dengan berry lainnya, buah Raspberry memiliki rongga di tengah setelah diambil tangkainya dengan berat sekitar 4 g/buah. Pemanfaatan Raspberry adalah untuk selai, buah segar dan jus. Selain itu Raspberry juga banyak mengandung Vitamin C, polyphenol antioxidant serta anthocyanin yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.
 
4. Billberry



Bilberry yang bernama latin Vaccinium sp., banyak tumbuh liar pada tanah lembab dan sedikit asam di daerah subtropis yang terletak di 23,5° - 66,6° LU utamanya seperti di Inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, Skandinavia, Polandia, Austria, Swiss, dan Russia. Bilberry berwarna biru tua kehitaman dengan daging buah merah atau ungu berasa manis. Umumnya diameter Bilberry 5 – 8 mm. Sebagai tumbuhan liar, maka setiap orang dapat memetik Bilberry untuk keperluan dimakan langsung ataupun dibuat selai, kue, atau jus. Selain itu, Bilberry yang kaya akan kandungan pigmen anthocyanin sudah diteliti untuk tujuan pengobatan seperti pengobatan mata, jantung dan bahkan kanker.


5. Goji Berr (Wolf Berry)

Goji berry merupakan buah yang kaya akan nutrisi dan asam amino.Buah ini memiliki kandungan 18 asam amino, 21 mineral, serta beberapa vitamin.
Goji berry mengandung enam kali lebih banyak asam amino daripada bee pollen dan 500 kali lebih banyak vitamin C dari jeruk.

Kandungan zat besi dalam Goji berry lebih banyak dari bayam, dan kandungan beta karotennya lebih banyak dari wortel.
Goji berry mengandung mineral seperti Kalsium dan Magnesium, dan Vitamin B1, B2, B6 dan Vitamin E. Kandungan tersebut biasanya ditemukan pada biji-bijian dan jarang pada buah-buahan.
Selain itu, buah ini banyak mengandung senyawa kompleks dan fitonutrien. Goji berry memiliki kandungan protein yang tinggi, 13% dari buah ini adalah protein, lebih tinggi dari protein pada gandum.
Kandungan antioksidan dalam Goji berry berfungsi menangkal dan memerangi radikal bebas. Radikal bebas bisa merusak sel dan DNA, meningkatkan resiko kanker, serta mempercepat proses penuaan.
Selain itu, Goji berry mengandung Beta-sitosterol, Betain, dan asam lemak esensial.


 6. Elderberry

Elderberry kaya akan kandungan antioksidan dan juga senyawa anti-virus serta senyawa yang membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL). Elderberry juga mengandung anthocyanin yang berguna untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Pada zaman kuno elderberry digunakan untuk tujuan pengobatan seperti radang sendi, pilek dan flu.
Elderberries harus dimasak terlebih dahulu sebelum dapat dikonsumsi. Mereka memiliki tingkat toksisitas ringan yang akan menyebabkan penyakit jika dimakan mentah, tetapi toksisitas yang hancur ketika dimasak. Karenanya elderberry digunakan untuk membuat selai dan jeli dan anggur (minuman).

7. Mulberry

Mulberry merupakan tanaman pohon yang berbeda dari berry kebanyakan yang merupakan tanaman semak. Tinggi pohon Mulberry sekitar 10-15 meter dan hidup di area subtropik di Afrika, Asia dan Amerika. Mulberry atau yang dikenal juga dengan nama Murbai adalah tanaman dari keluarga Moraceae berjenis Morus. Beberapa jenis Mulberry adalah Morus alba di daerah Asia Timur, Morus mesozygia di Afrika Selatan dan Tengah, Morus rubra di Amerika Utara, serta Morus insignis di Amerika Selatan. Buah Mulberry merupakan buah jamak yang bergerombol dengan panjang 2 – 3 cm berwarna ungu tua hingga hitam saat masak serta berasa manis. Mulberry sudah banyak dibudidayakan tidak hanya untuk diambil buahnya sebagai selai, minuman dan bahan kue tetapi juga daunnya sebagai makanan ulat sutra (Bombyx mori). Kandungan anthocyanin dalam Mulberry ternyata banyak manfaatnya bagi kesehatan dengan fungsi sebagai antioxidant.

8. Lingonberry


Lingonberry yang berasal dari kata Swedia : Lingon adalah tanaman dari jenis Vaccinium vitis-idaea yang mempunyai beberapa nama lain yaitu Cowberry, Foxberry dan Redberry. Tumbuhan ini hidup pada tanah berjenis asam dan lembab di daerah boreal belahan bumi utara yaitu Eropa terutama populer di Swedia dan Amerika Utara yang beriklim subartik. Tanaman ini belum dibudidayakan jadi masih dipandang sebagai tanaman liar sehingga buahnya dapat dipetik orang banyak. Rasa buah Lingoberry umumnya asam sehingga perlu dimasak dan diberi gula agar rasanya manis dalam bentuk selai, jus atau sirup. Buah Lingoberry mengandung banyak asam organik serta beberapa vitamin seperti Vitamin C, Vitamin A, dan Vitamin B (B1, B2 , dan B3).

9. Blueberry

Di dalam buah Blueberry terdapat zat bernama Anthocyanosides yang menurut penelitian merupakan antioksidan terkuat yang pernah ditemukan hingga saat ini. Blueberry juga kaya akan vitamin C dan E dan Magnesium.
Blueberry merupakan salah satu jenis berry yang memppunyai rasa paling manis. Buah ini sering kali dimakan saat masih berupa buah segar. Namun demikian, di Indonesia buah ini masih tergolong susah untuk ditemukan. Saat ini paling banyak ditemukan dalam bentuk selai blueberry atau toping kue.


10. Dewberry

Dewberry merupakan tumbuhan yang berkeluarga dekat dengan Blackberry dan Raspberry. Tumbuhan ini banyak dijumpai di bumi belahan utara dan nama latin keluarganya adalah Rubus, sedangkan Eubatus dipakai sebagai nama sub keluarga. Buah Dewberry mirip dengan Raspberry yaitu bulat kecil bergerombol dengan diameter antara 15 – 20 mm, hanya warnanya bukannya merah tetapi ungu kehitaman. Berbeda dengan Blackberry yang dapat tumbuh menjalar tegak, Dewberry tumbuh menjalar di permukaan tanah karena tidak memiliki dahan yang kuat untuk posisi vertikal menahan berat tumbuhan. Buah Dewberry rasanya manis, sering dibuat selai dan daunnya juga dapat digunakan menjadi teh. Dewberry belum dibudidayakan sehingga masih dianggap sebagai tumbuhan liar yang buahnya dapat dipetik siapa saja.

11. Huckleberry

Huckleberry adalah nama yang populer di Amerika Serikat khususnya di negara bagian Idaho untuk tumbuhan yang juga termasuk keluarga Vaccinium atau keluarga Gaylussacia. Tanaman ini tumbuh baik di tanah keasaman dan lembab. Buah tanaman Huckleberry umumnya dapat dimakan, berdiameter sekitar 5 mm dan bergerombol rata-rata 10 buah pada satu tangkai. Warna buah berbeda sesuai jenis tanamannya berkisar dari merah cerah, ungu tua hingga biru. Rasa buah Huckleberry beragam mulai dari asam hingga manis dengan flavor seperti Blueberry terutama varietas yang buahnya berwarna biru atau ungu.

Jumat, 11 Februari 2011

Saintis Biologi

Ernest Haeckel

Ernst Heinrich Philipp August Haeckel
(16 Februari 18349 Agustus 1919) ditulis juga von Haeckel, merupakan ahli biologi ternama dari Jerman, seorang naturalis, filsuf, dokter, profesor dan seniman, yang menemukan, menjelaskan, dan menamakan ribuan spesies baru, membuat peta pohon genealogi hubungan semua makhluk hidup, dan membuat istilah biologi baru, seperti filum, filogeni, ekologi, dan kingdom Protista. Haeckel menyebarluaskan karya Charles Darwin di Jerman, dan mengembangkan teori rekapitulasi yang kontroversial.
 Barbara Mc Clintock


Pada saat mempelajari pewarisan sifat pada tanaman jagung pada 1940-an, Barbara McClintock mendapati unsur genetik tertentu (segmen DNA) yang dapat bergerak pada satu lokasi kromosom. Gerak gen dari satu kromosom ke kromosom lain ini dikenal sebagai “transposon”. Gen-gen ini dapat mengacaukan, contohnya pada jagung india, transposon mengacaukan gen-gen pigmen dalam sel sehingga dihasilkan biji berbintik-bintik. Setelah tahun 70-an, trasposon ditemukan dalam E. coli dan era rekombinasi DNA dimulai. Pada tahun 1983, beliau menerima hadiah nobel untuk hasil kerjanya.

Beberapa bukti terakhir menunjukkan bahwa semua organisme yang sama dengan prokariota dan eukariota mempunyai trasposon. Ahli biologi lain telah menemukan transposon kopi dan tempel, yang menginggalkan kopian asli di belakang ketika bergerak. Jenis trasposon ini bertanggung jawab pada  proliferasi penanggulangan kacau DNA pada genom manusia. Transposon bereaksi dengan mutagen alami. Berkat penemuan beliau, transposon-transposon tersebut kini dapat membantu menimbulkan keanekaragaman genetik, merupakan faktor penting evolusi, bahan, transposon telah berimplikasi dalam penanganan beberapa kasus kanker. Barbara McClintock adalah salah satu ahli biologi terbaik pada abad ke-20 ini.
S.A Waksman
Selman Abraham Waksman ialah biokimiawan Amerika Serikat kelahiran Ukraina yang memenangkan Penghargaan Nobel Kedokteran pada 1952 atas penelitiannya mengenai streptomisin. Pada 1910, ia memperoleh diploma matrikulasinya dari Gymnasium Kelima di Odessa, Imperium Rusia. Setelah lulus, ia berimigrasi ke Amerika Serikat, di mana ia lulus dari Universitas Rutgers pada 1915 dengan gelar S.Si. dalam pertanian. Dia mengadakan penelitian dalam bakteriologi tanah di bawah Dr. J.G. Lipman di Stasiun Penelitian Pertanian New Jersey sebelum dianugerahi gelar M.Si. pada 1916
Di tahun yang sama Waksman menjadi warganegara yang dinaturalisasikan dan diangkat sebagai anggota peneliti di Universitas California, Berkeley di mana ia menerima Ph.D.-nya dalam biokimia pada 1918. Ia kemudian bergabung dengan fakultas itu di Bagian Biokimia dan Mikrobiologi; ia diangkat sebagai lektor kepala pada 1925 dan guru besar pada 1930. Pada 1940, ia menjadi Profesor dan KaBag Mikrobiologi. Di Rutgers-lah Waksman menemukan beberapa antibiotika, termasuk streptomisin pada 1943, dan neomisin pada 1948. Pada 1949, Waksman menjadi direktur Lembaga Mikrobiologi, berhenti dari jabatan itu pada 1958. Beberapa studi Waksman termasuk populasi mikrobiologis tanah, penguraian sisa tanaman dan hewan, dan pembentukan bakteri di laut dan perannya dalam biologi kelautan. Waksman juga bekas pimpinan Kelompok Mikrobiologi Amerika. Ia telah menerbitkan lebih dari 400 karya ilmiah dan 18 buku. 3 dari buku Waksman termasuk: Enzymes (1926), Principles of Soil Microbiology (1938), dan sebuah otobiografi My Life with the Microbes (1954).
Susumu Tonegawa
Susumu Tonegawa lahir di Nagoya, Jepang dan masuk ke Sekolah Tinggi Hibiya, Tokyo. Ia menerima gelar sarjana dari Universitas Kyoto pada tahun 1963. Ia menerima gelar doktor dari Universitas California, San Diego. Ia mengerjakan karya pascadoktoral di Salk Institute, San Diego, di laboratorium Renato Dulbecco, lalu bekerja di Lembaga Imunologi Basel, Basel, Swiss, di mana ia mengerjakan eksperimen imunologi. Pada tahun 1981, ia menjadi profesor di Institut Teknologi Massachusetts, mendirikan dan memimpin Picower Institute for Learning and Memory, MIT.

Ilmuwan Jepang yang memenangkan Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1987 untuk "penemuannya atas asas genetika untuk pembangkitan ragam antibodi." Meski memenangkan Hadiah Nobel untuk karyanya dalam imunologi, Tonegawa ialah seorang biolog molekuler yang dilatih. Di tahun-tahun terakhir, ia banting minat ke basis molekuler dan selular atas pembentukan memori.
Tonegawa terkenal karena menjelaskan mekanisme genetika dalam sistem kekebalan tiruan. Untuk mencapai keragaman antibodi yang diperlukan untuk melindungi terhadap tiap jenis antigen, sistem kekebalan akan memerlukan jutaan pengkodean gen untuk antibodi-antibodi yang berbeda, jika setiap antibodi dikodekan oleh 1 gen. Sebagai gantinya, seperti yang ditunjukkan Tonegawa dalam serangkaian penelitian yang berawal pada tahun 1976, materi genetik dapat menyusun diri untuk membentuk kesatuan luas antibodi yang tersedia. Membandungkan DNA sel B (sejenis sel darah putih) pada anak tikus dan tikus dewasa, ia mengamati bahwa gen dalam sel B dewasa pada tikus dewasa dipindahkan ke sekeliling, direkombinasi, dan dihilangkan untuk membentuk keragaman kawasan antibodi yang tersedia.
Ian Wilmut


Ian wilmut lahir pada tanggal 7 Juli 1944 di Hampton Lucey, Inggris. Wilmut dan timnya adalah yang pertama melakukan cloning terhadap mamalia menggunakan sel dewasa. Hasilnya adalah Dolly, doma finn dorset berjenis kelamin betina yang berasal dari sel domba dewasa.

Keberhasilan cloning ini mengejutkan kalangan ilmuwan dan mengundang perdebatan public mengenai etika dan tujuan percobaan tersebut. Diluar segala kontroversi tersebut, Wilmut adalah tokoh yang berhasil membuktikan bahwa pada dasarnya semua sel dapat digunakan untuk menghasilkan klona.
Robert Koch
Heinrich Hermann Robert Koch adalah seorang dokter Jerman. Dia menjadi terkenal setelah penemuan anthrax bacillus (1877), tubercle bacillus (1882), dan kolera bacillus (1883) dan pengembangan postulat Koch. Dia diberikan Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada 1905 dan dianggap sebagai pendiri bakteriologi.

Pada 1883, Koch bekerja dengan tim riset dari Prancis di Alexandria, Mesir, mempelajari kolera. Koch mengidentifikasi bakterium vibrio yang menyebabkan kolera, meskipun dia tidak pernah membuktikannya dalam eksperimen. Pada 1885, dia menjadi profesor higinitas di Universitas Berlin, dan kemudian, pada 1891, direktur di Institut Penyakit Menular (Institute of Infectious Diseases) yang baru didirikan, dia mundur dari posisi tersebut pada 1904. Dia kemudian mulai berkeliling dunia, mempelajari penyakit ini di Afrika Selatan, India, dan Jawa.
Kemungkinan sama pentingnya dengan penemuan tuberkolosis yang membuatnya dihargai penghargaan Nobel, adalah Postulat Koch, yang menyatakan bahwa untuk menandakan sebuah organisme sebagai penyebab penyakit, dia harus:
  • ditemukan dalam seluruh kasus penyakit yang diperiksa
  • dipersiapkan dan mempertahankan dalam culture murni.
  • mampu memproduksi infeksi asal, meskipn setelah beberapa generasi dalam culture
  • dapat diambil dari hewan terinokulasi dan di"culture" lagi.
Tapi setelah kesuksesannya kualitas dari risetnya menurun (terutama setelah kegagalan obat penyembuhan TBC-nya tuberculin), meskipun muridnya yang menggunakan metodenya berhasil menemukan organisme yang bertanggung jawab atas diphtheria, typhoid, pneumonia, gonorrhoea, cerebrospinal meningitis, leprosi, wabah bubonik, tetanus, dan syphilis.
Scott Sherrington

Sir Charles Scott Sherrington
(Islington, London, 27 November 1857 - Eastbourne, 4 Maret 1952) ialah seorang fisiolog saraf, histolog, bakteriolog, dan patolog Inggris. Belajar kedokteran di Universitas Cambridge, ia lulus pada tahun 1885. Kemudian ia melanjutkan studinya di Berlin bersama dengan Robert Koch dan Rudolf Virchow lalu ke Straßburg di bawah F. Goltz. Pada tahun 1876 Sherrington bergabung dengan St. Thomas Hospital, menjadi "murid abadi". Kemudian ia meninggalkannya untuk mengerjakan penelitian di Brown Institution, bagian kedokteran hewan di Universitas London. pada tahun 1895, ia diangkat sebagai profesor di Universitas Liverpool. Lalu ia menjadi guru besar fisiologi di Universitas Oxford pada tahun 1913. Ia menjadi Presiden Royal Society antara tahun 1920-1925. Sherrington menerima Knight Grand Cross Britania Raya pada tahun 1922 dan Order of Merit pada tahun 1924. Ia pensiun dari kehidupan akademik pada tahun 1936. Pada tahun 1932, ia dianugerahi Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran untuk karyanya di bidang neurofisiologi: lokalisasi fungsi korteks serebri, penelitian refleksologi, dll.
 Charles Robert Richet

Charles Robert Richet (lahir di Paris, 25 Agustus 1850 – meninggal 4 Desember 1935 pada umur 85 tahun) adalah seorang ahli ilmu faal Perancis yang memulai berbagai penelitian seperti neurokimia (kimia saraf), hal pencernaan, regulasi suhu pada hewan berdarah panas atau homeotermis. Ia diberi gelar profesor di bidang ilmu faal oleh Collège de France pada tahun 1887 dan menjadi anggota Académie de Médecine pada 1898. Pada 1914, ia bergabung dengan Académie des Sciences.








Charles Louis Alphonse Laveran
Charles Louis Alphonse Laveran (18 Juni 1845 - 18 Mei 1922) adalah seorang ahli patolog, dan parasitolog asal Prancis yang menemukan parasit penyebab malaria pada manusia. Untuk ini dan pekerjaan pada penyakit protozoa ia menerima Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1907.

Menamatkan pendidikan di fakultas kedokteran Strasbourg, ia menjadi dokter bedah selama Perang Perancis-Prusia (1870-1871) dan mempraktekkan dan mengajarkan militer pengobatan sampai 1897, di mana ia menjadi anggota Institut Pasteur, Paris. Selama menjadi dokter bedah militer di Aljazair pada 1880, Laveran menemukan penyebab malaria dalam otopsi yang diadakannya pada korban malaria. Ia menemukan organisme kausatif menjadi protozoa yang dinamainya Oscillaria malariae, meski namanya kemudian diganti Plasmodium.
Laveran memiliki pengaruh kuat dalam pengembangan penelitian dalam ilmu kedokteran tropis, mengadakan kerja yang berhasil pada tripanosomiasis, leishmaniasis, dan penyakit protozoa lainnya, sebagaimana pekerjaan pentingnya pada malaria. Ia mendirikan Laboratorium Penyakit Tropis di Institut Pasteur (1907) dan Societe de Pathologie Exotique (1908).
Hasil karya tulisan Laveran termasuk Trypanosomes et trypanosomiasis (dengan Felix Masnil; 1904); Traite des fievres palustres avec la description des microbes du paludisme (1884); dan Traite des maladies et epidemies des armees (1875).
 Alfred Russel Wallace
Dikenal sebagai seorang naturalis, penjelajah, pengembara, ahli antropologi dan ahli biologi dari Britania Raya. Ia terkenal sebagai orang yang mengusulkan sebuah teori tentang seleksi alam, dimana kemudian hari malah membuat Charles Darwin lebih terkenal dari dia dengan teorinya sendiri.

Dia banyak melakukan penelitian lapangan, di sungai Amazon di tahun 1846 saat ia masih berusia 23 tahun dan kemudian di Kepulauan Nusantara. Pada perjalanan antara tahun 1848 hingga tahun 1854, Ia tiba di Singapura. Selama delapan tahun kemudian (1854 - 1862)ia menjelajah berbagai wilayah di Nusantara. Dari penjelajahan itu, ia membukukannya ke dalam sebuah catatan yang berjudul The Malay Archipelago

Dalam penjelajahannya di bumi Nusantara ia menemukan sebuah garis imajiner yang membagi flora dan fauna di Indonesia menjadi dua bagian besar. Garis ini dikemudian hari dikenal sebagai Garis Wallace, dimana di satu bagiannya, bentuk flora dan faunanya masih mempunya hubungan dengan flora dan fauna dari Australia dan memiliki ciri-ciri yang sangat mirip. Sedangkan di bagian yang lainnya sangat mirip dengan flora dan fauna dari Asia. Ia dianggap sebagai ahli terkemuka di abad ke-19 dalam bidang penyebaran spesied binatang dan kadang-kadang dikenal sebagai Bapak dari Biogeografi Evolusi, sebuah kajian tentang spesies apa, tinggal dimana dan mengapa Ia adalah salah seorang dari pemikir revolusioner pada abad ke-19 dan memberikan banyak masukan kepada pembangunan "teori evolusi" selain juga salah seorang penemu dari "teori seleksi alam". Termasuk didalamnya adalah konsep keanekaragaman warna dalam dunia fauna, dan juga "Efek Wallace", sebuah kesimpulan tentang bagaimana seleksi alam dapat memberikan kontribusi pada keanekaragaman fauna.

Surat Wallace dari Ternate kepada Darwin itu kemudian dikenal sebagai Letter from Ternate. Surat itu menjadi terkenal karena disertai makalah yang diberi judul On the Tendency of Varieties to Depart Indefinitelty from the Original Type. Dari makalah itu, Wallace mengemukakan pemikirannya mengenai proses seleksi alam mempertahankan suatu spesies di dunia. Spesies yang mampu bertahan disebut Wallace sebagai hasil kelangsungan yang terbaik atau yang paling memiliki kemampuan bertahan tidak akan punah.
Itulah kerangka dasar pemahaman seleksi alam yang diletakkan Wallace saat itu. Akhirnya pemikiran itu menunjang teori evolusi yang dipopulerkan Darwin melalui bukunya The Origin of Species tahun 1859, satu tahun setelah penulisan makalah Wallace. Pada tanggal 1 Juli 1858, kawan-kawan Darwin, Charles Lyell dan Joseph Hooker, merekayasa pertemuan ilmiah di Linnean Society dan mendeklarasikan Darwin dan Wallace sebagai penemu dasar evolusi.
Prof.Dr.dr.Poerwo Soedarmo

Prof. Dr. dr. Poerwo Soedarmo (1904-2003) dikenal sebagai bapak gizi Indonesia. Ia berjasa memperkenalkan dan mengembangkan ilmu gizi di Indonesia. Ia juga pencetus slogan “Empat sehat lima sempurna”.

Poerwo Soedarmo menamatkan pendidikannya di Indisch Arts Stovia, Weltereden (1927), dan Ika Dai Gakko, Jakarta (1941). Setelah bertahun-tahun menjadi dokter umum, ia tertarik untuk mendalami ilmu gizi. Saat itu, ia sedang meneliti penyakit malaria di Post Graduate Institute di London (1949).

Ia kemudian mendalami ilmu gizi di Institute of Nutrition, Menila (1950). Untuk menangani ketertinggalan masalah gizi masyarakat Indonesia, Dr. J. Leimena (menteri kesehatan saat itu) mengangkat Poerwo Soedarmo sebagai kepala lembaga makanan rakyat (1952)


Gabriel Fallopio


Gabriel Fallopio (1523-1562) adalah seorang ahli medis dan anatomi terkenal di abad 16. Selain itu, ia juga memperoleh gelar di bidang botani. Terutama meneliti tentang penyakit di bagian kepala, seperti penyakit di telinga dan kepala. Fallopio juga mempelajari organ-organ seksual pada pria maupun wanita dan mendeskripsikan tuba fallopi. Ia mengusulkan penggunaan kondom setelah melakukan penelitian tentang penyakit sifilis. Bukunya yang berjudul “Anatomy” diterbitkan pada tahun 1561. Kebanyakan karyanya diterbitkan setelah dia tiada.
                          Dr.Karl Landsteiner


Pada tahun 1900, Dr. Karl Landsteiner menemukan berbagai tipe darah manusia. Jika tipe darah yang berbeda dicampurkan, akan terjadi penggumpalan sel darah merah yang dapat menyebabkan kematian saat transfusi.

Pada tahun 1930, beliau mendapatkan hadiah nobel pada bidang kesehatan, atas hasil karyanya dalam menentukan dasar klasifikasi modern darah. Berkat jasanya dalam memberikan kemudahan dalam proses transfusi, angka kematian saat transfusi berlangsung dapat ditekan
Eric Richard Kandel


Eric Richard Kandel (1929), adalah seorang psikiater, ahli syaraf, serta professor biokimia dan biofisika di unifersitas Columbia.dia memenangkan penghargaan nobel untuk risetnya dalam bidang psikologi tentang dasar penyimpangan memori did ala neuson. Ia telah menulis banyak karya tentang psikoanalisis yang dikombinasikan dengan neurobiology. Kandel juga telah membantu menulis buku, misalnya Principles of Neural Science.Kandel menerima gelar kehormatan dari Sembilan universitas dan belasan penghargaan di bidang ilmu saraf, biokimia, dan psikologi.